
Di kampus Cinta.
Rena memilih bangku tengah biasa di tempati oleh ke 3 sahabat itu. Cinta duduk paling ujung dekat dengan tembok. Sedang Rena di tengah dan Nadia di sebelah Rena.
"Ren, sabtu depan ada praktik gak?" Tanya Cinta setelah mendapatkan pesan singkat dari Rizal.
"Enggak kayaknya, kenapa?" Jawab Rena
"Ikut camping yuk, Rizal di ajakin sama bang Rama juga."
"Oh sabtu depan itu. Iya sih abangmu udah ngajakin kemaren. Kalo lo ikut gue ikutan Cin." Kata Rena mengeluarkan kotak pensilnya.
"Mau kemana kalian? Gak ngajak ngajak gue." Nadia memajukan bibirnya beberapa senti.
"Lo mau ikut?" Tanya Cinta
"Mau lah" Jawab Nadia kegirangan.
"Ayo lah." Rena menjawab berbarengan dengan datangnya dosen.
Setelah dua jam bergelut dengan mata pelajaran penyakit dalam. Cinta dan ke dua sahabatnya berjalan menuju kantin di mana fak kedokteran dan fak manajemen bisnis bertemu. Di sana sudah ada bang Rama dan teman temannya Toni dan Momo berkumpul juga Rizal.
Cinta mendekati Rizal dan mencium tangannya. Berbeda dengan Rena yg langsung duduk di samping suaminya. Mata Toni yg melihat kedua abang beradik ini merasa heran.
"Ram kok lo beda banget merlakuin bini lo sama Rizal." Tanya Toni
"Beda gimana Ton?" Tanya bang Rama.
"Ya beda aja lah, kalo liat Rizal nyambut suaminya ngasih tangan terus istrinya nyium tangan Rizal. Rasanya adeeemmm bener, Nah elo cuek amat ada bini dateng." protes Toni.
"Gue ma bini gue udah kaya gini dari dulu susah mau ngerubah." Bang Rama membela diri yg hanya di simak oleh Rizal dan Cinta.
Tak lama Maya Angel dan Lina datang dan bergabung. Maya mengambil duduk di sampinga Rizal dan sebelahnya Lina. Anggel memilih duduk di antara Toni dan Momo.
"Formasi lengkap ni." Celetuk Rizal membuat semua saling pandang seraya mengiakan Rizal.
"Enaknya ngapain ini?" Tanya Momo
"Main yuk tapi di taman situ biar bebas, kasian bini gue gak dapet duduk." Kata Rizal sambil menunjuk padang rumput di bawah pohon rindang.
"Yuk ah sekalian gelar tiker terus sajiin makanannya." canda Toni sambil berjalan menuju padang rumput.
"Lo pikir piknik Ton." Angel menimpali.
"Sekalian maksudnya."
"Maunya!!" Celetuk Nadia.
Setelah sampai di padang rumput Rizal yg menggandeng tangan Cinta langsung mangajak duduk Cinta. Rizal mengambil duduk di antara Cinta dan Nadia. Rena di samping Cinta dan bang Rizal. Maya dan Lina di antara Momo dan bang Rizal. sedang Angel duduk di antara Nadia dan Toni.
__ADS_1
"Kiymta main apa ini? Masa maen gaplek. Gak asih coy." ocek bang Rama.
"Sabar bang kita main truth and dare aja gimana?" Tanya Rizal yg mendapat peersetujuan dari semuanya.
"Tapi jangan yg macem macem ya kita kan ada yg pasangan. maksudnya bisa menghargai pasangan lah." Kata Cinta
"Setuju." Jawab Toni dan Momo bersamaan.
"Yg kalaaaaaahhhh." Rizal berfikir sejenak sebelum memanggil seseorang. " Bang ruzaknya yg super pedes 1 ya, cabenya 10." Kata Rizal yg membuat semua orang bertanya tanya.
"Buat apaan dah lo makan rujak pedes gitu?" Angel bertanya.
"Itu buat hukuman ngel kalo yg gak bisa jawab."
" Ok gue setuju." jawab serempak.
Setelah rujaknya datang bang Rama memulai permainan dengan memutar botol beling bekas minuman teh nya. Botol pertama mengarah ke Lina.
"Tantangan atau Jujur?" Pertanyaan terlontar dari Nadia.
"Jujur aja deh." Jawab Lina.
"Di antara kita ber9 ini siapa yg paling lo benci dan kenapa?" Tanya Nadia.
"Cinta. Kerena dia orang yg nyebelin." Jawab Lina.
"Kok gue? aneh banget. Jarang juga ketemu." Cinta memajukan bibirnya.
Namun di mata Maya itu sebuah sentuhan yg memberi arti lain. Botol ke 2 di putar dan mengarah ke Rena.
