Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Billa lagi?


__ADS_3

Malam sekali Queen dan Levin sampai di rumah, Setelah mandi dan mengganti baju rumahannya. Queen dan Levin ke dapur untuk mencari makanan. Queen sangat bahagia ketika menemukan pisang rebus yang masih hangat di atas meja yang di tutupi dengan tudung saji. Sedangkan Levin harus kecewa karena lauknya hanya tersisa tempe dan sayur nya hanya tersisa kuah tanpa ampas.


"Ya Allah, siang makan enak malam makanannya kenapa bikin emosi sih?" Gerutu Levin meski sambil menyuapkan nasi ke mukutnya.


"Jangan di makan dulu Vin, Aku buatin kamu lauk dulu. Mie mau?" Tanya Queen yang merasa kasian pada suaminya.


"Mau, dengan syarat kita makan sepiring berdua." Kata Levin menggoda Queen dengab syarat anehnya.


"Mau niru mama sama papa? udah gak jaman romantis romantisan kaya gitu Vin." Ejek Queen yg merasa cara itu sudah kuno. Terlebih sudah di gunakan oleh sang mertua.


"Kemesraan ala Rosulullah itu gak ada yg ketinggalan jaman sayang. Semakin kita ikuti jejaknya, kita akan mendapat pahala dan surga jaminannya jika kita meneladaninya. Inget sunah Rosul itu banyak jenisnya, Jangan cuma malam jumat doang ingetnya." kini Giliran Levin mengejek sekaligus mengingatkan istrinya bahwa meneladani Rosulullah itu sangatlah penting.


"Iya maaf, ya sudah aku mau makan bareng sama kamu." Jawab Queen yg tak sadar sudah menggunakan bahasa aku kamu.

__ADS_1


"Bahasanya jangan ganti lagi ya. Aku kamu aja bisr makin mesrah." Levin mencolek dagu istrinya yang sedang memotong sayur hijau.


"Jangan cuma di colek dong sayanh. Cium lah biar tambah enak makanannya di tambah bumbu cinta." Kata Queen yg membuat Levin tersenyum geli.


"Pinter goda ya." Kata Levin sambil mencium pipi istrinya.


"Jangan di dapur juga kali mesra mesraanya. Inget apa ada anak di bawah umur yg masih jomblo, Entar kalo pengen gimana coba." Protes Billa yg nyelonong masuk dapur untuk mengambil air.


"Perasaan Billa mulu yg gangguin kita sayang. Heran deh, Gak di bali gak di rumah tetep aja Billa yg gangguin." Mendengar grutuan sang abang, Billa menjadi tersedak air yang di minumnya.


"Lo gangguin gue bikin jalan ponakan lo pakek acara gedor gedor segala. Udah gitu maksa buat masuk, Ya wassalam gagal."


Bukannya minta maaf, Billa malah tertawa terbahak bahak sampai Rizal keluar dari kamar bersama Cinta sang istri.

__ADS_1


"Hahahaha trus trus bang? Abang pusing gak?" Tanya Billa menggoda.


"Bukan pusing tapi emosi." Ucap Levin kesal.


Mendengar perkataan Levin, Queen malah memukul mukulkan penggorengan dengan sendok goreng dengan sengaja karena kesal.


"Sayang, itu penggorengannya gak salah lo jangan di pukul pukul." Goda Cinta yg ternyata menyaksikan perdebatan kecil mereka.


"Maaf ma sengaja,," Queen menjeda omongannya dengan menuangkan masakamnya kedalam piring.


"Kalo wajannya gak boleh di pukul, apa wajah Levin boleh di pukul Ma? Secara antara wajan dan wajah hanya beda sehuruf aja." Lanjut Queen dengan sendok penggorengannya di arahkan pada kepala Levin.


"Hahaha boleh boleh dengan senang hati." Kata Rizal dengan tertawa puas melihat tingkah putra putrinya yang tak berubah sedikitpun selain setatus tentunya.

__ADS_1


"Jangan lah dpsa menganiaya suami." Kat Levin dengan menyilangkan tangan di depan wajahnya.


"Aset ini sayang buat bekerja menarik investor." imbuhnya lagi.


__ADS_2