
"Tumben lo mulai duluan. Jangan bilang lo mau baik baikin gue." Kata Rizal menyudahi ciuman Cinta.
"Gue kan emang baik. Jadi gue gak harus baik baikin lo." Kini Cinta memeluk posesif Rizal.
"Cin mandi yuk,gerah gue pagi pagi. Lo perlakuin kaya gini." Ucap Rizal namun Cinta makin erat memeluk Rizal.
"Gue kerjain juga lo." Rizal mengacak rambut Cinta.
"Kerjain aja kalo berani."
"Lo nantangin gue?"
"Enggak gue cuma ngasih lampu ijo aja."
"Apa bedanya oon. Sini naik gue mau liat orang yg lagi godain suaminya." Kata Rizal sambil mengangkat Cinta dan menaikan di atas pangkuannya.
Ketika Rizal hendak membuka kaitan bh Cinta. Tiba tiba pintu kamar di buka oleh bang Rama dan Rena istrinya. Rizal dengan cepat mengambil selimut lalu menutupi tubuh Cinta yg hanya menggunakan daleman. Dengan posisi duduk di atas pangkuan Rizal.
Bang Rama yg memergokinya langsung menutup pintu dengan cepat. Bang Rama mengabarkan pada istri dan orang tuanya agar menunggu di ruang tamu. Rizal langsung menggunakan bajunya dan keluar menemui abangnya.
__ADS_1
"Ada apa Bang?" Kata Rizal dengan nada kesal.
Abangnya yg paham akan sikap adiknya langsung tersenyum. "Makanya kalo besok besok di tutup pintu dan kunci dulu. Biar gak di masuki maling. Lagian masih pagi udah adegan hot aja lo."
"Abang yg gak kira kira. Masak iya masuk kamar orang nylonongboy. Lo kira kamar gue terminal? Wc umum aja masih harus tanya ada orang gak di dalem. Lah abang maen buka pintu aja. Untung masih pemanasan. Kalo udah di ubun ubun gimana?" Omelan Rizal buat semua orang di ruang tamu tertawa karna paham apa yg di maksud Rizal.
"Tutup pintu makanya Zal biar gak di ganggu. Cinta mana?" Tanya mama Rizal
"Di kamar ma. Malu lah ketemu abang." Dengus kesal Rizal membuat papanya penasaran.
"Emang posisi lo tadi lagi apa?"
"Baru mau buka kancing daleman curut satu itu masuk. lah Cinta malu pa."
"Sapa yg tau pa, kalo liat posisi Cinta." Terang bang Rama juga dengan tertawa makin keras.
"Posisinya gimana yang?" Tanya Rena penasaran.
"Lagi di atas Rizal." Kembali suara ketawa dari papa juga abangnya pecah membuat mama rizal geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Papa sama abang gak kasian sama tu Rizal? Udah ih, Mama mau ketemu Cinta." Kata mama Rizal melangkah ke arah kamar Rizal.
"Ma ikut" Rena berlari kecil ke arah mertuanya.
"Jangan lari lari yang." Ucap bang Rama melihat istrinya berlari.
"Zal buatin papa kopi dong. Sakit perut papa gara gara ketawa." Ucap papa Rizal sambil memegangi perutnya.
"Dih apa hubunganya coba sakit perut sama kopi. Tunggu bentar Rizal buatin, abang mau kopi juga?" Bang Rama mengangguk.
Di rumah Rizal memang lengkap aneka kopi dari seluruh indonesia. Bahkan Rizal juga membeli mesin kopi kusus untuk di rumahnya. Rizal memang tak begitu menyukai kopi, tapi dia hobi membuat kopi.
"Ini kopi murni dari kalimantan pa, tanpa gula. Sengaja gak Rizal kasi gula biar papa bisa bedain rasa kopi dari daerah A sampai daerah Z. Besok rizal kasi kopi yg dari jawa. ini buat abang. Kopi campur brandi." ucap Rizal.
"Mabuk dong guenya Kampret"
"Biar lo sadar, hidup lo itu udah pait jadi lo butuh ngefly biar tau surga dunia itu nyata. Jangan cuma gangguin orang doang lo." Papa Rizal mendengar ocehan putranya hampir menyemburkan kopinya, tapi sayang jadi di telen.
Di kamar Rizal.
__ADS_1
"Cinta, mama sama Rena boleh masuk kan?" Tanya mama Rizal di depan pintu.
"Boleh ma. masuk aja."Teriak Cinta dari balik selimut.