
Pergerakan pergerakan kecil terus terjadi hingga akhirnya Cinta membuka mata. Yg bertepatan dengan Rizal ujian akhir di ruangannya karena tidak memungkinkan untuk masuk sekolah. Guru yg menjaganya menyarankan Cinta untuk mengikuti ujian akhir taun depan.
"Zal, Cinta sudah sadar." Bang Rama mengabarkan dan membuat Rizal tak sabar mengerjakan soal matematika.
"Kamu bapak ijinkan menemui Cinta dulu waktu bapak hentikan sebentar. Kamu cuma punya waktu 15menit Rizal untuk ketemu istri kamu." Jelas Guru BP yg menjaganya.
"Bapak tau saya sudah menikah? Bapak juga menghentikan waktu ujian buat saya?" Guru BP yg terkenal akan ke killer annya memberi Rizal waktu untuk menemui Cinta? Dan tau kalau Rizal dan Cinta sudah menikah? ini yg membuat Rizal bertanya.
Gue gak bakalan di keluarin dari sekilahkan?
"Sudah sebulan yg lalu bapak tau Zal. Bapak bangga seorang pemuda yg sukses di usia masih SMA dan itu dari sekolah bapak. kesuksesan yg di raih dengan niat awal sebagai modal kawin lari dengan sang sahabat. itulah artikel yg bapak baca di interney." Pak Akbar membawa Rizal dengan menggunakan kursi roda menuju ruangan Cinta.
Di ruangan Cinta, Rizal di temani oleh dokter pendamping dan suster khusus. Rizal menemui Cinta yg mulai bisa di ajak komunikasi tapi masih belum bisa merespon.
"Cinta sayang, Gimana kabar kamu sekarang? Seneng gak ketemu aku lagi?" Cinta tersenyum kecil dan membuat dokter mencatat sebuah perubahan Cinta.
__ADS_1
Tiga hari sudah berlalu dan ujian akhir sudah usai. Begitupun Cinta sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Cinta 1 ruangan dengan Rizal. Ruangan yg hanya ada 2 ranjang di sana memang sudah di pesan oleh keluarga Rizal atas permintaan Rizal.
"Cinta doakan aku lulus ya, biar aku bisa mewujudkan mimpi mimpi kita." Kata Rizal dengan menggosok punggung tangan Cinta dengan lembut.
"Iya Zal, jangn lupa janjimu." Kata Cinta dengan suara seraknya yg di saksikan kedua keluarga. keluarga Cinta dan keluarga Rizal.
"Janji yg mana Cin?"
"Lo kebanyakan janji si Zal makanya lupa." cibir bang Rama.
"Yg lo bilang mau beliin ranjang bayi kembar itu." Kata Cinta mengingatkan.
"kamu denger yg itu Cin? Kan kamu sedang gak sadarkan diri Cin." Terang Rizal.
"Kode tu Zal." Goda papa Rizal yg di sambut ketawa geli oleh keluarga yg lain.
__ADS_1
"Gue denger lo panggil gue kunyuk. tapi gue gak bisa gerakin badan gue, juga berat banget buka mata Zal." Kata Cinta terputus putus.
"Iya jangan di paksa, kalo kamu sudah sembuh total baru kita beli bareng bareng."
"Isi dulu tu perut jangan kamarnya dulu di isi. hadeeehhhh" Kata kak Mae jengah.
"Bang, mas Adit udah punya cewek gak sih?" Tanya Rizal.
"Lah emang ngapa lu tanya tanya Adit?"
"Kasian kakak ipar gue ngiri mulu kerjaannya." Kata Rizal membuat seisi ruangan tertawa termasuk Cinta ikut tersenyum.
Luka Rizal berangsur membaik dan Cinta juga sudah di ijinkan untuk pulang. Orang tua Cinta mengusulkan untuk tinggal sementara di rumah Cinta. Namun di tolak oleh Rizal dengan alasan rumah mereka berdekatan jadi lebih baik untuk di rawat di rumah sendiri.
Para orang tua menyetujui kemauan Rizal. Tapi dengan syarat setiap hari salah satu orang tua harus ada yg menemani.
__ADS_1