
Dua bulan sudah Billa menyandang status sebagai tunangan Aris, begitupun Sandi dan Frizka. Kondisi Frizka jauh lebih baik, dan Sandi sudah berusaha untuk menerima dan belajar mencintai Frizka melupakan Billa yang jauh lebih bahagia bersama Aris. Mereka kini sedang duduk menikmati makanan yang mereka beli di bazar sekolahan dalam acara perpisahan sekolah. Selain Bazar, sekolah juga mengadakan pensi untuk menyalurkan bakat adik kelas untuk unjuk kebolehan. Frizka terlihat anggun dengan stelan derss putih selutut bermahkota kecil menghiasi rambut hitam panjang dan tebal milinya. Sandi menggunakan baju santai kaos putih senada dengan warna dress Frizka celana pendek putih dan kemeja senada tanpa di kancing menambah beberapa persen kadar kegantengan Sandi.
Sedangkan untuk Billa, dia menggunakan baju kaos warna ungu di padukan celana model kodok selutut dengan menggendong tas kecil di punggung membuat penampilas Billa terlihat sangat santai. Aris yang hanya mengenakan kemeja putih polos dengan jas abu abu di padukan dengan celana pendek selutut warna senada dengan jasnya membuat Aris tak kalah keren dari Sandi. Aris yang termotifasi dengan penampilan V (Kim taehyung) dalam lagu Dope tak melupakan kacamata bulat memberi kesan jenius padanya.
Mereka bermpat makan makanan asli buatan adik kelasnya. Mereka membeli ketoprak dan siomai dengan porsi besar karena ingin menikmati bersama sama.
"Bill siapa yang pesen ini?" Tanya Sandi seperti orang kepedesan.
"Gue." Jawab Frizka membuat Sandi menelan paksa makanan yang ada di mulutnya.
Billa dan Aria hanya tertawa melihat Sandi yang gagal marah marah. Billa mengambilkan minuman di stand belakangnya tanpaembayar.
__ADS_1
"Nanti ya." Begitulah kata Billa setelah mengambil jus botolan buatan mereka yang baru di kemas.
"Iya kak." Jawab salah satu penjaga yang tau kakak kelasnya yang sebentar lagu sudah tidak satu sekolahan ini sedang kepedesan.
"Ini cuma cabe lapan lo sayang." Jawab Frizka gemes.
"Sayang jangan makan pedes ya, sayang kan masih dalam penhawasan dokter. Sayang mau berobat di Singapur?" Tanya Sandi sambil menukar ketoprak di depannya dengan siomai milik Aris Billa.
"Sumpah, ini makanan apa mercon sih? cepet banget meledak dalam mulut?" Sandi kembali meneguk jus mangga di depannya.
Matanya memerah karena kepedesan perlahan mengeluarkan air mata. Saat seperti ini Billa adalah orang yang paling bahagia. Dia menari nari dan berjoget gak jelas dalam duduknya. Sandi melihat kebahagiaan itu langsung memiting Billa dan menyeretnya ke stand penjual salad buah.
__ADS_1
"Hukumannya lu harus beliin gue salad buah sama obat. Bibir gue jontor bigook." kata Aris yang masih belum melepas pitingannya.
"Iya iya sorry, lagian bukan gue juga yang ngasih. Kan elu sendiri yang ngambil siomai kami bigook." Ronta Billa tak membuat Sandi melepas pitingannya.
"Sumpah Billa, bibir gue pasti makin sexy ini. Aduh embak buruan ngapa, gak tau ini bibir udah bengkak tiga kali lipet?" Bentak Sandi pada penjaga stand yang malah tertawa meski di bentak Sandi.
"San, sabar ngapa. Jangan jatuhin wibawah lu. Mereka mikir kalo lu itu dingin keren cool. Gak tau mereka kalo lu itu ampihi, depan orang , lain. Belakang orang, lain." Jawab Billa mengambil dompet dalam tas setelah Sandi melepas pitingannya karena mengambil pesanannya.
"Makasih ya mbak, ini obatnya ketinggalan soalnya. Harap di maklumi." Kata Billa membuat Sandi geram.
"Lu pikir gue gila?" Tanpa Sandi sedikit meninggikan nada suaranya.
__ADS_1
"Bukan pikiran gue doang San, tapi pikiran emak bapak lu juga. Hahaha" Billa langsung lari membawa belanjaannya ke meja Aris Frizka.