Sahabat?

Sahabat?
Bab 75


__ADS_3

Sebulan sudah Cinta berada di rumah sakit. Sebulan juga Rizal menemaninya tanpa lelah. Rizal menunggui di samping Cinta dengan perlahan mengusap perut dan keningnya sebelum terjadi pergerakan pada Cinta. Merasakan adanya pergerakan Rizal segera mencoba membangunkan Cinta.


"Sayang bangun yuk, gak capek tidur terus? Mas kangen lo yang." Itu kata yg membuat Cinta bergerak selayaknya orang baru bangun.


"mmmmm mas lima menit lagi ya masih ngantuk." Ucap Cinta sambil meregangkan tubuhnya.


"Sayang, kalo kamu bangu sekarang mas mau ngajak kamu makan kepiting di pinggir pantai berdua saja." Ucap Rizal berhasil membuat mata Cinta bener bener terbuka lebar.


"Sweat banget sih masku sayang ini." Cinta mengalungkan tangan di leher Rizal dan tak memperdulikan di ruangan itu masih ada orang tuanya.


"Iya lah mas kan sayang sama kamu. Makanya bangun ya, kasian tu dedeknya gak di ajak gerak gerak. Kan capek bobok terus." Kata Rizal membuat anggukan di kepala Cinta.


"Mau bangun tapi cium dulu." Rizal yg menyadari mertuanya di sana hanya diam. Takut kena marah dari mertua nya yg sudah menatapnya dari tadi.


"Mas kenapa diem aja? Gak biasanya mas gini. Sekarang mas berubah. Apa ada yg lain selain Cinta?" Rengek Cinta.

__ADS_1


"Bukan gitu yang, tu liat securiti kamu lagi masang muka senggol bacok." Ucapan Rizal membuat Cinta melepaskan pekukannya di leher suaminya.


"Kenapa mama sama papa ke sini? Kan ganggu Cinta aja deh." Sungut Cinta membuat mamanya ingin menggodanya.


"Emangnya putri mama ini kalo bangun tidur ngapain sih?" Tanya mama Erna.


"Ya biasanya kalo pagi pagi abis sholat subuh kalo gak ngaji ya nambah lagi ma." Ucap Cinta membuat Rizal membulatkan matanya.


"Emangnya semaleman gak cukup buat kalian." Rizal makin tak mengerti dengan mertuanya yg gak mungkin di bentaknya.


"Ehem, kalo gitu malem malem kamu tersiksa dong nak?"Kini papa Cinta ikut bicara dan membuat Rizal melihiat mertuanya dengan tampang tak mengerti yg mendapati mertuanya menaik turunkan alisnya.


"Iya pah, makanya Cinta jadi kaya gini. Cebongnya mas Rizal ini pa." Kata Cinta membuat Rizal gak bisa berkata kata lagi.


"Makanya kalo suami tidur jangan di bangunin kan gak di santet kamu." Kata papa Cinta.

__ADS_1


"Kalo gak di bangunin pa, yg ada Cinta mati kegelian lah di ciumi dari belakang sama mas Rizal." Papa sama mamanya hanya tertawa mendengar pengakuan putrinya.


"Terus seminggu berapa kali kalian ngejatah?" Tanya mama Cinta semakin jail.


"Kalo di turuti ya tiap hari ma. sekali ma...." Rizal membekab mulut suaminya yg bakalan mengadu terus dan membuka rahasia mereka.


"Kita nyari kepiting yuk yang" Ajak Rizal membuat mertuanya semakin tertawa.


"Pantesan Cinta jarang keluar rumah. ternyata berasa honymoon tiap hari to. Mentang mentang gak ada pembantu kalian ini ya." Goda papa Cinta.


"Ya maklum la pa, kita kan gak pacaran sebelum nikah. Jadi penhen juga yg namanya pacaran dengan cara halal." Jawab Rizal.


"Inget aja habis ini pasti kamu akan susah cari waktu buat berduaan. Yakin sama mama karena itu akan mengganggu tidur kalian nanti."


"Gak akan terganggu ma. Berarti pacarannya udahan ma sekarang gantian menikmati maen anak anakkan." Ucap Cinta sambil mengelus perutnya sendiri.

__ADS_1


Kenapa istri gue kaya anak kecil gini ya. Batin Rizal mengamati gerak gerik Cinta.


__ADS_2