
Cinta mendudukkan dirinya di ayunan taman depan rumah orang tuanya. Rizal menemaninya tanpa kata. Mereka hanya duduk tak membahas apapun. Rizal merasa serba salah, kalo dia mengajaknya bicara pasti akan membuat dia setres dan pengaruh pada janinnya. Kalo didiemin bisa bisa istrinya kesambet penunggu ayunan.
Arrrrgggg
"Sialan. Huuuuffffftttt." Rizal menghembuskan nafas panjang membuat Cinta menoleh lalu tersenyum.
"Mas, Cinta percaya denganmu tapi kamu harus cerita yg sejujurnya antara kamu sama Nadia. Tadi Cinta sudah menyuruh Nadia ke rumah. Coba mas cek kali aja udah dateng." Cinta membuka pembicaraan.
"Kalo dia udah dateng pasti dia hubungin kamu yang." Jawab Rizal dengan memeluk Cinta yg sudah mau berbicara.
Tak berapa lama Nadia menghubungi Cinta dan mengatakan bahwa dirinya sudah ada di depan rumah mereka. Rizal menuntun Cinta dengan terus mengucap kata Maaf.
"Kenapa kamu terus mengucap kata maaf Mas? Apa kamu melakukan kesalahan?" Tanya Cinta yg tak mendapat jawaban dari pertanyaannya karena Nadia sudah menghampiri mereka.
"Ada apa sih Cin? Sampek gue gak boleh bawa laki gue. Jadi curiga tadi dia." Gerutu Nadia.
"Sorry Nad, gue cuma mau tanya lo juga gak boleh sampek suami lo tau. Ayo masuk Nad." Ajak Cinta.
__ADS_1
Setelah Nadia duduk du ruang tamu. Cinta segera membuatkan minuman untuk Nadia juga siaminya. Nadia melihat Rizal dan melihat lebam di pelipis kiri dan juga dagunya. Membuat Nadia mendekat dan memeriksa luka itu. Namun di tolak oleh Rizal.
"Lo apaan si Nad?" Nadia malah tertawa.
"Lo abis gelud dimana?" Tanya Nadia sambil mencolek paksa bekas lebab di muka Rizal.
"Diem lo, bini gue lagi mode on cemburu buta. Sonoan lu jauh jauh dari gue." Rizal mendorong Nadia paksa.
"Apa? Cemburu? Sama gue? Hahahahaha Gila apa gue doyan sama lo biang rusuh." Jawab Nadia sambil memukul kepala Rizal.
"Apa teh di cemburuin??? Buakakakaka. Emang sinting istri lo."
"Gue denger Nad. Lo gak ada perasaannya ya sama gue!!!" Kata Cinta sambil membanting minuman yg di bawanya.
"Santai buk. Untung kagak tumpah tu minuman." Jawab Nadia.
"Gak usah banyak omong lo. Gue cuma mau tanya lo dulu pernah di ajak Rizal kemana pas masih SMA?" kata Cinta to the poin.
__ADS_1
"Kemana ya? Lupa gue, lagian itu udah lama kali Cin. Emang kenapa sih?" Nadia balik bertanya.
"Ck Rico dia ngomong kalo gue pernah ada hubungan sama elo. Terus juga katanya gue pernah cium elo di parkiran." jelas Rizal menceritakan pada Nadia.
"Kaya gitu lo percaya Cin? Pikirin bayi lo. Yg ada lo bakalan setres kalo mikirin cerita yg gak bener kaya gitu. Lagian Rico lo percaya. Rico itu temennya si Agung Cin. Dia itu emang ganteng tapi kelakuan mines. Dan lagi, gue sama Rizal gak ada hubungan apa apa. Juga gak pernah ciuman ato apa lah. udah ah lo gak usah percaya kaya gitu gitu. Pengen ketawa gue kalo denger lo percaya sama tukang gosip itu. Laki gue aja ngejauh dari dia." Nadia malah tertawa mendengar itu.
"Inget Cin Gue sama Rizal itu gak sedeket elo sama dia. Gue juga gak tau apa apa tentang lakik lo. Dulu pernah kayanya dia nganterin gue pulang itu pun karna gue yg mohon mohon soalnya Agung kecelakaan. Gue gak akan masuk di antara lo sama Rizal ato Rena sama Bang Rama. Karena kalian bukan cuma sahabat buat gue. Tapi kalian lah keluarga kedua gue. Di mana gue bisa mengungkapkan sedih gue seneng gue juga tempat di mana gue lagi butuh orang orang untuk memberi semangat buat gue." Ucapan Nadia membuka mata Cinta yg dibutakan oleh api cemburu.
"Sorry Nad gue udah berprasangka buruk pada kalian." Cinta memeluk Nadia.
"Santai Cin. Lo harus inget Rizal itu bukan type orang yg gampang tergoda sama cewek lain. Dia bukan orang seperti bang Rama Cin. Dia cinta mati sama lo. Michel aja lewat sama dia. Masa lo masih ngeraguin dia?" Nadia menghibur Cinta.
"Kalo sampek Rizal nikah lagi Nad gue bersumpah tendanya bakalan gua robohin. terus pelaminanya gue copotin lagi bunganya." Kata Cinta sambil menangis terseduh seduh. Nadia dan Rizal hanya menggeleng gelengkan kepala.
Bantu vote ya kakak Di Novel toon cukup pakai poin saja terimakasih.
__ADS_1