
Kehidupan Rizal dan Cinta sudah kembali damai. Namun tak seperti dulu. Mama Rizal terpaksa di rawat di rumah sakit jiwa karena depresi hebat yg di derita akibat kehilangan harta bendanya. Papa Rizal menjalani pengobatan secara islami di pondok pesantren di jawa tengah.
5Tahun sudah Cinta menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Cinta berusaha membesarkan anak anak mereka dan juga anak abangnya yg di akui sebagai anakya sekarang. Bergantian dengan Rizal untuk mengurusnya. Membagi waktu dengan kuliah yg kini sedang menunggu sidang skripsi.
Rizal yg lebih dulu wisuda. Membuat Cinta tak begitu lama membutuhkan waktu untuk masalah skripsi dan menhurus ke tiga anaknya. Karena mereka lahir di tanggal dan tahun yg sama sehingga Cinta bisa mengakui kalo Queen putri kembar mereka.
"Mas, Cinta praktek di rumah sakit Bintang harapan setahun baru dapet ijin praktek di rumah." Jelas Cinta saat menidurkan Queen yg kini menjadi anak tersayang mereka.
"Iya, mas juga kerjaannya gak begitu berat sekarang kaya dulu. Fendi bener bener bisa di andalkan yang. Oh iya besok anaknya Nadia ulang tahun besok yg ke 5. twin baby Queen di undang gak?" Tanya Rizal.
"Tentu lah. kalo enggak emang mau tu acara di acak acak sama Cinta mas." Jawab Cinta yg memeluk Rizal.
"Iya lupa kalo misalnya istri Alfan Ahrizal itu wonder women."
__ADS_1
Di hari ulang tahun putri Nadia yg bernama Nuga safitri yg ke 5. Cinta datang bersama ketiga anaknya dan Rizal suaminya. Cinta memang memberi perhatian lebih pada Queen. Karena dia seorang cewek. selain itu Cinta mengajarkan kepada kedua putranya untuk menjaga Queen kakak perempuannya. Ya karena lebih dulu lahir, Queen di anggap kakaknya.
Di hari ini ada yg sangat sangat berbeda dati hari perayaan ulang tahun yg sudah sudah. Ya, kedatangan Rama dan Rena dengan Putrinya yg masih umur setahun. Rara Abia Pradita seorang putri cantik yg di besarkan dengan penuh kasih sayang.
Cinta dan Rizal memang tak mengatakan apapun tentang Queen yg di tinggal ibunya entah kemana itu pada abangnya. Rama dan Rena sempat kaget melihat Queen ada di sana. Rama dan Rena yg kangen, mengedarkan pandangannya mencari sosok Angel. Sembunyi sembunyi Rama dan Rena memeluk putrinya itu ketika gadis kecil itu tengah bermain dengan Kliene dan Levin.
"Sayang sini peluk papa sama bunda." Kata Rama sembari memeluk Queen.
"Papa? Om siapa? Papa Queen papa Rizal mama Queen mama Cinta." Jawaban yg membuat Rama dan Rena tersentak.
"Angel mana Zal?" Tanya Rama dengan penuh emosi.
"Mana Rizal tau, kalo abang tanya mana Cinta ya Rizal tau." Jawab Rizal santai dengan mengajak Levin bermain.
__ADS_1
"Kenapa Queen manggil kamu papa dan Cinta mama?" pertanyaan yg membuat Rizal tau arah pembicaraan Rama.
"Sayang cari kak Queen sama kak Kliene dulu ya, papa sama pak de mau bicara dulu." Rizal menyuruh Levin untuk bermain dulu.
"Gini bang, waktu abang di luar negri Angel datang seperti hantu ke apartemen Rizal dengan membawa Queen. Dia mau lo bang, dengan alasan Queen. Gue bilang sesuai apa yg lo mau ke dia. Tapi dia malah bertanya gimana nasib Queen, Gue bilang gue yg akan urus Queen. Gue emang salah gak ngasi tau lo bang. Tapi keadaan waktu itu bener bener buat aku gak bisa mikir. Perusahaan papa hancur, mama depresi berat dan papa di ganggu mahluk halus. Kalo Rizal masih harus mikirin kebahagiaan abang. Terus siapa yg mikirin rumah tangga gue sama Cinta bang? Jujur saat itu saat saat tersulit bagi gue sama Cinta. Yg gue mau lo nemuin kebahagiaan lo dulu sama Rena setelah apa yg di perbuat papa sama mama ke elo. Gue mengalah buat ngurus semua sendiri demi kebaikan semua gue sama Cinta mencoba memberikan kebahagiaan yg sama seperti orang tua pada umumnya ke Queen. Agar dia tidak merasa terbuang."
"Kalo misalnya abang mau ngambik Queen dari kami. Kami iklas, mumpung Queen juga masih kecil dan belum tau apa apa bang." Lanjut Rizal.
"Seenggaknya lo bilang Zal kalo Queen ada sama lo. Biar gue sama bang Rama gak mikir macem macem sama lo dan Cinta." Tegas Rena.
"Iya gue tau gue salah. Gue mohon maaf." Rizal memohon pada abangnya dengan menundukkan kepala agar tangisannya tak terlihat oleh abangnya.
"Buat apa lo minta maaf Zal. Di sini gue yg harusnya terimakasih. Lo udah mengurus anak gue selayaknya anak kandung lo. Juga orang tua dengan kondisi yg lo katakan tadi. Gue berasa jadi anak gak berbakti Zal." Kini Rama memeluk Rizal.
__ADS_1
"Gak ada kata terlambat bang. Dan lo udah cukup berbakti dengan lo menuruti semua yg mama sama papa mau meski lo sebenernya tak mampu. Oh iya, gue sudah merebut kembali saham lo. Ya meski masih belum semua. Tapi 45%Saham di perusahaan sudah atas nama lo lagi." Jelas Rizal.