
Queen berjalan santai di sore hari tanpa mengenakan alas kaki. Queen biasanya melakukan kegiatan itu bersama Levin di pagi hari setelah sholat subuh. Tapi pagi ini Levin bilang kalau di kantor sangat sibuk karena kekacauan semalam. Queen berpapasan dengan Alex yang tengah menggendong putrinya dari Rara bernama Alia. Alia sangat menggemaskan dengan pipi cabinya selalu tersenyum jika ketemu orang. Queen hanya memandang sekilas putri cantik di gendongan lelaki yang pernah melecehkannya.
"Hai nyonya Baganta, lama kita tidak bertemu. Apa kamu rindu denganku? Rindu dengan sentuhanku yg jelas." Alex menggoda Queen dengan nada yang sedikit kencang karena jarak yang terpisah oleh jalan raya kompleks.
"Mimpimu terlalu tinggi Tuan, mengingatmu saja saya tidak sudi." Kata Queen yang langsung masuk ke dalam rumah.
Alex tersenyum dan berniat mengikuti Queen dari belakang. Namun langkahnya terhenti karena mobil Levin masuk ke halaman rumah yang di masuki Queen.
"Levin, kata istrimu dia kangen sentuhanku." Teriak Alex yang membuat ibu ibu kompleks melihat ke arah Alex dan Levin bergantian.
"Tutup mulutmu sebelum jeruji penjara kembali mengurungmu." Gertak Levin dengan suara besarnya.
"Aku curiga kamu tidak bisa memuaskan Queen sepertiku." Kata Alex menyulut amarah Levin.
"Vin, jangan di ladenin orang seperti itu. kamu inget aku sedang hamil aku gak mau anak ini punya sifat seperti dia. Tolong jangan membenci siapapun demi anak kita." Queen menenangkan Levin.
__ADS_1
"Iya sayang." Levin mencium seluruh wajah Queen di tengah pintu yang di saksikan oleh Alex secara langsung.
Queen dan Levin masuk kedalam rumah mereka. Queen mencium tangan Levin lalu membantunya membuka sepatunya.
"Jangan menyiksa dirimu dengan melayani ku terlalu detil sayang, aku bisa lakukan semua ini sendiri. Kamu cukup menciumku dan menyiapkan air untukku minum. Aku gak mau kamu capek karena terus melayaniku." Kata Levin mendudukkan Queen di pangkuannya. "Inget ada debay, kalo kamu kecapek an debaynya bisa bosen di dalem, terus minta keluar sebelum waktunya." Kata Levin lagi membelai rambut Queen.
"Iya sayang, aku gak akan capek capek lagi." Queen mengalungkan lengannya di pundak Levin lalu mencium kening Levin tanpa terhalang rambut.
Queen menyiapkan air untuk mandi Levin, sedangkan Levin membuatkan susu untuk Queen. Saat membuatkan susu, Cinta dan Rizal datang mengunjungi putra dan menantunya.
"Widih brownis kacang. Queen lagi di kamar mandi ma, bentar lagi juga keluar." Kat Levin sambil memakan potongan Brownis buatan mamanya.
"Ini permintaan istrimu jangan di abisin." Kata Cinta memukul tangan Levin saat hendak mengambil potongan kue yang ke dua.
"Sebenernya anaknya mama itu Queen apa Levin sih ma?" Tanya Levin geram.
__ADS_1
"Kalo mama bilang mama lebih sayang Queen kamu mau terima?" Tanya Cinta membuat Levin pergi meninggalkan mamanya di dapur.
"Mama ku hilang di ambil Queensya, apa aku kurang sayang mama?" Teriak Levin sambil bernyanyi.
Rizal yang mendengarkan Levin hanya tersenyum lalu bangkit dari duduknya di depan TV yang juga termasuk ruang tamu. Rizal memeluk Cinta dari belakang seperti biasa. Meletakkan dagunya di pundak sang istri dan bermanja pada Cinta yang tengah membuatkan teh tawar untuknya dan kopi pait untuk Levin.
"Seperti ini dulu sayang mumpung anak anak gak ada. Rasanya kangen menemanimu masak di dapur sayang, memelukmu menumpahkan segala rasa penat yang bertumpu di bahu mas. Tapi mas juga bahagia bisa berkumpul dengan anak cucu dan juga orang tua sayang." Kata Rizal berbisik dengan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Cinta.
"Iya mas, sepertinya kita menikah baru bulan kemarin ya. Eh sekarang kita sudah tua, bahkan sudah punya cucu. Authornya ini tega banget mas, Cinta masih cantik kaya britni sepir malah di jadiin nenek nenek. Beneran somplak mas." Kata Cinta yang menyalah kan authornya. (Awas Cin kalo ngomong di jaga. Mau jadi cabe di bikin sama Author?)
"Britney spears sayang. Dia itu sudah tua, bahkan masih lebih mudaan kamu. Jangan bandingkan kamu dengan yang lain. Kamu itu satu satunya di dunia, gak ada duanya." Kata Rizal masih dengan posisinya. "Yang, Mbak Nia hamil lagi lo. Bang Arya mau punya anak lagi, kamu gak pingin?" Tanya Rizal yang kini merangkulkan lengannya pada leher Cinta dan membawa Cinta bersandar pada dada bidang nan kokoh miliknya.
"Mas gak nyadar kalo sudah punya 3anak dan juga 3cucu?" Tanya Cinta membuat Rizal tersenyum.
"Curang sayang, yang lain satu satu ini malah satunya dua sekali gus dan untuk cucu malah di kasi 3 sekaligus bahkan hampir 4 kall gak meninggal 1." Kata Rizal malas.
__ADS_1
"Itu bukan curang mas ku sayang. Tapi itu anugrah yang gak semua orang bisa." Kata Cinta memukul lengan yang melingkar di lehernya.