
Hari minggu Billa hancur karena kedatangan kedua mahluk yang selama ini selalu mewarnai hari harinya di sekolah. Tapi setelah kejadian kemarin rasanya Billa tak ingin lagi untuk berangkat sekolah.
"Billa kenapa belum siap juga? Itu ada Sandi di luar nunggu kamu." Kata mama Cinta membelai rambut basah Billa.
"Ma, Billa gak mau berangkat sama Sandi, Billa mau berangkat sama Levin aja." Rengek Billa pada mamanya.
"Gak bisa gitu dong sayang, kamu harus menghargai dia sudah menjemputmu. Meluangkan waktu untuk mu di pagi hari." Kata Cinta menyisir rambut panjang Billa.
"Makanya jangan suka PHP dek kalo lu gak bisa milih." Kata Kliene yang bersandar di pintu.
"Bang, Billa gak php. merekanya aja yang baperan. ih sumpah jadi males sekolah ma" Billa kembali ke kasurnya.
"Gak bisa, kamu harus hadapi ini." Kata Cinta membangunkan Billa.
Dengan berat hati Billa mengikuti mamanya dan berangkat sekolah bareng Sandi. Di parkiran sekolah Sandi dan Billa berpapasan dengan Aris yang juga baru datang. Jujur saja kali ini Billa benar benar canggung bertemu dengan Aris selaku pacarnya namun malah bareng Sandi.
__ADS_1
"Yuk ke kelas Bill." ajak Aris yang membuat Billa tersenyum.
"Lu gak marah?" Tanya Billa hati hati.
" Lu yang minta gue perjuangin lu, ini kesempatannya. Jadi kenapa gue mesti marah?" Aris membelai lembut rambut Billa yang kali ini terurai.
"Inget jangan putusin gue." Kini Billa sedikit menunduk dan memegang tangan Aris.
"Ck pagi pagi drama, gue ke kelas dulu." Sandi meninggalkan Billa dan Aris di parkiran.
"Ris, laper, Gue gak sarapan" Billa menjatuhkan dagunya di bahu Aris dari belakang naik di atas meja.
"Nih, tapi gue cuma bawa kue bikinan ibuk. Kesiangan tadi makanya gak bikinin nasi goreng. Istirahat pertama beli mie yuk, gue juga laper." Kata Aris memberi kotak berisi kue coklat pada Billa.
"Nih gue bawa bekel nasi ma sayur kangkung. Biar lu ada tenaga buat ngadepin kita berdua." Kata Sandi menyodorkan kotak bekelnya pada Billa dan duduk di meja Aris.
__ADS_1
Billa langsung makan bekal yang di berikan Sandi. Sebelum bekal itu habis, guru mata pelajaran bahasa masuk. Dan memergoki Billa tengah asik makan sarapan dengan lahapnya.
"Salsabilla!! Wah enak ya sarapan." kata Bu Anisa menghampiri Billa yang santai menyantap makanannya.
"Bu, belajar itu butuh tenaga. Jadi saya sarapan dulu." Kata Billa melanjutkan makannya lebih santai lagi.
"Kamu silahkan keluar dan jangan ikut pelajaran saya hari ini." Kata Bu Anisa lagi.
"Ibu lagi PMS ya?" Tanya Billa langsung di tertawakan oleh teman temannya.
"Diam. Billa kamu keluar!!!" Bentak Bu Anisa yang memang seorang tempramental.
"Santai bu gak usah ngegass. Ini Billa mau keluar." Billa menutup kotaknya lalu memberikan kotak bekalnya pada Sandi.
Ketika Billa hilang di balik pintu, dan Bu Anisa duduk di kursi khusus guru. Seketika itu pula Sandi dan Aris langsung bangkit dari duduknya lalu saling meraih bahu satu sama lain dan meninggalkan kelas. Teman teman Billa di kelas hanya bisa melongo melihat kedua teman Billa itu juga ikut keluar tanpa memperdulikan panggilan dari sang guru yang mengajar mereka.
__ADS_1