Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Hari Naas Queen


__ADS_3

Malam berlalu dengan hawa dingin yg dibawa oleh sang hujan. Levin yg kembali mengeratkan pelukan pada Queen pun memaksa sang istri untuk ikut memejamkan mata bersama setelah sholat subuh mereka. Levin yg terlihat sangat garang di luar, tapi selalu menjadi bayi kembali ketika sedang berduaan dengan Queen. Semenjak Levin sakiit saat kecil yg di rawat oleh dokter kecil Queen pun berjanji pada dirinya sendiri. Aku hanya akan menjagamu dan hanya kaulah gadis yg aku mau di masa depan. pikiran Levin kecil yg terus terpatri dalam hati hingga menjadi Levin dewasa.


"Vin, kenapa manja gini sih? bisa bisa gak bangun nanti kita ini." Queen mencoba melepaskan pelukan sang Arjuna yg semakin mengeratkan pelukannya.


"Ijinkan aku seperti ini sehari saja Queen." Levin membenarkan tidurnya dengan mata tertutup.


"Laper Vin." cicitan sang istri membuatnya membuka mata dan melirik jam di atas nakasnya.


"Udah jam 11?" Tanya Levin sambil terlonjak turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.


"Levin apaan sih?"


Queen merapikan tempat tidur dan menyiapkan baju ganti untuk Levin sembari menunggui sang suami berada di kamar mandi. Levin keluar dari kamar mandi yg terlihat lebih segar setelah mandi. Entah dari mana datangnya keberanian Queen untuk memeluk suaminya dari belakang ketika sedang mengganti bajunya.


"Jangan mencoba membangunkan singa lapar Queen. Aku sudah di tunggu Mario di cafe ini." Levin memakai bajunya dan membiarkan Queen melepas pelukannya.


Queen terduduk lesu di pinggiran ranjang dengan memeluk baju ganti untuk suaminya yg ia siapkan. Levin masih belum memperhatikan Queen karena sibuk bersiap. Selesai bersiap Levin memilih meninggalkan Queen sendirian di kamar. Tidak, Queen saat ini sedang sendirian di rumah. Karena Cinta dan Rizal mengajak Billa belanja bulanan sekaligus refreshing. Sedangkan Kliene dan Ayu main ke rumah orang tua Ayu yg menjadi rutinitas mereka di hari minggu.


Queen diam dan mencoba berfikiran positif dan berjalan tertatih kekamar mandi. Sedangkan Levin berjalan terburu buru memasuki cafe milik papanya yg di kelolah penuh oleh sang Franchise. Dan tak memikirkan Queen apakan dia aman di rumah sendirian.


"Haduh pak boss sudah sejam lebih saya nunggu." Protes sang tangan kanannya.

__ADS_1


"Sorry sorry tadi beneran kebablasan tidur gue, gimana keadaan di sana? Aman terkendali kan?" Tanya Levin dengan membolak balikkan kertas yg di bawa oleh sang asisten.


"Aman pak boss, malah sekarang rada keteteran karena semakin rame. Boleh gue nambah karyawan lagi 2?" pertanyaan yg membuat Levin menoleh ke pada pemuda di depannya.


"Emang sih, kalo di liat dari penjualan beberapa bulan ini tampak mulai rame lagi. Ya kalo memang di butuhkan silahkan saja. Ingat jangan asal dalam perekrutan, Gue juga gak mau rugi." Kekeh Levin pelan.


Sedangkan Di rumah Queen mandi dan berendam dalam waktu yg lumayan lama. Saat Queen menikmati mandinya tiba tiba dia mendengar pintu kamarnya di buka seseorang.


"Cepet banget Levin pulangnya." Gumam Queen sambil mengambil handuk dan di lapisi handuk komononya.


Queen membuka pintu kamar mandi, dan betapa kagetnya Queen melihat Alex yg sudah telanjang dada sedang tiduran di atas ranjang di kamar Queen.


"Gak usah sok suci Queenesya, Lo gue sudah tau bahkan semua orang tau kalo lo itu anak haram. Jadi gak masalah dong lo sama gue bikin 1 aja." Alex mendekati Queen tapi Queen malah menjauhinya.


"Jangan gila Alex!!! Kalo pun mami gue ngelakuin kesalahan. Tapi jangan harap gue juga akan melakukan kesalahan!!! Keluar Alex!!" Teriak Queen mengusir Alex namun aleh malah menyerangnya.


"Alex!!! Kau apakan putriku!!!" Geram Rizal dengan tangisan yg bercampur dengan amarah.


Cinta dan Billa yg melihat kejadian itu pun juga menangis dan menghampiri Queen. Cinta menyelimuti tubuh Queen yg berantakan tak mengenakan apa apa itu. Queen menangis lemah. Queen menangis dalam pelukan mamanya.


"Levin mana?" Tanya Cinta namun Queen hanya menangis lemas.

__ADS_1


"Billa telfon abangmu dan suruh pulang sekarang juga!" Perintah Cinta dengan masih memeluk Queen.


"Bang, abang di mana? Cepet pulang. Queen dalam masalah." Mendengar itu Levin langsung pulang dengan mengabaikan Mario yg sedang menjelaskan proposan pada cliennya.


Rizal langsung menghubungi polisi setelah mendapatkan pemerkosa putrinya. Dalam keadaan yg sangat mengenaskan karena babak belur di hajar oleh Rizal. Polisi datang sebelum Levin pulang ke rumah. Alex di bawa ke kantor polisi, dengan tuduhan pemerkosaan Rizal berharap Alex di hukum dengan seberat beratnya.


Sedangkan Cinta membantu Queen membersihkan diri. Bukan tanpa alasan Cinta membantunya mandi, Cinta tak ingin Queen sendirian dam melakukan hal tak di inginkan lagi. Kedatangan Levin bersamaan dengan kedatangan Rara bersama Rena dan Rama.


"Dasar ******, Kau menggoda calon suamiku tapi kau pura pura menjadi korban. Sekarang lo penjarain Alex, Maksud lo apaan ******!!!" Rara menangis histeris di depan pintu rumah Rizal.


"Kalo lo gak bisa tutup mulut lo, Gue bisa sumpal mulut lo dengan keset" Geram Levin mendengar istrinya di hujat habis habisan.


"Mendingan lo ajarin istri lo biar gak sembarangan memasukkan laki laki lain!!!"


Plak


Plak


Dua tamparan yg di layangkan pada Rara karena kelancangan mulutnya. Levin benar benar sudah di atas batas kesabarannya.


"Alex yg kurang ajar, Bukan Queen yg merayu Alex." Kata yg keluar dari mulut Rizal membuat Levin tak mampu berkata kata lagi dan langsung masuk ke dalam rumah mencari sang istri.

__ADS_1


__ADS_2