
Rizal dan Cinta kembali ke rumah setelah matahari terbenam. Perlahan motor Rizal menyusuri jalan raya. Di perjalanan Rizal dan Cinta berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan sholat magrib. Setelah Sholat Rizal mengajak Cinta berhenti di warung bakso langganan Cinta dan Rizal di dekat kompleks perumahannya.
"Yang, makasih ya sudah menemani aku sampai di titik ini. Titik di mana aku merasa sangat penting untukmu karena kamu adalah kehidupanku." Rizal menggenggam tangan Cinta.
"Zal, mrinding gue. Lo jangan ngomong kayak gitu malu di liatin orang. Pasti kalo orang denger lo bakalan di bilang lebay ato alay." Cinta melihat lihat sekitar yg memandang mereka aneh.
"Biarin aja mereka bilang gitu. Berarti mereka iri sama kita." Jawab Rizal santai.
"Bukan Iri Zal tapi ini tu dunia nyata bukan sinetron. Lo mah suka nonton pelem alay. Entar kalo kenapa kenapa lo ngomong sendiri terus tertawa sendiri gitu?"
"Lo kira gue pasien rumah sakit jiwa!!!" Kata Rizal jengkel.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Rizal langsung memeluk Cinta. Cinta hanya diam di tenpat mendapat perlakuan Rizal. Tanpa kata lagi Rizal menggendong Cinta sampai di sofa ruang tengah. Setelah mendudukkan Cinta Rizal langsung mengambil remot tv yg terletah di meja.
Rizal tengah focus pada layar 32' itu. Cinta beranjak lalu ke dapur dan membuatkan minuman untuk Rizal. Setelah menyuguhkan teh hangat kesukaan suaminya itu. Cinta menyandarkan kepalanya di bahu Rizal.
"Kamu capek?" Tanya Rizal.
"Enggak, Zal kok sekarang lo lebih sering pakek aku kamu sih?" Ngerasa jadi istri beneran deh." Kata Cinta yg kini di peluk oleh Rizal.
"Kenapa kamu ngerasa gitu? padahal aku tu sayang sama kamu cinta sama kamu itu beneran lo gak boongan."Kata Rizal melihat Cinta.
"Gak tau Zal. Gue takut ini semua akan cepet berakhir saat gue bener bener membuka mata." Kata Cinta mengeratkan pelukan.
__ADS_1
"Aku gak akan ninggalin lo kok Cin. Cuma kamu satu yg ada di hati dan di hidupku. Aku harap kamu begitu juga. Cuma ada aku di hati kamu, jangan ngomongin Rico lagi ya. Gtau lo sempet naksir dia dan pacaran sama dia. Aku cemburu Cin, di akui ato enggak kami itu istri aku dan aku suami kamu." Rizal mencium kening Cinta.
"Iya gue janji gak akan buat lo sakit hati Zal. Jaga juga perasaan gue ya, jangan pernah lo duain gue. Kalo enggak mau lo kehilangan aset terpenting lo!!!" Kata Cinta penuh penekanan.
"Iya, aku janji gak akan ada orang ketiga di antara kita." Rizal mencium pipi Cinta.
"Kalian ini mesra mesraan terus udah denger belum Rena keguguran?" Tanya kak Mae.
"Apa!!! Dimana Rena sekarang kak?" Tanya Cinta.
"Ada di rumah sakit Bintang harapan. Kalian kesono gih. Kasian Rena nyariin lo terus tapi gue kesini rumah kalian masih tutupan terus." Jelas kak Mae.
__ADS_1
Rizal dan Cinta langsung melaju ke rumah sakit dengan motornya. Dengan kecepatan di atas rata rata membuat Rizal kaget ketika ada seekor anjing menyebrang. Secara Refleks Rizal mengerem motornya namun malah hilang kendali dan akhirnya jatuh. Keadaan motor yg melaju kencang sehingga membuat Cinta terpental dan Rizal terseret hinga 10meter. Rizal masih memiliki sedikit kesadaran namun tak mampu berdiri karena tertimpa motor gedenya. Rizal hanya mampu menangis melihat Cinta yg sudah tak sadarkan diri dengan darah segar yg terus mengalir dari dalam helmnya.