
Siang ini Queen merasa kangen dengan ayahnya. Tanpa berpamitan pada Levin, Queen melangkah keluar rumah dan berjalan pelan ke arah rumah ayah dan bundanya. Queen tau kalau Rama bukan ayah kandungnya. Tapi selama ini Queen sudah menganggap Rama sebagai ayahnya, sama seperti Rizal. Tanpa ragu, Queen membuka gerbang rumah Rama yg sebatas dada. perlahan dan pasti Queen kini berada di depan pintu rumah Rama.
"Assalamu'alaikum ayah bunda. Ini Queen, Queen kangen ayah sama bunda." Queen mengetuk pintu rumah dengan membawa kue brownies kukus sebagai oleh oleh dari Bandung.
"Ngapain Lo ke sini? Ayah sama bunda gak kangen sama Lo. Lagian Lo gak nyadar nyadar sih!! Emak Lo yg pelakor itu juga sudah mengakui kalo elo anak orang lain. Bukan anak ayah, Jadi Lo jauh jauh dari rumah gue!!!" Kata Rara yg membukakan pintu.
"Tapi Ra, gue juga pernah ngerasain namanya jadi anak ayah dan bunda. Oh iya, gue juga bawain ini untuk ayah sama bunda. Pasti mereka seneng." Kata Queen memberikan kantung plastik berisi kue brownies kukus 2 kotak.
"Keluarga gue gak butuh apapun dari anak haram kaya Lo. Pergi jauh jauh dari sini. Rumah ini najis kalo Lo injek. bentar lagi gue pel semua pakek Aer 7x." Ketus Rara membuat Queen emosi.
"Jahat banget sih Lo sama gue Ra? Selama ini gue berusaha baik sama Lo tapi, Lo perlakuin gue kaya seekor anjing. Inget Ra, kita memang tidak sodara kandung. Tapi gak ada ceritanya mantan sodara atau dulu sodara gue sekarang siapa Lo. itu gak akan ada, Lo tetep gue anggep adek gue." Kata Queen mencoba meluluhkan hati Rara.
"Gue gak Sudi punya sodara kaya Lo, gue jijik sama Lo juga sama emak Lo yg pelakor itu. Gara gara elo dan emak lo, nenek gue menderita sakit mental dan kakek gue juga. Mending Lo pergi jauh jauh dari sini. dan ini bawa gue gak butuh!!!" Rara mendorong Queen sampai keluar pagar.
__ADS_1
Ketika Queen hendak mencoba masuk kembali karena melihat bundanya. Rara mendorongnya hingga jatuh ke jalanan kemudian melempar brownies bawaan Queen setelah membejek bejeknya.
"Hae ibu ibu, ini loh nyonya Levis Baganta. Anak haram dari seorang pelakor yg mengaku itu anak dari ayah saya. Dia mencoba merayu ayah sama bunda lagi, entah di mana urat malunya terpasang. Atau mungkin memang sudah tidak punya urat malu kali ya. Jangan jangan dia menikah setelah menjebak suaminya lagi." Ucap Rara dengan suara nyaring nya.
"Bang, itu queen. Tolongin bang." Ayu menunjukkan pada Kliene Queen yg sedang di kerumuni oleh ibu ibu kompleks.
"Kamu bangunin Levin, dan Abang bantuin Queen." Kliene emosi.
"Kebalik Abang, kalo Ayu yg bangunin Levin ya canggung lah masuk kamarnya. Ya Abang sama Queen udah biasa, Ayu kan mantan tunangan Levin bang. Malu" Ucap Ayu.
Ayu sedikit berlari menghampiri Queen yg masih terduduk di jalanan karena Rara menekan tubuh Queen.
"Lepasin." Ayu mendorong Rara.
__ADS_1
"Oh mau sok jadi pahlawan kesiangan Lo ya." Ucap Rara yg kini sudah tersungkur ke tanah.
"Ayo pulang Queen, lagian ngapain Lo ke rumah iblis ini." Kata Ayu membangunkan Queen yg tertunduk malu.
"Siapa yg berani ngelawan gue hah!!!" kata Rara menjambak rambut Queen dari belakang dan menyeretnya kembali ke hadapan ibu ibu kompleks.
"Berani menyentuh istri saya, mati kamu di tanganku." Levin yg langsung mencekik Rara dengan satu tangannya dengan penuh amarah.
"Levin jangan, lepaskan Rara. dia anak bunda satu satunya, gue mohon jangan sakiti hati bunda." Queen memegangi tangan Levin yg mencekik leher Rara.
Levin melepaskan cengkraman tangannya. Lalu memeluk Queen di hadapan orang banyak.
"Lihat drama yg sangat mengejutkan. Istrinya datang untuk menggoda ayah saya, dengan alasan beliau tetap ayahnya. dan suaminya datang mencekik saya tapi dengan sok polos dia wanita jalang ini meminta suaminya melepaskan saya. Hebat sungguh hebat kau Queensya. Dan gue pastiin Lo gak bakalan bisa merayu ayah lagi, apa lagi Lo meminta bagian dari kekayaan orang tua gue." kata Rara dengan penuh kebencian pada Queen.
__ADS_1
"Keterlaluan Lo Rara!!! Gue bisa pastiin suatu saat perusahaan dan kekayaan yg Lo bangga banggakan itu jatuh ke tangan gue. inget dalam perusahaan dan kekayaan. bokap Lo ada nama Alfan ahrizal selaku anak bungsu keluarga Brahman sofha. dan gue adalah putra yg akan menggantikan papa saya. Di sana gue bisa pastiin bahwa gue bisa mendapatkan saham terbesar di tangan bokap lo." Levin meninggalkan Rara juga kerumunan ibu ibu itu dan mengajak Queen pulang ke rumah.