Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Mau pelihara binatang?


__ADS_3

Malam setelah sholat isya Queen mencium tangan Levin dan di sambut dengan Levin yg menghujani Queen dengan ciuman. Wajah ayu Queen tampak lebih segar ketika air wudhu itu membasahi wajah polos tanpa make upnya.


"Cantik banget sih istri aku. Makin di peratiin makin canti jadi makin laper." Goda Levin yg masih menguyel nguyel pipi sang istri dengan gemasnya.


"Kok laper sih? Bilang makin cinta gitu." Queen memanyunkan bibirnya.


"Iya laper pengen makan kamu." Bisik Levin sebelum menyatukan dahi mereka.


"Cintaku padamu jangan pernah di ragukan lagi. Meski tak sanggup aku ucapkan tapi aku mampu buktikan. aku bukan Kliene yg bisa memberi anak pada ayu sekaligus 3, aku juga bukan papa yg setiap hari bisa merayu mama. Tapi aku Levin yg selalu menginginkanmu dan berusaha bersamamu, membahagiakan kamu. Senyumanmu adalah kebahagiaanku, tangusanmu adalah luka hatiku. Biarlah kita hanya berdua, belum ada anak gak akan membuatku mengurangi rasa cintaku padamu semili sesenti atau bahkan seukuran timbangan kapas yg terbawa angin. Cintaku ke kamu itu bukan cuma cinta laki laki ke wanita, tapi cintaku ke kamu itu lebih dari itu. Aku menjagamu mencintaimu karena kamu adalah hadia Allah terindah untukku. Kamu adalah hal yg paling berharga dari apapun di dunia itu untukku." Levin menghapus air mata Queen yg menetes di hidung mancungnya.

__ADS_1


"Maafin aku yg selalu membanding bandingkan kamu dengan yg lain. Selalu mengeluh dan merasa bahwa akulah orang paling menderita di dunia ini tanpa pengakuan orang tua juga tanpa seorang anak." Queen menangis di pelukan Levin dengan masih mengenakan mukenanya.


"Sekarang kita harus bisa bersyukur sayang, tidak ada anak berarti kita masih BELUM bisa di percaya menjaga titipan yg Allah berikan. Apa sayang mau cepet hamil dan punya anak tapi gak bisa seneng seneng? Ambil hikmahnya aja sayang, jangan mengeluh terus. Levin yakin Allah punya rencana yg lebih indah untuk kita. Ya contohnya sekarang, kita bisa berduaan terus kaya gini. Liat Kliene kemana mana kerepotan. Jadi nikmatin aku untukmu sendiri, jangan pikirkan yg lain." Ucap Levin melepas mukena Queen.


"Kalo pas ada orang banyak boleh aku manja manja sama kamu? ya nunjukin kalo kamu itu cuma milik aku." Kata Queen menegakkan duduknya.


"Why not?" Jawab Levin sambil berdiri melepas sarung dan pecinya.


"Aku ngantuk Queen, kamu lama sekali." Ucap Levin mengangkat Queen.

__ADS_1


"Iya iya maaf, kamu gak pengen bikin koala kaya mama sama papa?" Levin menggeleng


"Kanguru? Rusa? kijang? Tapir? Komodo? hiu? jerapa? zebra? kuda nil? badak? kucing? buaya?" Levin terus menggeleng kepala.


"Kamu pikir kita ternak binatang sayang? Aku masih belum mau berbagi, sudah titik." Levin memeluk Queen dan mengarahkan ke pelukannya.


"Hadeeehhhh aku padamu Levin sayang." Kini Queen yg mencium Levin.


"Besok aku ikut temenin kamu di kantor sampek pulang. Aku gak mau dia itu nyulik kamu." Levin tak menjawab dia hanya tersenyum melihat sang istri sedang berada di titik paling ujung. Di mana dia bisa menerkam siapa saja yg akan mendekati sang suami.

__ADS_1


Sekali lagi Levin tersenyum memandang istrinya tertidur.


"I Love you Queensya Baganta."


__ADS_2