Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kaget


__ADS_3

Pagi pagi sekali Levin dan Queen sudah berada di rumah orang tuanya. Keadaan masih sepi saat Levin dan Queen masuk ke dalam rumah melewati pintu kamar Queen dulu yg masih dia pegang kuncinya. Levin melangkah kan kakinya ke arah dapur. Betapa terkejutnya dia melihat dua sosok sepuh yg dia kenal sebagai nenek dan kakeknya.


"Nenek sehat?" Tanya Levin mencium tangan Inggrit.


"Nenek sehat, Kenapa kamu bawa anak haram ini hah?" kata pertama yg terlontar dari mulut wanita canti berambut campur putih dan hitam di hadapannya.


"Gak ada yg namanya anak haram nek, yg ada mereka yg berbuat dosa. Jadi gak ada yg namanya anak haram nek, lagian Queen istri Levin." Kata lembut Levin mencium tangan sang nenek.


"Apa habis stock gadis baik baik di jakarta sampek kamu menikahi anak haram ini? kamu lihat lah ibunya mengaku hamil sama Rama tapi anaknya malah bule kayak gini. Dapat dari mana lagi kalau gak di pinggir jalan? ibunya lo gak ada cantik cantinya sama sekali, berani sekali nyari nyari putraku." Inggrit terus menghina Queen yg hanya menunduk malu akan kelakua momynya dulu.


"Mama, Queen putri Rizal. Rizal dan Cinta yg membesarkan dan mendidiknya hingga dewasa. Jangan pernah meragukan asuhan Rizal dan Cinta ma. Queen bukan seorang putri yg lahir dari perut Cinta istri Rizal tapi Rizal yakin dengan kasih sayang yg kami berikan gak akan pernah Queen mengecewakan keluarga ini." jawab Rizal dari arah kamarnya.

__ADS_1


"Gak mengecewakan tapi mencoreng nama baik keluarga dengan melakukan Zinah dalam kamar rumah kalian...."


"Queen gak Zinah nek!!! Dia di perkosa!!!" Bentak Levin yg sudah emosi.


"Lihat ini, dia didikanmu? Sama kaya kamu yg buta akan perempuan perempuan gak tau diri. Lagian kamu Levin, anak baru seumur jagung sudah berani membentakku. Aku nenekmu yg harus kamu hormati." Inggrit menaikkan nada suaranya.


"Sebelum menghormati orang lain, aku akan menghormati diri sendiri nek. mungkin benar kamu nenekku dan harus aku hormati, tapi pelajaran yg kamu berikan padaku bukanlah pelajaran baik dan aku berhak untuk tidak menerimanya. Jangan buat dirimu menjadi hina dengan menghina orang lain nek." Levin melangkah kekamar Kliene dan Ayu yg sudah terbuka.


"Tunggu, jangan dekati cicitku. keluar kamu dari rumah ini." Usir Inggrit pada Queen


"Berani usir dia? Perusahaan mu akan jatuh di tanganku!!!" Gertak Levin membuat Rizal membelalakkan mata tak percaya.

__ADS_1


"Coba kalau bisa, mulai hari ini Rama lah yg menjadi CEO di perusahaan itu." Ucap sombong Inggrit langsung di sambul oleh Levin dengan tertawa kencangnya.


"Oh ya? Dalam mimpi? para direksi sudah ada dalam genggamanku. Dan lagi para kolega lebih percaya padaku." Levin menyerahkan hp yg sedang memutar sebuah vidio pada papanya.


"Dari mana kamu dapat vidio ini Vin?" Tanya Rizal tak percaya.


"Itu semalam pa, dan itu rekaman CCTV yg sudah tersambung di hp ku. Itu di ruang meeting bukan di ruang Ayah, Ibu dan anak sama saja." Levin mengambil hp dari tangan papanya yg masih termenung tak percaya apa yg di lakukan Michel, Shofi dan Rama di ruang meeting.


"Tolang jangan sebar rekaman itu, cukup kamu yg tau."


Rizal merasa tak percaya akan apa yg di lakukan kakak kandungnya dengan mantan tunangannya dulu.

__ADS_1


__ADS_2