Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Siapa gadis bule itu?


__ADS_3

pagi hari seperti biasa Levin dan Queen menjalani aktivitasnya. Setelah sarapan Levin dan Queen berangkat ke kampus untuk menuntut ilmu. Levin dan Queen mengambil jurusan yg berbeda jadi mereka harus berpisah di parkiran karena gedung kelas mereka yg berbeda. Langkah Levin di cegat oleh seorang gadis cantik bermata biru dan kulit putih. Tinggi badan yg hampir sama dengan levin membuatnya bak model internasional. Kulit putih hidung mancung rambut blonde dan fasih dalam bahasa inggris, ini di tunjukkan dengan dia bertanya pada Levin menggunakan bahasa inggris.


Levin memang lancar berbahasa ingris ya karena kerjaan dia yg menuntutnya. Levin biasa menggunakan bahasa asingnha itu ketika menghadapi clien bulenya. Bahkan Levin fasih berbahasa orang mata sipit Jepang. Gadis bule itu ternyata juga fasih bahasa Indonesia, karena Levin tak menjawab pertanyaan dengan bahasa asingnya.


"Maaf, saya mau bertanya di mana ruang kelas bisnis?" Ucap gadis cantik pemilik bibir merah itu.


"Baru? Saya juga jurusan bisnis jadi bisa bareng dengan ku ke kelas." Jawab Levin menunjukkan senyuman tipisnya.


"Oh Ok."


Mereka berdua berjalan beriringan dengan sesekali bertanya. Levin memberi tahu namanya setelah gading bernama Shofi itu menyebutkan namanya. Pelajaran telah berakhir, Levin berjalan cepat ke arah parkiran karena 30 menit lagi dia ada meeting dengan clien Jepang nya di restoran. Queen sudah menunggu di samping mobil dengan mengipas ngipaskan tangannya pertanda dia kepanasan.


"Maaf sayang, udah lama nunggunya?" Levin mengelap butiran halus yg membasahi kening sang istri.


"Sekitar 10menitan aku nunggu Vin, itu lama apa cepet?" Tanya Queen.

__ADS_1


"Kalo untuk menunggu kamu 10 menit itu terasa lama. Tapi saat bersama kamu 10 menit itu sangan singkat." Levin mencium hidung mancung Queen seperti biasanya.


"Gombal banget sih suamiku sayang." Queen membalas ciuman Levin di dagu Levin yg di tumbuhi rambut rambut halus karena belum sempat di cukur.


Mereka melajukan mobilnya langsung ke tempat merting. Jam 3 sore Levin dan Queen ke kantor dan di kejutkan oleh seorang wanita yg mencari Levin sebagi atasannya. Dia di pilihkan Rama sebagai sekertaris karena sekertaris yg lama di pecat sepihak oleh Rama.


"Pak Levin?" Tanya wanita itu yg sudah menunggu di ruangannya.


"Shofi? Kamu sekertaris barunya?" Tanya Levin membuat Queen sedikit heran.


"Ehem, maaf di sini ada orang. Masak gak keliatan?" Queen mengagetkan Shofi yg memeluk Levin.


"Oh iya kenalin ini Queen...." Belum selesai berbicara Shofi langsung memeluk Queen.


"Oh ini yg namanya Queen bu boss ku." Shofi memeluk Queen.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku akan menggantikanmu. Jadi aku harap kamu mundur teratur. Inget waktuku bersama Levin gak cuma di kantor, tapi juga di kampus. Sebentar lagi juga akan menjadi 24Jam bersama. Karena aku yg akan mengandung anaknya." Bisik Shofi di telinga Queen pada saat berpelukan.


Queen mendorong keras Shofi setelah mendengar perkataan itu. Queen memandang ke arah Levin karena dia membentaknya untuk pertama kali. Queen kembali memandang Shofi yg terjatuh karena dorongan keras Queen.


"Queen!!!"


"Sudah lah Vin, mungkin dia cuma cemburu karena aku mengatakan kita teman di kampus." Shofi berbohong.


"Queen, gak seharusnya kamu lakukan seperti itu. Itu gak sopan." Levin berucap dengan nada tingginya.


"Bohoong dia tadi gak mengatakan itu. Tapi dia mau merebutmu dariku." Ucap Queen jujur.


"Queen itu sangat keterlaluan. Aku gak mungkin melakukan itu pada boss ku sendiri." Kini Shofi berucap dengan tetesan air mata.


"Sudah lah jangan di fikirkan ucapan Queen, sekarang kamu kembali ke ruanganmu dan kerjakan kerjaanmu. 30 menit lagi aku ada meeting jadi siapkan semua bahan bahannya yg sudah disiapkan Maretha." Levin membangunkan Shofi dari tempatnya terjatuh.

__ADS_1


"Ok, aku yg membuat dan selamat sore bapak Levin." Queen pergi sebelum Shofi keluar dari ruangan.


__ADS_2