Sahabat?

Sahabat?
Bab 67


__ADS_3

"Assalamualaikum." Panggil seorang laki laki dari balik pintu yg masih tertutup rapat.


"Siapa ya?" Tanya Cinta dari dalam rumah sambil beranjak ke arah pintu.


"Ini kak Mae Cin." Kini suara kakaknya terdengar yg membuat Cinta mempercepat langkahnya.


Ketika pintunya di buka oleh Cinta. Betapa terkejutnya Cinta saat melihat lelaki yg datang bersama kakaknya itu.


"Mas Rendi." Ucap Cinta lirih.


"Lo kenal dek?" Tanya Mae penasaran.


"Dia kakaknya Rico kak...." Sebelum menyelesaikan kalimatnya sudah di potong oleh Mae.


"Oh pacarmu dulu itu?" Jawab Mae kenceng yg membuat Rizal penasaran siapa yg datang.


"Siapa yang?" Tanya Rizal dari arah dalam.


"Oh calonnya kak Mae mas." Teriak Cinta.


"Suruh masuk yang."


"Iya."


"Kak tolong jangan sekali sekali sebutin nama Rico ya. Suamiku cemburuan." Bisik Cinta lalu mengajak kakaknya masuk.

__ADS_1


Setelah sudah di dalam Rizal menghampiri mereka dan ikut bercengkrama. Setelah itu mereka membicarakan tentang acara pernikahan yg di laķsanakan. Mae dan tunangannya pamit pulang. Rizal dan Cinta pun keluar karena Cinta ngotot pengen minta makan di rumah Rizal.


"Mama inggrit ma.... mama." Teriak Cinta dari luar rumah.


"Masuk aja sayang. Mama pasti ada di dalam." Ajak Rizal.


Mama Rizal keluar rumah ketika namanya di panggil. Tapi betapa terkejutnya dia karena yg memanggil adalah menantunya sendiri.


"Ada apa sih sayang manggil manggil gitu dari depan gerbang?" Tanya Mama Rizal saat sudah mendekat pada menantunya.


"Ma, Cinta gak masak maunya minta makan di sini." Rengek Cinta.


"Ya sudah ayo masuk. Kamu kurus sekali sayang?"Tanya mama Rizal.


"Ya ampun fitnah ma. Barusan aja Rizal bikinin nasi goreng." Jawab Rizal ketus.


Sedampainya di meja makan Cinta langsung mengambil piring dan menyendokkan nasi di piringnya. Dengan cepat Cinta menyodorkannya pada Rizal.


"Mas suapin."Rengek manja Cinta membuat Rizal geleng geleng kepala.


"Udaaahhh suapin bini satu satunya tu." Goda bang Rama.


"Ya elah bang seneng bener kayak e yg punya bini 2." Kata Rizal sambil menyuapi Cinta dengan telaten.


"Iya dong apa lagi akur kaya gini."

__ADS_1


"Inget ke Bandung lo bang. Pembukuannya kan sudah Rizal kasi." Suryh Rizal.


"Baik boss."


"Jadi anak buahku lo harus disiplin juga nurut bang. Kalo enggak nanti anak lo mau lo kasi makan ala?" Tanya Rizal.


"Ya makan bubur mas. Ya kali bayi udah punya gigi makan nasi." Jawab Cinta ngasal.


"Ah kamu yang, makan aja. Gak kenyang kenyang perasaan."


"Istrimu hamil Zal?" Tanya bang Rama.


"Gak tu bang. Emang kenapa?"


"Manjanya ngelebinin Angel yg lagi bunting." Bisik Bang Rama.


"Ma... mama sini deh." Panggil Rizal.


"Apa sayang?" Tanya mama Rizal saat sudah ada di dekat meja makan.


"Ma jangan suruh Cinta ato Rizal cepet cepat punya anak ya. Rizal nunggu sedikasihnya. Biar pun itu lama, Rizal sabar menunggu ma. Jadi tolong jangan suruh Rizal nikah lagi. Gak kuat ma." Kata Rizal sambil memegang tangan mamanya.


"Iya iya. mama janji gak akan minta cepet cepet ke kalian. Emang kenapa?" Tanya mama Rizal.


"Noh mantumu yg paling cantik sepagian ini tingkahnya aneh. Minta di manja mulu. Gara gara terus kepikiran mama bakalan nyuruh Rizal kawin lagi." Ucap Rizal jengkel.

__ADS_1


__ADS_2