Sahabat?

Sahabat?
Bab 29


__ADS_3

Rena dan bang Rama akhirnya datang juga membuat Cinta risih melihat penampilan sahabatnya ini.


"Ma mama Inggrit liat noh calon mantu, kenapa bisa berantakan gitu sih? Di biarin lagi ngerem di kandang buaya." Cinta mengadu.


"Cinta diem napa, suek banget lu punya mulut." Rena melempar bantal ke arah Cinta.


"Udah yang jangan di zholimin kasian mereka korban grebekan masa." Bang Rama malah membuka rahasia Cinta dan Rizal.


"Grebekan masa? Maksudnya yang?" Tanya Rena yg membuat Cinta mendaratkan jitakan di kepala abang iparnya itu.


"Lo percaya sama ni buaya? Bego berarti lo Ren. Ren lo rencana kuliah di mana?" Tanya Cinta mengalihkan pembicaraan.


"Gak tau Cin, kalo lo kuliah di mana?"


"Kalo gue pengennya sih kuliah kedokteran tapi balik lagi ke Rizal. Gue mah sekarang terserah dia." Kata Cinta melempar tatapan pada Rizal.


"Kok terserah Rizal?" Rena penasaran.

__ADS_1


"Ya gara gara gue kepergok ke kamar ni bocah malem malem jadinya gue di suruh buat menata masa depan kunyuk satu ini. Ya dengan membiayai kuliah dia salah satunya." Kawab Rizal enteng.


"Waduh, harus udah molai kerja dong lu. Gak mungkin kan lo minta ortu lo buat biayain kuliah Cinta juga."


"Yang kamu tau gak cafe depan kampus itu? yg biasa kita janjian." Tanya bang Rama.


"Iya tau yang kenapa?" Tanya Rena.


"Itu cafe milik Rizal, kemarin aku sama papa ke sana. Tadinya aku sama papa gak tau kalo itu milik Rizal. Tapi setelah di jelasin panjang lebar oleh pak Herman, ternyata Rizal yg punya. Rizal itu sekarang jadi pemuda terkaya di negri ini dengan usahanya itu Rizal sudah mendirikan 3 cabang cafe di tempat yg berbeda. Terus bulan depan juga mau kerja sama sama papa. Rizal bangun cafe di area hotel yg baru papa buka." panjang kali lebar kali tinggi bang Rama menjelaskan namun masih menimbulkan pertanyaan dari Rena tunangannya.


"Terus kenapa Rizal gak cerita selama ini ke keluarga?" Tanya Rena lagi.


"Kalian niat kawin lari?"


"Iya Ren tapi gak jadi." Jawab Cinta bersandar di punggung Rizal.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Ya karna gue sama Michel gak jadi tunangan." Jawab Rizal sekenanya.


"Apa hubungannya?"


"Nanya mulu lo Ren capek gue ngejawab. Udah ah yuk yang makan leper gue, abis itu pulang kerjain tu soal yg kemaren lo gak bisa. Kayaknya besok try out keluar deh." Ajak Rizal.


"Yang? Sejak kapan?" Tanya Rena semakin penasaran.


"Sejak nenek lo kemana mana bawa gayung. deh kagak kelar kelar ngurusin ni anak." Rizal peranjak ke meja makan yg sudah penuh dengan makanan.


"Ma kenapa masak banyak? Mau ada acara apa?" Tanya Rizal.


"Buat nyambut calon besan. Bersih bersih sana kalian bentar lagi keluarga Renata datang."mama Inggrit menyuruh anak anaknya untuk mandi dan menggunakan baju yg sudah di siapkan.


"Cinta mandi di sini aja itu bajunha sudah di siapin tadi sama abang. Buat Rizal juga ada." Kata mama Inggrit.


"Yang mandi bareng yuk." Ajak Rizal membuat Rena menepuk keningnya.

__ADS_1


Rizal dan Cinta menaiki anak tangga menuju lantai 2 di mana kamar lama Rizal berada. Di atas ranjang terdapat 2 kantong yg kata mama Inggrit di siapkan oleh abang iparnya. Rizal dan Cinta mandi bersama, selesai mandi Rizal mengambil baju yg terdapat di dalam kantong. Cinta memakai baju kebaya warna merah senada dengan kemeja yg di kenakan Rizal. Dengan bawahan batik warna dasar hitam dengan motif berwarna putih sangat cocok dengan kulit putih cinta, meski tak seputih orang cina. Rizal menggunakan bawahan celana kain warna hitam membuatnya makin ganteng. Setelah selesai bersiap lalu Cinta dan Rizal turun di mana para keluarga berkumpul. Cinta kaget karena di antara orang orang berkumpul ada pak ustad yg menikahkannya waktu itu. Ada pak Rt dan pak Rw yg pernah menjadi saksi nikahannya. Dan kedua tetangga depan menjadi saksi juga.


__ADS_2