Sahabat?

Sahabat?
Bab 25


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap saat Rizal dan Cinta pulang ke rumah. Perjalanan 45 menit membuat Cinta kecapekan dan memilih tiduran saat menunggu giliran mandi. Karena Rizal mandi lumayan lama Cinta memutuskan masuk ke dalam kamar mandi.


"Lo ngapain aja sih di dalem? Lama bener dah ah." Omel Cinta yg membuat Rizal terbangun karena ketiduran saat berendam air anget.


"Ck sori sayang gue ketiduran."


Tanpa meminta persetujuan Rizal. Cinta langsung masuk ke dalam bathtup di mana Rizal berendam. Cinta mengenakan kain putih untuk menutupi badanya. Membuat Rizal kelabakan saat Cinta masuk dalam air.


"Cinta lo kenapa ikut nyemplung sih?" Tanya Rizal dengan nafas yg sedikit berat.


"Biasanya juga gini. Lagian lo lama bener mandi nya." Cinta menyandarkan kepalanya di pundak Rizal.


hem ghem


Rizal ber dehem untuk menyamarkan suaranya yg sudah mulai gemetar. Rizal ingin menolak tapi Cinta Istrinya. Gak di tolak ada sesuatu yg gerak gerak. Rizal hanya memastikan untuk Cinta tak menyentuk bagian bawah.


"Cin. Lo sengaja goda gue ya?"


"Goda apa sih Zal terus aja lo bilang gitu. Gue salah apa sih?" Cinta mau beranjak namun di tahan sama Rizal.

__ADS_1


"Cin lo pakek daleman gak?" Tanya Rizal sedikit berbisik.


"Enggak kenapa?"


"Lo beneran nyiksa gue Cin. Nah gue gak pakek apa apa juga. Handuk jauh, gimana cobak?" Rizal semakin galau.


"Ya udah sih gak usah gerak lo diem aja kita tidur di sini." Cinta melingkarkan tangannya di perut Rizal.


"Cinta Lashifa lo beneran goda gue ya. Gue bisa diem tapi noh yg di bawah gak bisa diem. Ck ngertiin gue dikit nama sih Cin, gue beneran gak bisa nahan sekarang." Rizal sedikit menaikkan suara seraknya.


"Sorry Zal, mungkin emang bener apa yg di katakan Michel. Gue cuma jebak lo, lo nikahin gue terpaksa." Cinta langsung berdiri Rizal mencoba menarik Cinta kedalam air namun Cinta menghempaskan tangan Rizal sekuat tenaga.


Rizal mendekati Cinta dan menarik tangannya sampai membuat Cinta menghadap padanya. Cinta yg menangis, hanya bisa menunduk di hadapan Rizal. Rizal mengankat dagu Cinta dan pandangan mereka beradu.


"Gue nikah sama lo karna gue cinta gue sayang gue gak mau kehilangan lo. Gue gak tau tadi Michel ngomong apa aja ke elo. Gue cuma mau lo percaya sama gue yakin sama gue. Jangan percaya ato yakin ke yg lain. ok!!!" Seru Rizal sambil memeluk Cinta.


"Tapi Zal gue percaya sama Tuhan juga gak boleh?" Jawab Cinta di sela isak tangisnya.


"Allahuakbar Cinta lashifa bisa gila gue lama lama debat sama lo. Udah ah ayo tidur ngantuk gue." Rizal menutup lemari sebelum Cinta mengambil baju.

__ADS_1


"Tapi gue laper Zal, kayanya kepiting yg lo beli tadi enak deh. Jadi ngiler gue." Rizal mengangkat sebelah alisnya lalu menggendong cinta ke tempat tidur.


"Makan kepitingnya nanti saja sekarang temenin gue tidur dulu. Kepala gue pusing." Rizal berbisik di telinga Cinta.


"Lo masuk angin ya? Makanya jangan lama lama berendemnya kan jadi sakit. Gue juga yg susah, sini gue pijitin." Rizal berdiri dan melepas handuknya membuat Cinta teriak dan reflek menutup matanya dengan telapak tangan berbentuk huruf "W".


Rizal mendekati Cinta dengan menarik selimut. Setelah selimut menutupi tubuhnya juga Cinta. Rizal menarik handuk Cinta dan melempar ke sembarang arah.


Cinta mulai salah tingkah karena Rizal. Sesekali Cinta berdehem selama Rizal memandanginya. Cinta semakin tak tau harus apa saat Rizal mendekatinya.


"Lo harus tanggung jawab Cin, lo sudah bangunin macan tidur. Beberapa hari ini gue bisa tahan, tapi setelah gue liat lo dengan kain putih yg basah itu. Gue gak bisa tahan lagi." Rizal mencium bibir Cinta dan perlahan melumatnya namun tak mendapat balasan dari Cinta. Ya karena Cinta masih belum bisa dan gak tau cara ciuman.


"Zal lo denger gak?" Kata Cinta setelah Rizal melepas ciumanya karena kehabisan napas.


"Denger apaan?" Tanya Rizal sambil memicingkan matanya.


"Jantung gue dangdutan." Kata Cinta dengan memegangi tengan Rizal.


"Ya Sallaaaammm. Gue kira suara apaan. Berarti tubuh lo udah minta di goyang Cin." Rizal yg semula kaget dan hampir mengurungkan niatnya kini sudah mulai lagi.

__ADS_1


__ADS_2