
Banyak pasang mata yang melihat Queen dengan tatapan yang sangat menusuk. Ada yang melihat dengan tatapan jijik, ada juga yang menatapnya dengan tatapan benci. Kejadian sudah berlalu sebulan yang lalu, hanya saja gosip bahwa dia yang menggoda pun masih belum sirna. Gosip itu terus menyebar luas apa lagi di perumahan seperti ini, dengan ibu ibu yang notaben nya demen menggunjing. Rara yang sudah memnyebarkan gosip itu sudah melebih lebihkan berita hanya untuk menjatuhkan Queen. Segala macam cara Rara menjatuhkan Queen di mata masyarakat. Tapi masyarakat tidak sepenuhny bodoh hingga tidak melihat perut Rara yang semakin hari semakin membesar. Sedangkan dia belum pernah di ketahui melakukan pernikahan, Masyarakat memang sangat jeli akan hal semacam ini.
"Rara, perut kamu kenapa semakin hari semakin besar sih? apa jangan jangan kamu hamil ya? padahal kamu kan baru kelas 3 SMA." Ucap salah satu ibu ibu yang membeli sayur di depan rumah Rara.
"Oh ini, gak mungkin lah saya hamil, Kan saya anak dari keluarga baik baik, Yang pantes di curigai itu Queen kenapa gak hamil hamil. Apa jangan jangan sudah di gugurin lagi itu kandungan hasil pemerkosaannya.Kilah Rara yang malah memutar balikkan fakta.
Rara langsung meninggalkan ibu ibu itu dengan rasa jengkel yang menghancurkan hari minggunya. Rara berlari ke kamar setelah meletakkan barang belanjaannya di meja dapur.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" tanya Rena yang melihat Rara menangis menujukamarnya.
" Ini gara gara Queen Bun, Alex di penjara selama 5 tahun. Bun ibu ibu komplek sudah banyaknanya kenapa perut Rara semakin hari semakin membesar? Ma Queen harus mendapat balasan dari kelakuan jalangnya itu." Tangis Rara mengadu pada Bundanyanya.
"Ayah sudah memiliki solusi untuk kamu sayang, jadi tenang saja ya. Tapi Bunda minta, apapun keputusan yang ayah kamu buat kamu harus terima tanpa bantahan." kata Bunda Rena pada sang putri yang di anggukinya.
"Ma Pa, pengen rasanya Levin memboyong Queen ke rumah Levin sendiri." Itulah kata yang pernah di ungkapkan Levin pada orang tuannya namun mendapat penolakan tegas dari sang abang dan papanya.
__ADS_1
"Kalian tinggal bareng dengan kami saja bisa kecolongan, apalagi kalian hanya tinggal berdua." Itulah penolakan yang sangat tegas dari sang abang dan papa.
Di sini sekarang Queen dan Levin menikmati hari minggunya. Di sebuah pantai yang berada di ujung pulau jawa. Dengan menyewa boat pribadi yang memiliki fasilitas kamar tidur ruang tamu dan minibar . Di meja makan tersedia makanan laut tentunya sebagai menu utama mereka. Levin mengajak Queen berlayar sebentar dengan menikmati pemandangan di atas laut perairan indonesia. Meski tak jauh jauh mereka berlyar, namun menikmati makan siang di atas laut dengan menu seafood benar benar terasa sangat romantis bagi Queen dan Levin. Senyman yang baru di kembangkan tadi pagi yang sempat tenggelam selama sebulan pun tak pernah lepas dari bibir Queenesya.
Melihat senyuman yang tak pudar dari bibir sang istri pun memberikan kebanggaan pada diri Levin. Levin sempat berfikir untuk membeli boat ini, tapi dia masih harus berusaha keras untuk mengumpulan berlian karena yakin tabungannya masihlah belum cukup.Benar apa yang papa bilang, kegemaran sang istri sagat mahal. Sangat malah bukan berarti tidak bisa, hanya saja usahanya yang harus di perbesar karena dia tau bekerja mengikuti alur tidak lah cukup. Dirinya harus berusaha lebi giat lagi untuk mendapatkan kebahagiaan untunya juga istrinya. tujuan utama kini hanyalah membahagiakan sang istri untuk menebus kecerobohannya.
Sore sangatlah cepat menghampiri mereka membuat Levin tidak suka jika dia harus melihat tatapan kosong dari sang istri. Perjalanan yang tidak lah sebentar membuat Queen merasa bosan. 3jam perjalanan duduk di dalam mobil membuatnya sangat bosan hingga dia meminta pada suaminya untuk menghentikan mobilnya di sebuah taman kota yang ramai dengan para muda mudi untuk menghabiskan hari liburnya sebelum besok akan kembali beraktifitas seperti biasanya.
__ADS_1
"Vin, kita kencan dulu yuk di sana." Ajak Queen membuat Levin kaget sebelum tersenyum sumringah.