Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Menyendiri


__ADS_3

Jam istirahat berlalu begitu saja, Billa masih tetap setia dengan cemilan dan novel yang dibelikan Levin kemarin. Jam pelajaran Matematika biasanya Billa tidak pernah absen, tapi hari ini hanya ada tas yang menempati bangku Billa. Aris terus menoleh ke belakang karena keberadaan Billa itu sebuah pelengkap untuk Aris. Tapi hari ini dari jam pertama Billa sudah menghilang entah kemana. Aris minta ijin untuk ke kamar mandi karena gak mungkin untuk ijin mencari Billa.


Di langkahkan kakinya ke sudut sekolahan yang jarang terjamah oleh siswa lain karena di kata angker. Billa bukan seorang penakut meski dia tidak pandai mengerjakan pekerjaan rumah. Benar saja Aris mendapati Billa duduk di pojokan asik mendengarkan lagu dari hpnya menggunakan headset membaca novel dan tangan satunya sibuk menyuapkan cemilan ke dalam mulutnya. Tanpa bsrfikir panjang lagi Aris langsung duduk di samping Billa dan ikut memakan cemilan Billa.


"Ngapa lu kemari? Sekarang matematika lo." Kata Billa menoleh kaget ke arah Aris.


"Lu aja yang gak masuk dari pagi gue gak masalah. Kenapa lu resek gue cabut jam emteka?" Jawab Aris santai mengambil cemilan Billa lalu memakannya.


"Darimana lu tau gue di sini?" Tanya Billa heran masih dengan posisi saat kaget.


Aris menepuk dadanya lalu berkata "Gue gitu loh" Bangga Aris telah menemukan Billa.

__ADS_1


"Cih" Billa berdecih lalu membenarkan posisinya mencari kenyamanan untuknya.


"Bill, lu pernah cemburu gak?" Tanya Aris membuat Billa kembali menoleh ke arahnya sekali lagi.


"Heh?" Reaksi Billa membuat Aris menghentikanya memakan cemilan Billa.


"Bill, gue gak tau ya. Lu beneran suka sama gue atau cuma sekedar pelarian lu dari ponakannya Bude Mae yang gak di restui mama lu. Tapi yang gue tau, gak ada lu di deket gue itu udah buat gue ngerasa kosong. Kek ada yang hilang tapi gak ngerasa memiliki, kek ada rasa kangen tapi belum Cintak. Gimana dong?" Aris terus nyerocos sedang kan Billa kembali pada Novelnya namun tetep mendengarkan Aris.


"Lu niat gombalin gue Ris?" Tanya Billa yang masih focus pada bacaanya.


"Gue benci penyesalan Ris, makanya pertahanin lu adalah kewajiban gue." Kata Billa dengan gaya cueknya membuat Aris gemes dan gak sanggup lagi menahan tawa.

__ADS_1


"Ppffff, berjuang sama sama ya. Jangan kaya Raden Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang atau Dayang Sumbi dan Sangkuriang ya. Perjuangan lelaki itu di anggap permainan saja." Kata Aris mengingat cerita sejarah tadi.


"Hei Aris, aku Billa dan kamu Aris. Gak ada hubungannya dengan mereka berdua. Kalo lu berjuang gue bertahan, tapi kalo lu khianat gue menghilang." Kata Billa membentak Aris.


"Ya gu tau itu, lu benci penghianatan. Percaya sama gue ya." Kata Aris yang sedikit serius.


"Ogah Ris." Jawab Billa malas.


"Kenapa?" Tanya Aris bingung.


"Percaya sama lu sama dengan musrik. Gue cukup percaya sam Allah." Kata Billa dengan memukul buku di tanganya di kepala Aris yabg masih setia bersandar di pundaknya.

__ADS_1


"Ya y a anda maha benar nona Salsabilla." Jawab Aris kembali meraih cemilan Billa.


"Anda benar tuan Aris Khoirul Anam." Kata Billa merebut cemilan yang tinggal sebungkus itu.


__ADS_2