Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Bali


__ADS_3

Jam 20.45 Rizal bersama Cinta dan tak lupa mengajak Salsabila. Levin dan Queen berjalan di belakang Rizal dan Cinta. Mereka sampai di sebuah hotel di daerah tanjung Benoa Nusa dua Bali. Bukan hotel mewah yg ada di daerah Kuta. pilihan Levin dan Queen jatuh pada hotel di tanjung Benoa Nusa dua Bali. Jarak yg lumayan jauh dari bandara itu tidak membuat mereka kecewa. Sebuah hotel yg memiliki view pantai Nusa dua yg indah dan juga pelayanan yg sangat ramah. Selain pemandangan pantai, juga di sediakan kolam renang pribadi di dalam. Penginapan yg di pilih berupa villa yg di tawarkan oleh pihak hotel.


The Bali khama a beach resort and spa. dengan harga yg terjangkau, Sudah bisa menikmati pelayanan yg ramah. Yg pasti tenang sesuai pilihan Levin. Setelah 2jam di perjalanan sampai ke penginapan. Membuat Levin dan Queen tak mampu lagi untuk bangun karena kecapekan. Tanpa ganti baju atau membersihkan diri, kini Levin tertidur di sofa nyaman yg ada di dalam villa yg di sewanya. Dan Queen tertidur di single bad dengan Billa yg juga kecapekan.


"Ya ampun mas, lihat anak anak. Hehe gak menyangka ya mereka sudah besar. Terakhir kita ke sini, pas anak anak kelas 5 SD hadiah untuk Billa juara 1 ya mas." Kenang Cinta.


"Iya sayang, inget enggak dulu Queen rebutan tempat tidur sama Levin. hahaha gak taunya sekarang mereka berbagi tempat tidur." Tambah Rizal.


"Oh iya mas, sudah kasih kabar ke Nadia kita di Bali?" Tanya Cinta.


Nadia dan suami telah pindah ke Bali untuk mengembangkan bisnis suaminya. Agung membangun sebuah Villa di daerah Kintamani dan Nadia pindah tugas daerah sana. Dengan memboyong keluarga kecilnya, Agung mencoba peruntungan di pulau seribu pura ini.


"Belum sayang, besok saja pulang meeting. gimana kalau kita 2 hari di Bali? besok pulang meeting kita ketempat Nadia. Kangen juga sayang sama tu anak. Sudah jadi orang Bali apa masih jadi orang koplak."Perbincangan Rizal dan Cinta di dengar oleh Levin yg sudah terbangun.


"Mama laper." Kata Levin menghampiri mamanya yg bersandar di dada papanya menikmati pemandangan.


"Oh iya kalian belum makan malam ya, bangunin adik dan istri kamu. kita makan di restoran." Kata Cinta sembari merapikan bajunya karena malu di lihat oleh putranya yg sudah besar tengah bermesraan dengan sang papa.


"Udah tua juga mama sama papa kalo kepergok mesra mesraan masih aja kaya kepiting. hahahaha biasa aja kali ma." Goda Levin.


"Anak kurang ajar." Kata papanya menepuk pundak Levin dan mengajaknya berangkat ke restoran yg ada di resort itu.


Meski dengan males malesan Queen dan Billa ikut dengan orang tuanya makan malam di luar. Levin yg sudah menghabiskan makannya melihat Queen yg seakan tidak napsu makan malah menggodanya. Di ambil capit kepiting asam pedas manis dan di cepitkan di hidung Queen.


"Leviiiinnn ini pedes tau, idungku pasti kepedesan ini." Rengek Queen yg membuat Levin malah tertawa.


"Makanya makan dulu baru tidur. Biar gak sakit." Kata Levin sambil menyendokkan nasi untuk Queen.

__ADS_1


Selesai makan malam mereka kembali ke villa untuk beristirahat. Levin tidur di kamar sebelah bersama dengan Queen dan Billa di ranjang yg berbeda meski di ruangan yg sama. Rizal menggeleng gelengkan kepala melihat Queen dan Levin.


