
Makan malam di rumah Rizal semakin rame dengan keberadaan Michel. Rizal dengan malas menuruni tangga dan duduk di kursi dekat abangnya. Semua terlihat sangat menikmati makannya, tapi tidak dengan Michel. Michel benranjak dari duduknya dan menghampiri Rizal. Michel mengambil piring Rizal dan mengisinya dengan Nasi.
"Gak usah layanin gue." Ucap Rizal dingin.
"Rizal Michel ini calon istri kamu. Biarin dia belajar untuk layanin kamu." Kata mamanya membuat Rizal tak napsu makan.
Tanpa berkata lagi Rizal melangkah keluar rumah dan pergi ke rumah Cinta. Rizal masuk ke dalam rumah Cinta tanpa salam. Rizal langsung mesuk ke ruang makan dan duduk di antara Mae dan papanya.
"Cinta mana kak?" Tanya Rizal
"Di kamarnya dari tadi diem aja, kayanya kesambet di taman komplex" Ucap mae.
"Mae, sana temuin di kamar dia gak mau makan di bawah gak tau kenapa." Kata papa Cinta.
Rizal langsung naik ke lantai 2 menemui Cinta di kamar. Cinta di kamar dengan sang ibu yg telaten menyuapinnya.
__ADS_1
"Udah gede masih aja minta di suapin." Ucap Rizal sambil membuka mulutnya juga.
"Apa bedanya sama lo?" Kata cinta melihat tingkah sahabatnya.
"Sudah kalian makan dulu nanti kalo kurang biar mama ambilin lagi." Kata mamanya Cinta sambil menyuapi Rizal yg kini duduk di bawah pangkuan mamanya Cinta.
"Lo ngapain kesini? Binikmu marah entar. Abis makan pulang lo sono." Kata Cinta dengan sedikit sebel.
"Binik dari hawai!! Lo becandanya suka ngasal ya. Mau nginep sini gue." Kata Rizal yg mendapat toyoran dari Cinta.
"Ck. udah gue bilang gue gak punya istri, lagian juga kaya gue mau aja sama tu cewek." Rizal menjeda omongannya karena mama Erna menyuapinya nasi." Kabur yuk Cin." Kali ini Rizal mendapat keplakan di kepalanya dari mama Erna.
"Jangan bawa bawa anak thante, selesaiin masalahmu dengan gentle jangan kabur kaburan." Ucapan mama Erna membuat Rizal meletakkan kepalanya di pangkuan wanita paruh baya itu.
Ternyata Rizal menangis namun tak bersuara. Mama Erna tak mengatakan apapu pada Cinta meski mama merasakan pasah di pahanya akibat air mata Rizal. Cinta menyadari saat punggung Rizal naik turun.
__ADS_1
"Lo nangis Zal? Cemen amat lo jadi lakik.!!" Kata Cinta membuat Rizal mengangkat kepalanya ke arah mama Erna.
"Thante, Rizal gak mau nikah sama pilihan mama. Kasih Rizal bawa Cinta pergi jauh. Rizal janji bahagiain Cinta." Kata Rizal membuat hati Erna tersentuh.
"Mama gak bisa berbuat apa apa, mama gak sendiri Zal. Masih ada papanya Cinta. Lagian kalian mau pergi kemana?" Kata mama Erna.
"Kehutan thante sembunyi kalo keadaan sudah aman baru balik lagi." Jawab Rizal.
"Enak aja lo bawa gue ke hutan. Emang gue macan liar apa di ajak ke hutan." Kata Cinta membuat mama Erna tertawa.
"Lo kan macan betina. Sering kali kan lo cakarin gue." Ucap Rizal.
"Ya itu karena elo terus pukul kepala gue, kan sakit. Lagian kalo terus berangsur bisa geser otak gue." Ucap Cinta sambil mengelus elus kepalanya.
"Ya udah sini gue elusin." Rizal mengelus kepala Cinta di hadapan mama Erna yg lagi tersenyum kecil melihat pemuda itu memperlakukan anak gadisnya.
__ADS_1