Sahabat?

Sahabat?
Bab 65


__ADS_3

Saat malam tiba, Rama dan Rena juga Angel datang ke rumah Rizal. Namun rumah itu tak ada tanda tanda berpenghuni. Rama menggedor gedor pintu Rizal berkali kali namun tak mendapat jawaban. Hingga akhirnya Rama menghubungi si pemilik rumah melalui telfon.


"Di mana lo dek?" Tanya Bang Rama.


"Di rumah Cinta. Kenapa bang?"


"Gue di rumah lo. Cepet balik sini lo. Gue mau ngomong sama kalian berdua." Ucap Rama setres.


Tak berapa lama Rizal dan Cinta pun keluar dari rumah Cinta. Cinta tertawa terbahak bahak melihat betapa kacaunya penampilan abang iparnya. Dengan Rambut kusut yg biasanya tertata rapi, baju yg hanya menggunakan kaos oblong tanpa kemeja atau jaket. Dan lebih parahnya lagi abang iparnya itu selain memakai hanya celana pendek adalah abang iparnya menggunakan sandal jepit.


"Ngapa lo bang? Brantakan sekali penampilan lo?" Rizal dan Cinta hanya tertawa melihat itu.


"Demen banget kalian liat abang tersiksa gini." Kata Rama jengkel.


Rizal membuka pintu dan masuk kedalam rumah yg di susul dengan Cinta juga abangnya beserta ke dua istrinya. Saat yg lain sudah duduk di ruang tengah. Cinta ke dapur membuatkan minum. Cinta mengambil duduk di samping Ruzal suaminya setelah menyajikan makanan kecil beserta minuman dingin.


"Kenapa abang ke sini?" Tanya Cinta sambil mendaratkan kepalanya di dada Rizal.

__ADS_1


"Setres gue dek." Jawab bang Rama yg langsung membuat tawa Cinta dan Rizal kembali pecah.


"Makanya jangan sok nikah 2 kalo lo aja masih belum bisa adil bang." kata Rizal sambil tertawa.


"Ini juga maunya mama sama papa dek. Sekarang kakak yg harus nanggung." Jelas bang Rama.


"Lagian permintaan salah masih aja lo turuti. Mending lawan dikit bang dari pada lo kebeban. Dosa lo double tau bang." Terang Rizal.


"Kok gitu dek?"


"Pertama lo gak bisa adil ke dua lo menyakiti hati istri istri lo. Udah lo harus lepas salah satu bang." Rizal menasehati.


"Maksud lo bang?" Rizal masih belum mengerti apa yg di maksud abangnya.


"Kalo Rena minta cerai, Angel pun juga minta cerai. Begitu pun sebaliknya. Kalo Angel minta cerai Rena juga minta cerai." Jelas Cinta membuat Rizal membulatkan matanya.


"Kok kamu tau yang? "

__ADS_1


"Pada dasarnya setiap wanita tak ingin di bagi cintanya mas. Begitu juga mereka berdua. Kalo salah satu dari mereka pergi, gak menutup kemungkinan Abang sableng mu itu akan menghadirkan perempuan baru lagi. Mereka mengantisipasi itu. Lebih baik mereka kehilangan sekarang dari pada membaginya lagi NANTI." Cinta dengan penuh penekanan


"Iya abang salah, Abang minta maaf sama kalian berdua. Terutama untuk kamu Rena istri tersayang abang. Demi keturunan abang rela membagi cinta dan kasih sayang abang pada Angel." Kata bang Rama memohon maaf pada Rena.


"Angel istri abang yg penuh perhatian kita jaga anak kita bersama sama ya. Abang mohon jangan membatasi anak kita untuk berinteraksi dengan Rena ya." Kata bang Rama membuat suasana menjadi haru.


"Iya bang. Anak saya juga anaknya Rena. Kalo saya ibunya, berarti Rena bundanya." Terang Angel.


" Tapi inget bang. Jangan ada orang ke empat di antara kita. Kamu harus bisa belajar adil pada kita. Dan lagi Rena mau kita bertiga tidur di kamar dan ranjang yg sama." Kata Rena membuat Rizal tertawa lepas.


"Mamam tu giliran bang. Seranjang berdua sekali maen langsung dua lobang buakakakakakaka." Kata Rizal yg mendapat pukulan dari istrinya.


"Mulutnya di jaga mas."


"Mas mu ini berjanji sayang di hadapan Allah gak akan menghadirkan orang ke 3 selain anak anak kita sayang. Janji itu sudah tertanam dalam diri mas sejak mas mengucapkan ijab qobul didepan kedua orang tuamu dan pak ustad." jelas Rizal.


"Kalo gitu gak jadi nginep di tempat mama ya mas. Kita tidur di sini aja." Kata Cinta merayu suaminya yg langsung membuat tertawa abang iparnya.

__ADS_1


"Dasar keong racu."


__ADS_2