Sahabat?

Sahabat?
Bab 79


__ADS_3

Malam itu Rizal tengah mengaji untuk buah hatinya. Cinta yg tadinya tertidur jadi terbangun karena merasa lapar.


"Mas, Pengen bakso tulang sapi yg di pasar senggol." Kata Cinta membuat Rizal berhenti sejenak mengajinya lalu melanjutkan lagi.


"Mas gak sayang sama Cinta ya?" Tanya Cinta sambil memegang tangan Rizal.


"BATAL. sayang mas lagi mengaji, kamu pegang kan batal jadinya sayang." Ucap Rizal sedikit menaikkan nada suaranya.


Cinta hanya diam saja dan Rizal segera pergi mencari apa yg di mau istrinya. Karena Rizal pergi, Cinta keluar rumah dan duduk di ayunan yg ada di rumah orang tuanya. Jam masih menunjukkan di angka 8 malam. Cinta yakin orang tuanya belum tidur. Tapi kenapa rumahnya sepi dan gelap. Cinta diam duduk di ayunan depan rumah orang tuanya.


Rizal datang dengan membawa 2bungkus bakso tulang yg di mau Cinta. Dengan bersemangat Rizal membawa 2 mangkok bakso itu ke dalam kamar. Namun Rizal tak menemukan Cinta. Rizal mencari ke dalam kamar mandi namun tak menemukannya. Bahkan ke dapur ataupun ke area kolam renanh juga Rizal tak menemukan Cinta.


Rizal mengingat kembali kejadian dulu saat Cinta hilang, Cinta malah tidur di kamarnya di rumah orang tuanya. Saat melihat rumahnya gelap gulita. Rizal mengingat bahwa Keluarganya sedang menghadiri wisuda kak Mae di surabaya dan pasti menginap. Cinta gak mungkin ikut kan karena dia tadi ada di rumah dengannya.

__ADS_1


Rizal memilih ke rumahnya sendiri yg masih terbuka pintu depannya. Rizal melangkahkan kakinya memasuki rumah berlantai 2 itu. Rizal berjalan cepat ke arah kamarnya dulu dan mengabaikan panggilan Rama dan Angel yg saat itu ada di ruang tamu.


"Rizal kenapa kamu buru buru gitu. bilang sama mama ada apa?" Kini mama Rizal yg bertanya namun Rizal tak menjawab. Hanya butiran butiran air mata yg dapat ia keluarkan.


Rizal teringat dengan omongan Rico yg mengatakan. Dalam keadaan rapuh, dia lo dapetin. Dalam keadaan rapuh juga lo bakalan kehilangan dia.


Rizal hanya diam seribu bahasa dan mama Rizal semakin takut dengan apa yg terjadi. Mama Rizal memutuskan untuk membantu Rizal mencari Cinta. Mama Rizal yakin bahwa menantunya itu pasti tak ada di rumah. Karena sangat mustahil putra tersayangnya itu mengunjunginya tanpa Cinta.


Cinta hanya menunggu Rizal berhenti. Namun mama Rizal datang dan melihat Cinta. Cinta memberi kode untuk tak memberi tahu Rizal. Mertuanya tau dan hanya ingin tau apa yg akan di lakukan menantu dan anaknya itu.


"Cinta maaf tadi aku gak bermaksud untuk bentak kamu. Aku cuma pengen menyelesaikan ngajiku aja baru aku beliin bakso buat kamu. Sayang pulang dong, masak kamu nyusul orang tuamu ke Surabaya sih? Udah malem sayang." Rizal bermonolog sendiri.


Cinta hanya tersenyum melihat suaminya menangis. Cinta masih menahan tawa juga malu. karena Mertuanya juga menyaksikan itu. Rizal masih belum menyadari Cinta duduk di ayunan sampai dia berniat untuk tidur di teras rumah Cinta.

__ADS_1


"Jangan tidur di situ mas, nanti masuk angin. Entar Cinta yg repot." Mendengar itu Rizal langsung bangun dan menoleh ke arah ayunan.


"Ngapain kamu di situ sayang? Mas nyariin kamu dari tadi." Rizal memeluk Cinta ketakutan.


"Liatin orang nangis mas. Lagian Cinta cuma pengen duduk di ayunan mas. Di rumah kan gak ada ayunan." Terang Cinta.


"Ya udah besok kita cari ayunan kita pasang di depan rumah biar kamu gak bikin orang pusing nyariin. Sekarang kita pulang, baksonya keburu dingin."


"Mas udah beliin?" Tanya Cinta kegirangan


"Udah. makanya ayok pulang."


Melihat putra dan menantunya pulang ke rumahnya. Mama Rizal pun pulang ke rumahnya dengan senyuman yg terus mengembang.

__ADS_1


__ADS_2