Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Frizka Bangun


__ADS_3

Di sini sekarang, di rumah sakit Puri Bunda. Berkumpul menunggu Frizka yang sudah di nyatakan membaik dari dua hari sebelumnya. Frizka sudah tiga hari ini di rawat di rumah sakit ini. Seluruh keluarga akan berkumpul sepulang bekerja seperti saat ini. Billa baru datang bersama Rizal dengan membawa makanan rumahan masakan Cinta. Billa mendekati Frizka yang masih belum sadar meski selang selang yang menempel sudah di cabut oleh dokter.


"Friz, lu gak capek apa tidur terus? Capek gue terus terusan jengukin lu di rumah sakit. Badan gue pegel semua Friz tidur di sofa terus...."


"Kalo lu capek ya pulang sana!!" Jawab Frizka memotong omongan Billa sontak membuat semua orang terkejut.


"Frizka lu udah bangun?" Tanya Billa lagi sambil mnangis.


"Gue pingsan Billa, ini buktinya mata gue merem." Jawab Frizka memang masih belum membuka matanya.


"Lu mau melek apa gue suapin sambel!" bentak Billa dalam tangisannya.

__ADS_1


"Ampuunnn Billaaaa" Kata Frizka sambil membuka matanya.


Frizka melihat satu persatu orang yang ada di dalam ruangan. Di samping tempat tidurnya, kakek Joko setia menemaninya saat siang sampai waktu malam. Biasanya hanya Billa, Sandi dan Aris yang akan nginep menunggui Frizka. Frizka tersenyum melihat kakek Joko tersenyum padanya lalu memeluknya.


"Cucu perempuan kakek akhirnya sadar juga. Berhenti membuat kakek jantungan. Cukup untuk saat ini saja, dan kamu harus ikuti semua saran dokter untuk kesembuhan kamu." Kakek Joko memeluk Frizka takut kehilangan.


"Kakek, Frizka gak kemana mana. Sekarang kakek punga 4cucu, jangan sedih lagi. Ok" Frizka masih dalam keadaan lemas memaksa untuk kuat.


"Kamu juga jadi hot dady sekarang. Kemarin kemarin kalo tidak Cinta yang menyapaku dulu, maka aku sudah melupakan kalian." Husni Tamam mengingat kembali pertemuan awal setelah perpisahan sekolah menengah atas itu.


"Anakku tiga Husni dan punya cucu empat. masih saja kamu bilang hot dady?" Canda Rizal dengan gelak tawanya.

__ADS_1


"Sepertinya memang sekarang era anak anak kita ya Zal. Lihat mereka terlihat akrab sekali ya." Husni Taman mengalihkan pandangan pada keempat pemuda pemudi yang sedang bersenda gurau.


"Bill lu tadi makan kan?" Tanya Frizka tiba tiba.


"Ya kenapa?"


"Lu gak pengen apa nyuapin gue? Secara gue sakit pengen di manjain sama lu. Udah lama juga gue pengen makan masakan Aris lagi." kata Frizka dengan wajah yang di buat buat sesedih mungkin.


"Gak usah drama Friz, eneg gue dengernya. Ya udah gue ambilin bubur buatan Aris khusus buat lu." Kata Billa melangkah ke arang rantang bawaan Aris.


"Kalian bisa jaga Frizka, kakek pulang dulu ya besok kakek datang lagi saat Billa Sandi dan Aris berangkat sekolah." Kakek Joko berpamitan kala sore sudah menyapa dengan mewarnai menjadi Jingga.

__ADS_1


Billa menyuapi Frizka dengan telaten, kegiatan yang tak luput dari pandangan Aris dan Sandi. Kedua lelaki itu terlalu mengagumi sosok Billa yang terkesan cuek namun perhatian. Frizka merasa sangat beruntung memiliki mereka bertiga di saat seperti saat ini. Frizka makan dengan lahapnya. Dia berusaha untuk cepat sembuh, hanya untuk bersama dengan sahabat yang selalu ada dalam suka dan duk. Selalu menghibur di saat kelas sedang tidak ada guru.


__ADS_2