Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Nawar di pasar


__ADS_3

Seminggu sudah Vano dan Billa belajar. Hari ini adalah hari pertama Vano dan Billa menghadapi Clian. Billa dan Vano menemani Revan meeting di sebuah restoran mewah yang jaraknya lumayan jauh dari kantor tempat mereka kerja. Awalnya Vano dan Billa hanya menyimak dan berdiskusi berdua. Namun ketika Billa menemukan suatu kejanggalan, Billa tak segan untuk memotong pembicaraan sang clian bersama bossnya. Revan hanya diam memperhatikan Billa mempresentasikan apa yang di anggap janggal.


"Oh, maaf. Bukan maksud saya untuk melakukan kecurangan ini, tapi kami takut mengambil keputusan yang salah dengan menginvestasikan dana besar kami." Jelas salah satu pria yang duduk di depan Billa.


"Saya bisa menjamin modal anda akan kembali 150% jika anda menanam modal sesuai yang anda katakan, bukan yang anda tuliskan. Nominal yang anda tawarkan sungguh sangat kecil tuan. Ini yang akan membuat anda rugi. Namun jika anda menanam dengan modal yang besar, maka proyek apartemen ini akan lebih cepat selesai dan tidak kekurangan apapun. Dan dengan waktu yang singkat, justru akan menghemat anggaran untuk upah harian." Billa menjelaskan.


"Harian? Kenapa tidak memakai sistem borongan? itu jauh lebih menghemat biaya bukan?" Jawab Sekertaris dari pihak Clian.


"Ini menyangkut nyawa, dan kita tidak boleh asal mengambil keputusan. Mungkin borongan akan terlihat lebih murah, tapi untuk kualitas lebih bagus pekerja harian. Untuk bahan kami sendiri yang akan mengawasi demi mendapatkan hasil yang terbaik." Kini Vano memperkuat pernyataan Billa.


"Anda terlalu percaya diri Nona. Bahkan saya bisa menebak jika anda masih bersekolah di perguruan tinggi. Jadi maaf saya meragukan usul anda, dan kami hanya akan menginvestasikan dana kami kepada perusahaan Birma." Sekertaris sang clian mempertegas keputusannya.


"Baiklah, sepertinya kita hanya akan membuang buang waktu jika melanjutkan diskusi kosong ini." Ucap Billa mengemasi barang barangnya.

__ADS_1


Vano dan Revan terkejut melihat Billa yang berani memutuskan hubungan dengan clian karena tidak sesuai dengan harapannga. Keterkejutan itu ternyata tidak hanya dirasakan oleh Revan maupun Vano. Tapi tuan Mark jhosep selaku penanam modal juga di buat terkejut dengan sikap Billa yang seakan tak memerlukan dana investazi darinya.


"Maksud Nona apa dengan mengatakan diskusi kosong? Saya menanam modal Nona, ya meski nominalnya tidak sebanyak yang anda inginkan." Kata tuan Mark mencoba mengerti maksud Billa.


"Lebih baik kami lempar saja proyek ini ke satu investor yang berani mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Anda tak perlu repot repot dengan dana anda ini. Bawalah pulang, jika sudah bertambah setelah 2 tahun maka aku akan menjadi pembantu anda selama seminggu. Anda sungguh memandang tinggi diri anda Tuan. SayA bahkan jauh lebih tinggi dari pada anda." Billa sudah bersiap untuk berdiri meninggalkan meja. Namun tangan putih dengan sedikit keripur membuatnya menahan tangannya.


"Ok lah, saya mau menggelontorkan dana sebesar yang nona inginkan. Tapi pegang janjimu Nona, dengan keuntungan 150%." Ucapan Tuan Mark meluluh


"Oh iya sekarang jan istirahat ya." Tuan Mark sendiri yang memesan makanan untuk para tamu.


Setelah makan siang, Billa Vano dan Revan kembali kekantor. Revan yang penasaran, sudah tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Selamat kali ini kalian memenangkan proyek kalian dengan cara yang sedikit extrime menurutku." Ucap Revan memancing Billa.

__ADS_1


"Seextrime itukah pemikiran bapak terhadap cara saya?" Tanya Billa kaget mendengarkan ucapan bossnya itu.


"Ya, padahal dana 3M tidaklah sedikit. Tapi saya salut dengan kamu bisa mendapatkan 5M dalam proyek saya ini." Kata Revan kagum.


"Mungkin bapak akan pingsan jika sudah ikut saya ke Indonesia dan berbelanja di pasar." Kata Billa dengan tawanya.


"Kenapa begitu?" Revan terheran heran apa hubungannya melobi clian dengan belanja di pasar.


"Ibu ibu berbelanja di pasar tradisional biasanya kalo menawar itu hampir setengah harga yang pedagang tawarkan. Kenapa? Ya karena mereka tau, para pedagang menaikkan harga dagangannya setinggi mungkin. Dan tadi saya menggunakan akal ibu ibu dalam menawar. Mereka akan pura pura meninggalkan pedagang ketika harga yang di tawarkan masih tinggi dan belum cocok dengan tawarya. Otomatis pedagang akan mencegah ibu itu lalu memberikan yang ibu itu mau sesuai dengan harga yang di ajukan terakhir kalinya. Dan terbuktinkan?" Jawab Bilka bangga.


"Gak salah saya memilih kalian berdua untuk mendampingi ku." Revan memukul pundak Vano dan Billa.


.

__ADS_1


__ADS_2