Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Buat bayi


__ADS_3

Setelah mengetahui Ayu positif, Queen berjalan lemas ke kamarnya yang kini sudah pindah ke depan di mana dia dulu tidur semasih remaja. Queen menyusul sang suami dan duduk di depan meja rias dengan mengamati wajahnya yg bertopang dagu. Terlihat Levin baru keluar dari dalam kamar mandi dengan masih mengenakan handuk merah untuk menutupi area pinggang hingga lututnya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Levin sembari menciup puncak kepala Queen saat melewatinya.


"Mbak Ayu hamil Vin." Kata Queen yg kini sudah menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya.


Dengan cepat Levin mengganti bajunya sebelum memeluk sang istri yg di yakini sekarang tengah menangis.


"Ya itu rejeki mereka sayang, kamu jangan kaya gini. Nanti Tuhan marah lo kalo kamu merasa gak adil gini." Levin memeluk Queen dari belakang yg masih belum mau menunjukkan wajahnya.


"Mbak ayu beruntung banget ya. Hmm Vin aku butuh kasih sayang." Kata Queen manja seraya membalikkan badan dan memeluk intens suaminya.


"Iya sayang, aku sangat menyayangimu. Kamu mau baby juga?" Kata Levin dan Queen hanya mengangguk. "Ya udah ayo buat." Kata Levin lagi dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Queen melepas pelukannya lalu dia berjalan keluar kamar. Levin tak menanyainya, tapi hanya melihat punggung Queen dengan pertanyaan yg tak pernah terucap. Levin melanjutkan bersiap ke kantor yg sudah hampir di kuasai olehnya.


Di dapur Queen sibuk mencari cari barang yg tak tau untuk apa. Cinta hanya melihat Queen tak berani menanyai karena dia tau hati sang putri kini tengah terguncang. Setelah menemukan apa yg dia cari, Queen menaruhnya di dalam wadah yg cukup untuk barang barang itu. Queen membawa ke kamar yg di ikuti oleh Cinta dan Rizal yg memperhatikan dari tadi.


Di dalam kamar Levin yg tengah menyisir rambutnya pun di buat heran sekaligus kaget oleh sang istri. Gimana tidak heran dan kaget, Queen membawa telur dan tepung yg sudah di campur gula ke dalam wadah lumayan besar ke kamar. Cinta juga heran apa yg akan di lakukan Queen dengan itu di dalam kamar? Apa mungkin dia akan membuat masker wajah? Tapi tepung mungkin sekilo dan juga gula sekilo dan telur entah berapa itu terlalu banyak.


"Mau buat apa tepung itu kamu bawa masuk ke dalam kamar?" Tanya Levin terkejut.


"Buat anak" Jawab Queen singkat membuat Cinta dan Rizal membelalakkan matanya.


"Bisa." Jawab Queen singkat.


"Caranya?" Levin di buat semakin penasaran namun Cinta dan Rizal malah menepuk kening mereka.

__ADS_1


"Aku gak kenal siapa mereka mas." Kata Cinta seraya melirik ke arah suaminya.


"Aku juga gak kenal. Ini otak mereka lagi gak waras, Apa kita yg kurang update kalo anak bisa di buat dari tepung?" Kata Rizal membuat Cinta membelalakkan matanya.


"Auk ah gelap. Beresin itu anak anak tersayangmu." Ucap Cinta melangkah masuk ke dalam kamar sang putra.


"Sayang buat apa?" Tanya Cinta pada Queen yg sedang mengaduk aduk tepung dan di campur telur dengan ke dua tangannya juga di bantu dengan Levin.


"Buat anak ma, Kali aja jadi. Levin juga bantuin kok." Jawab levin tak kalah membuat Cinta pusing kepala.


"Mending kalian ke Bandung atau ke Bali sana. Kalo perlu keluar negri." Kata Cinta kesal.


"Untuk apa ma?" Kata Queen yg masih mengulek ngulek adonannya.

__ADS_1


"Buat kalian bulan madu. Jangan kaya gini lagi, rugi mama ini. haiiiissss lihat lah apa yg kalian lakukaaaaannnn. Habis tepung mama sama gula ini. Telur tinggal itu malah di ceplok, haduuuuuhhhhh." Kata Cinta seperti orang mau nangis karena jengkel.


"Horeeeee" Teriak Queen kegirangan.


__ADS_2