Sahabat?

Sahabat?
Bab 85


__ADS_3

Acara aqiqahan pun sudah berjalan dengan lancar semua tetangga yg di undang pun berkumpul untuk memotong rambut putra putri kecil itu. dengan terus menggemakan sholawat satu persatu orang mencukur sedikit rambut si baby.


Ya nabi salam 'Alaika


Ya Rosul salam 'alaika


Ya habib salam 'alaika


Sholawatullah 'alaika


Ya nabi salam 'alaika


Ya Rosul salam 'alaika


Ya habib salam 'alaika


Sholawatullah 'alaika

__ADS_1


Asroqol badru 'alaika


fakhtafat minhul buduru


Mistla husnik ma roaina


qottu ya wajhas sururi.


Hingga tamu tamu habis bergantian mencukur ketiga bayi itu.


"Nama anak kalian kenapa gak di samain aja sih?" Protes papa Rizal.


"Kleine dan Levin merupakan sebuah pengingat pa. Saat hamil kedua putra kami Cinta pernah terjangkin syndrom kleine-levin. Sebuah Syndrom langkah namun dapat di lalui berkat usaha kita semua juga yg terpenting adalah kehendah Allah pa." Rizal mengingatkan kedua orang tuanya.


"Terus Queensya panggilannya siapa ini?" Tanya pak Herman selaku orang tua Angel.


"Queen aja pa. Oh iya pa ma besok Anggel sama mas Rama nginep di sana selama seminggu." Kata Angel membuat Rena terkaget karena pasti akan mengajak putrinya.

__ADS_1


Melihat expresi Rena Cinta dan Rizal saling senggol. Rizal merasa kasihan dengan keadaan Rena karena abangnya. Ingin rasanya Rizal memukul abangnya. Tapi gak bisa di pungkirin kalo abangnya punya 2 mertua.


"Ren lo bisa pulang ke rumah orang tua lo kalo lo mau. Lo juga udah lama gak pulang kan? Kasian orang tua lo." Kata Rizal sedikit meninggikan nada suaranya.


"Bang cerein aja Rena kenapa sih? Makin gak tega gue sama nasib dia. Lo ma mbak Angel terus mepet mepet dengan alasan anak. Lah Rena bang? Ini semua juga salah elo bang. Lepasin dia biar dia cari kebahagiaan dia sendiri." Celetuk Cinta membuat semua terdiam.


"Rena akan ikut sama embak dek gak usah hawatirin itu. Queen juga anak Rena." Jawaban Angel membuat Cinta semakin geram.


"Lo ternyata egois juga jadi orang ya mbak. Nyessel gue selama ini belain lo. Lo pikir dikit perasaan Rena, Rena itu berusaha tersenyum di depan kalian semua. Tapi kalian itu buta akan hati kecil Rena yg tersiksa. Sekarang gini aja dah, Cinta gak mau bahagia di atas penderitaan sahabat Cinta. Rizal mulai sekarang kita pisah. Dan lo Rena lo mending pisah sama bang Rama. Lo pertahanin kebahagiaan orang tapi lo singkirin kebahagiaan lo sendiri." Ucapan Cinta sontak membuat ribut para orang tua.


"Gak bisa gitu dong yang. kenapa jadi Rizal lagi sih yg harus menerima resiko yg abang buat. Liat kalian semua sampai menghancurkan rumah tangga Rizal. Rizal gak akan pernah maafin kalian semua. Terutama lo bang. Gua muak sama lo!!!" Amarah Rizal memuncak dan membuat semua diam.


Rizal keluar dengan mengendarai motor yg sudah lama hanya terparkir di parkiran. Orang tua Rizal menyalahkan Cinta dengan keputusannya. Namun Cinta sudah tak mau mengembil pusing akan mertuanya.


"Kamu itu harusnya bersyukur bukan malah minta pisah dari Rizal kaya gini!! Kalo ada apa apa sama Rizal papa akan ambil ke dua putra Rizal. Dan kamu Rena Jangan suka menghasut orang." Kata papa Rizal tersulut emosi.


"Papa yg harusnya sadar. Karena kalian nasib Rena seperti sekarang. Rena itu tidak bahagian dari dulu. Dan lo bang! Kalo lo gak bisa bahagiain Rena kenapa lo dulu hamilin dia? Inget bang wanita yg lo lukai hatinya itu dulu pernah merasakan hamil anak lo." Kata Cinta menunjuk ke arah abang iparnya.

__ADS_1


__ADS_2