Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kunjungan


__ADS_3

Entah berapa lama Billa menunggu dalam mobil milik Sandi. Hari ini Aris dan Sandi mengajak Billa ke restoran Sandi karena Billa bilang ingin belajar masak makanan barat. Sandi dan Aris datang dengan Frizka, gadis cantik itu mengatakan bahwa dia sekarang sedang menjalin hubungan coba coba dengan Sandi.


"Wau benar benar mengejutkan buatku. Tapi selamat ya, dan sekarang aku akan bernapas lega karena tikungan depan tidak setajam omongan seseorang." Kata Billa menyindir.


"Masih mau di tikung?" Tanya Sandi melajukan mobilnya.


"Gua kepret lu." Jawab Aris memukul pundak Sandi yang duduk di sampingnya dan sedang mengemudi.


"Kalian jangan bercanda itu bahaya." Kata Billa mengingatkan.


"Iya iya lagian juga gue gak mau pacaran tersingkat dalam hidup gue." Kata Sandi ngaco.


Tak lama sampailah di restoran besar milik keluarga Sandi. Di dalam restoran sudah ada ke dua adik perempuan Sandi, mama dan papanya. Kami di sambut oleh mereka dengan membawa makanan di atas nampan. Billa yang memang suka makan langsung menghampiri mereka.


"Pasti kamu yang namanya Billa?" Tebak mama Sandi saat Billa mendekat dengan meneliti makanan yang di bawa orang tua dan kedua adik Sandi.

__ADS_1


"Iya tanye saya, kok tante bisa tau?" Tanya Billa penasaran.


"Karena Sandi terus meminta tante bikinin makanan atau minuman enak buat kamu. Katanya kamu satu satunya temen cewek yang suka malakin makanan teman teman kamu." Kata mama Sandi meneliti wajah ayu Queen.


"Bener banget tante, setiap hari malakin bekel saya dan Sandi. kalo belum kenyang pasti nyari yang lain buat beliin jajan di kantin." Kata Aris menambahi.


"Cantik cantik preman juga kakak ya." Kata salah satu adik Sandi.


"Jangan salah, selain berjiwa preman. Billa ini berotak soak." Jelas Frizka yang membuat semua tertawa.


"Nak Billa maafin tante ya kalo hampir setiap malam thante telfon kamu nanyain Sandi. Karena dia bilang hanya punya teman kamu saja." Kata Mama Sandi.


"Elu kan rival gue dapetin Billa, jadi ya ogah gue anggep lu temen. Tapi sekarang lu temen gue, kan secara gue udah ada Frizka. Iya gak Friz?" Kata Sandi santai.


Mendengar kata itu Seperti ada yang dilang dari Billa. Tapi Billa mengabaikan karena dia tidak mau mencari cari apa yang tidak jelas. Billa mencari tempat duduk nyaman untuk segera menyantab apa yang ada di atas nampan. Billa Frizka Sandi dan Aris makan bersama dengan Keluarga Sandi. Canda tawa menghiasi acara makan siang mereka, hingga Frizka menyadari tepat ke arah lurus dari pandangannya dia melihat lukisan besar seorang laki laki paruh baya yang penuh kharismatik dan kewibawaan.

__ADS_1


"Kakek Joko." Kata itu yang keluar dari bibir tipis Berwarna pink alami ini.


"Kamu mengenal kakekku? Kata Sandi membuat Billa mengedarkan pandangan untuk mencari sosok yang di kenalnya.


"Beliau kakekmu?" Tanya Aris tak percaya namun Billa hanya melihat ke sekeliling yang nampak seperti orang kaget.


"Mana Mbah Kung?" Kata Billa yang langsung mendapat sorotan tajam dari Semua terutama Papa Sandi.


"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya papa Sandi membuat Billa sedikit takut.


"Sssa.... sssaa.... sssaayyaaa Bill... Billa oomm. Ppuutttri ke tiga dari bapak Alfan Ahrizal dan ibu Cciinta Lasshhhiifa Om." Kata Billa terbata bata karena takut.


"Apa hubungan kamu dengan beliau?" Tanya Papa Sandi lagi.


"Kkami rekan bisnis om, beliau mau bekerja sama dengan kami kalau saya dan abang saya mau memanggilnya Mbah kung. Karena beliau merasa kesepian dan kangen dengan putra putrinya 20 tahun yang lalu. Mbah kung juga mengira kalau putra putrinya sudah tidak menyayanginya kerena memilih mempertahankan egonya dan meninggalkannya seorang diri. Beliau benar benar merasa seorang diri setelah lima tahun yang lalu istrinya, Mbah Uti Sukma meninggal dunia. Mbah Kung merindukan putra putrinya dan ingin bermain menghabiskan waktu bersama Cucu cucunya." Cerita Billa membuat orang tua Sandi menangis pilu dalam fikiran masing masing.

__ADS_1


"Aku lah putra yang egois itu Billa. Saya malu dengan mu Billa. Bisakah kamu membantu kami bertemu dengan beliau?" Kata kata yang keluar dari dalam hati papa Sandi pun membuat Billa ikut meneteskan air mata seraya menganggukkan kepala.


"Boleh saya ikut?"


__ADS_2