
Semua telah masuk ke kamar Queen yg dulunya kamar Rizal sebelum pindah ke rumah sekarang. Rizal dan semua orang yg ada di situ kaget dengan penampilan Queen yg baru. Rambut di atas pundak sedikit itu membuat Queen terlihat lebih fresh dengan poni kedepan.
Queen yg berdiri di dekat meja belajar itu hanya bisa menunduk. Dia merasa bersalah karena memotong rambutnya tanpa memberitahu orang tuanya.
"Levin, papa mau tanya sama kamu. Punya hak apa kamu menyita hp Queen?" Tanya Rizal tegas.
"Karena Queen pacaran terus pa." Jawab Levin dengan sama tegasnya.
__ADS_1
"Levin, papa tau kamu itu sayang dan berniat melindungi adik adikmu. Tapi bukan begini caranya. Kan kamu sendiri juga pacaran tadi." Kata lembut Rizal membuat wajah Levin yg tadinya merah karena marah, berubah dengan merah karena malu.
"Pa, Levin gak pacaran sama Ayu. Dan lagi, Levin gak mungkin ngapa ngapain ayu. Tapi kalo Alex, Levin tau Alex itu **** pa. brengsek." Kata Levin membuat Rena yg masih ada hubungan sodara itu kaget.
"Gak mungkin lah Levin, Alex itu kan anak dari om Roy. sodaranya bunda sayang. Jadi gak mungkin lah akan kurang ajar sama Queen." Mendengar perkataan bundanya itu membuat Levin tau kalau ucapan Levin tidak ada yg percaya.
Mendengar kata dari Levin semua hanya bisa terbengong tak percaya. Levin meninggalkan rumah pak denya dengan penuh amarah. Saat masih di depan pintu gerbang rumahnya. Levin memergoki Rara di antar pulang dengan Alex kekasih kakak tirinya itu. Levin hanya memandang dengan tersenyum sinisnya lalu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sebelum semuanya mengetahui lebih baik aku langsung pulang. pikir Alex. Setelah Alex sudah tidak ada di sekitar rumah, Rizal Cinta dan Kliene keluar dari pekarangan rumah Rama. Rizal pulang ke rumahnya dan langsung mencari Levin di kamarnya. Rizal membuka kamar Levin ternyata kosong, ke ruang belakang tempat biasa Levin merenung pun tidak ada.
Setelah merasa putus asa mencari putra keduanya, Rizal melangkahkan kakinya ke ruang kerjanya. Di sanalah Rizal menemukan putranya sedang mengotak Atik mesin kopi yg di bawanya tadi. Dari masuk sampai 3jam Levin mengotak Atik mesin kopi yg di bilang rusak itu tanpa suara. Rizal tidak mengajak bicara putranya yg tengah serius mencari tau apa yg rusak pada mesin itu.
"Levin makan dulu nanti di lanjutin lagi." Kata mama Cinta dengan sedikit hawatir.
Tanpa menjawab perkataan mamanya, Levin membereskan pekerjaannya lalu mengikuti mamanya untuk makan malam. Suasana makan malam yg hening membuat semua tak napsu makan. Levin memakan cepat nasi yg di suguhkan mamanya setelah melihat semua menoleh ke arahnya. Setelah itu Levin langsung beranjak ke kamarnya.
__ADS_1
Keesokan harinya suasana masih semencekam semalam. Di tambah dengan kata kata Salsabila yg gak enak di denger. Levin hanya diam menanggapi ocehan sang adik. Entah di dengar atau tidak sang adik terus aja nyerocos. Setelah melirik jam tangan yg sudah menunjukkan di angka 06.30 Levin meninggalkan semua dengan mengendarai motor milik Rizal dulu.