"Kamar kalian bukan di sini. kalian di kamar utama yg depan kolam renang itu . Papa di ruangan sebelah, Biarin Billa sendiri." Rizal membangunkan Levin yg sudah hampir terlelap.


"Queen sudah tidur pa."


"Pindahin aja." Kata Rizal menyuruh Levin lalu di tinggalnya ke kamar sebelah.


Villa yg di pilih adalah 2 kamar tidur utama dan kamar tidur tambahan dengan 2 single bad. Kamar yg di pilihkan untuk Levin dan Queen adalah kamar yg menghadap langsung dengan kolam renang lurus dengan pemandangan pantai.


"Levin, Queen mau di bawa kemana?" Kata Queen yg terbangun saat Levin menggendongnya hendak memindahkan ke kamarnya.


"Kita bulan madu sekarang aja ya" Bisik Levin yg membuat Queen tersenyum malu malu.


"Vin jangan macem macem, gue masih punya planning yg belum tercapai." Kata Queen yg kini sudah berguling di atas ranjang dengan ukuran king size.


"Pasti sakit, kan Queen belum pernah Vin." Kata Queen mencoba mengulur waktu.


"Sakit sebentar saja sayang, setelah itu enak kok tinggal menikmati saja." Bisik Levin yg sudah membuka kancing baju Queen.


"Pelan pelan ya Vin, gue takut." Bukannya menjawab, Levin malah mencium leher Queen


Setelah setengah jam Levin mencoba dan akhirnya bisa menembus pertahanan Queen. Karena kaget campur sakit dan entah apa lagi Queen reflek teriak. Tak lama kamar Queen dan Levin yg sudah di kunci itu di ketuk oleh Billa.


"Queen, Lo gak papa kan? Buka pintunya Queen." Kata Billa yg menggedor gedor kamar Queen dan Levin.


"Gak papa Bill, Cuma ada kecoak aja. Tapi sudah di usir sama bang Levin." Jawab Queen sedikit teriak karena tak di ijinkan untuk membuka pintu.

__ADS_1


"Lo balik aja Bill, sudah ada Abang. gak usah panik. Balik tidur saja Lo." kata Levin yg juga sedikit teriak.


"Bang, buka ngapa pintunya. khawatir ini Billa bang." Billa terus memaksa ingin masuk membuat Queen dan Levin kelabakan.


"Aduh ini anak, udah di bilangin gak ada apa apa juga. Udah Lo balik Sono, Entar gue ke Sono." Kata Levin sedikit jengkel.


"Sekarang aja ngapa baaaang." Teriakan Billa membuat Rizal dan Cinta terbangun.


"Mas kenapa Billa itu teriak teriak?" Cinta membangunkan Rizal.


"Gak tau, lihat yuk yang." Rizal dan Cinta mencari Billa yg ternyata di depan kamar abangnya.


"Kenapa Billa di sini?" Tanya Cinta penasaran.


"Ma, tadi Queen teriak terus katanya ada kecoak doang. lah Billa gak percaya, Masa di Villa bagus gini ada kecoak. Terus Billa minta di bukain pintu tapi Abang malah teriak teriak gak mau bukain." Terang Billa membuat Rizal dan Cinta mengerti.


"Udah besok aja ya, sekarang Billa balik ke kamar ya." Bujuk Cinta.


"Tapi Queen ma. Queen keluar dong." Teriak Billa lagi.


"Udah di bilang gak papa, udah Lo sono balik Billa. Besok aja" Kata Levin sudah jengkel.


"Bang jahat banget sih." Billa menendang pintu kamar Levin dan Queen


Rizal dan Cinta hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala.


"Anakmu beraksi itu ma." Bisik Rizal yg ternyata di dengar oleh Billa. Billa kembali ke depan kamar abangnya dan menggedor gedor pintu kamar abangnya lagi.

__ADS_1


"Bang Lo apain Queen. bukain pintunya Abang." Kini Billa sudah tidak bisa di kendalikan lagi.


__ADS_2