"Lo mau jujur atau tantangan?" Tanya Cinta.
"Tantangan." Jawab mantab Rena.
"Ok. Tantangan ya, Lo liat dagang siomai di sana. Lo beli siomai 3000 perak kesono." Cinta menunjuk dagang siomai langganannya yg terkenal jutek tapi siomainya enak.
"Gilak Bang Madit, bi sa khotbah tiga hari tiga malem dah gara gara beli 3000." Pekin Rena sedikit meninggikan suara.
"Lo berani enggam? Ato lo mau makan rujak cabe 10?" Goda Rizal.
"Makan Rujak aja dah, Cari aman."
Setelah Rena makan rujak pedes sesendok. Botol pun berputar, kali ini berhenti mengarah ke Rizal.
"Lo mau jujur apa tantangan?" Tanya Bang Rama.
"Jujur bang, tantangan hidup gue sudah extrime." Jawab Rizal menyenggol Cinta.
"Gue yg tanya, di antara kalian berdua siapa yg duluan ngajakin ena ena?" Tanya Momo penasaran.
__ADS_1
"Itu pribadilah masak iya harus di umbar sih. Gue milih rujak aja dah." Jawab Rizal.
"Cemen lah gue kan penasaran." Kata Momo lagi.
"Mendingan lah bang lo katain gue cemen dari pada gue ngumbar masalah pribadi gue sama istri." Jawab Rizal sambil menyendokkan rujak ke mulutnya.
Melihat Rizal kepedesan Cinta dengan sigap mengambil air dari dalam tasnya. Meski perhatian kecil tapi hal itu tak luput dari pandangan seorang Maya. Cinta dengan telaten mengelap sisa sisa air yg menempel di dagu Rizal dengan tisu. Maya yg terus melirik pun hatinya merasa sesak.
"Ayo Cinta botolnya mengarah ke elo itu. Lo milih tantangan ato jujur?" Tanya Toni.
"Jujur" Jawab Cinta mantab.
"Gue yg tanya, lo pernah gak ciuman dengan cowok lain selain Rizal? Terus siapa orangnya." Pertanyaan yg membuat Rizal berbisik agar Cinta menjawab.
"Iya gue jawab. Gue pernah 2x ciuman selain sama Rizal. Dua duanya dengan orang yg sama." Jawab Cinta menundukkan kepala.
"Siapa ituuuuu." Tanya Toni lagi sangat penasaran.
"Rico."
Peryataan Cinta membuat Rizal menoleh padanya. Pasalnya Cinta tak pernah bercerita tentang ciuman itu pada Rizal. Entah kapan kejadian itu Cinta lakukan membuat Rizal terus memikirkannya.
Setelah permainan itu usai Rizal dan kedua sahabatnya juga istri dan abangnya kembali ke cafe. Di cafe Rizal mengerjakan laporan setelah menitipkan mereka pada Fendi untuk di layani.
"Rizal gue sama Rena pulang ya, mama telfon katanya rumah sepi mama ke bandung." Kata bang Rama.
"Iya bang, oh iya Nadia udah pulang juga?" Abangnya hanya mengangguk.
Rizal ikut keluar ruangan kerjanya bersama sang abang. Rizal mencari istrinya untuk ikut pulang dengan abangnya. Namun Rizal menolak karena ingin menunggui Rizal.
"Cinta mau nemenin mas di sini, kasi mas. Cinta liat dari tadi mas gak enak hati."Kata Cinta.
"Ya udah bang, abang pulang aja biar nanti Cinta sama Rizal." Kata Rizal membuat Cinta tersenyum.
Rizal mengajak Cinta kembali ke ruangan. Rizal menyuruh Cinta duduk di sofa depan dan Rizal kembali dengan kertas kertasnya.
"Mas...."
"Hmmm"
"Mas Rizal, kenapa mas kayaknya lagi gak mood?" Tanya Cinta sambil mendekati Rizal
"Cin, kapan kamu ciuman sama Rico?" tanya Rizal sambil menarik Cinta ke pangkuannya saat Cinta sudah dekat dengannya.
"Dulu dulu sekali pas aku pacaran sama dia. Tepatnya aku prustasi saat kamu bertunangan denga michel." Jawab cinta
"Maafin aku ya dulu aku menyakiti hatimu. pasti kamu terluka sekali dulu ya?" Rizal memeluk Cinta.
"Mas gak marah kan Cinta ciuman dengan cowok lain." Tanya Cinta.
__ADS_1
"Itu masalalu yang, yg penting sekarang kamu gak boleh nakal gak boleh ganjen gak boleh gatel ke cowok lain. Kamu milikku cuma aku yg boleh menyentuhmu. Dan hanya kamu yg boleh menyentuhku. Aku mau yg halal yang bukan yg haram." Jawab Rizal membenamkan wajah nya di leher Cinta.