
Pagi hari Cinta dan Rizal bersiap untuk ke sekolah. Rizal terus mengembangkan senyuman di bibir membuat Cinta merasa takut. Sesekali Cinta bergidik saat melihat Rizal. Sampai di meja makan Rizal seperti orang gak waras.
"Mama coba liat anakmu, kayaknya kesambet deh. Pagi pagi kenapa dia nyengir nyengir sendiri sih. Takut Cinta ma." Kata Cinta membuat Rizal geleng kepala.
"Enak aja, Lo pikir gue kesambet? Iya gue kesambet. Kesambet cinta lo."Kata Rizal kembali tersenyum namun kali ini tak sendiri tapi bareng dengan keluarga yg lain.
"Pagi pagi pengantin baru udah gombal aja sih. Sarapan woe sarapan." Timpal bang Rama.
"Kenyang gue kak, makan cinta lauk sayang dari Cinta Lashifa pagi ini." Kembali Rizal membuat malu Cinta.
"Rizal kamu ini jangan godain Cinta terus, liat itu udah merah wajahnya." Kata mama Rizal dengan senyuman.
"Kayaknya semalem dapet jatah itu ma." Papa Rizal tak mau kalah.
"Jatah apaan, ngerjain soal ulangan aja sampek jam 11. Selesainya malah di tinggal tidur." Ucap Rizal dengan perubahan mimik wajah yg cepat berubah membuat semua tertawa.
"Ya salah sendiri lo jam 10 baru buka buku." Timpal si Cinta.
"Ya apa gue buka baju lo aja ya jam segitu." Lemparan sendok dari Cinta membuat Rizal mengaduh.
__ADS_1
"Udah ah ayok berangkat entar telat. Ma pa Cinta berangkat." Cinta pamit dengan mencium tangan mertuanya.
"Hati hati ya sayang bawa motornya." kata mama Rizal membuat Cinta berhenti mendadak yg membuat Rizal menabraknya sampai jatuh.
"Bego sakit tau." Kata Cinta yg jatuh hampir menabrak meja.
"Ya elo sih berhenti mendadak, sini biar gue gendong. Yang mana sakit?" Tanya Rizal sambil menggendong Cinta.
"Lutut gue tapi udha gak apa apa. Kita naik motor lagi?" Tanya Cinta.
"Iyalah, tunggu abang punya duit buat beli mobil sendiri ya sayang. Sekarang masih untuk modal beli rumah entu." Rizal menunjuk rumah di depan rumah Cinta yg ada tulisan di jual.
"Lo gak suka manggil gue abang? Terus lo mau manggil gue apaan?" tanya Rizal masih di garasi.
"Emang lo kang cilok gue panggil abang buahahahaha." Cinta masih setia dengan tawaanya sampai membuat mertua dan abang iparnya keluar.
"Kalian ini belum berangkat? Tapi malah ketawa ketawa di sini. Malu sama tetangga nanti di sangka gila lo kalian." tegur mama Rizal.
"Ini ma Rizal minta di panggil Abang ya kali dia kang cilok di panggil abang. Yg kerenan dikin napa Zal." Cinta sambil mengelap air matanya yg keluar di sudut matanya.
__ADS_1
"Ya udah deh sayang gitu, kan keren tu. iya gak bang." Kata Rizal melempar tanya ke abangnya.
"Ya kali gue kang Cilok lo panggil abang." Kini bang Rama seperti cewek yg lagi PMS marah marah gak jelas buat ketawa orang yg mendengarkan.
"Ya abang mau gue panggil sayang juga?" Goda Rizal pada abangnya.
"Cih Najis. Udah abang aja, kang cilok kang cilok dah." Kata bang Rama pasrah.
Cinta Rizal bang Rama juga papa Rizal berangkat. Kini tinggal mama Rizal sendirian di rumah. Setelah semua berangkat mama Rizal masuk ke dalam Rumah dan merapikan rumah di barengi dengan seorang pembantu rumah tangga.
Sesampainya di sekolah Cinta dan Rizal di sambut oleh kedua sahabatnya. Rizal dan Cinta sepakat untuk tidak menceritakan pernikahannya kepada siapapin termasuk sahabat sahabatnya ini.
"Akhirnya kalian barengan lagi. duh senengnya. Kalian udah baikian?" Tanya Nadia.
"Emang kita berantem, di bilang baikan? Kita gak berantam lagi cuma menjaga ja..." Kalimat yg menggantung akibat Cinta melihat Rizal langsung di sosor oleh cewek cantik model Michel.
"Maaf ya kemarin gue ke Jogja makanya gak kerumah lo sayang." Kaliat renyah membuat Rizal melirik ke arah Cinta.
"Ke kelas yo Cin." Ajak Rena.
__ADS_1