Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kakek Joko Pamungkas


__ADS_3

Billa dan Levin menunggu Clien di sebuah restoran yang bernuansa tradisional. Bergaya jawa kuno menjadi konsep dari restoran mewah ini. Kenapa di bilang mewah? Karena hanya yang sudah terdaftar menjadi member saja yang bisa masuk ke dalam restoran ini. Bukan cuma gaya bangunan dan interior saja yang kental akan adat jawa, tapi pegawainya juga semua mengenakan baju kebaya jawa beserta kain batik selutut pada bawahannya. Sedangkan pegawai laki laki mengenakan baju atasan batik dan songkok dan celana kain hitam untuk bawahannya.


"Bapak Joko Pamungkas?" Tanya Levin pada seseorang yang sudah terlihat Sepuh secara fisik, namun masih tetap memancarkan kharisma yang kuat seorang pemimpin.


"Iya betul nak Levin Baganta dan ini siapa? Cantik sekali." Tanya Pak Joko melihat ke arah Billa.


"Oh, dia Salsabilla adik perempuan saya yang belajar untuk ikut terjun di perusahaan. Billa sudah hampir dua bulan menemani saya dalam menghadapi gonjang ganjing perusahaan pak." Kata Levin sopan.


"Wah Rizal memang benar benar beruntung memiliki putra putri seperti kalian. Tapi apa tidak mengganggu masa muda Nduk ayu ini kalo terjun di dunia bisnis lebih awal?" Tanya Pak Joko lagi.


"Kebetulan saya hanya siang saja pak ke kantornya dan pagi saya sekolah. Jadi masih ada waktu untuk bersenang senang di sekolah." Kata Billa sopan.


"Oh masih sekolah, apa tidak mengganggu belajar kamu?" Tanya Pak Joko lagi.

__ADS_1


"Kebetulan saya hanya membantu pak, jadi malam saya bisa belajar atau bermain bersama teman teman saya." Kata Billa menjawab.


"Ya sudah, saya langsung saja. Mana yang harus saya tanda tangani?" Kata Pak Joko membuat Levin dan Billa tersenyum.


"Tapi bapak belum melihat presentasi kami. Untuk apa investasi dari bapak dan berapa keuntungan yang kami berikan ke pada bapak. Apa bapak tidak takut kami curangi?" Tanya Levin keheranan.


"Kalian lihat saya, saya itu sudah tua. Saya hidup sendiri, punya anak dua laki laki dan perempuan. Tapi gak ada yang akur. Sudah 20 tahun mereka bertengkar cuma masalah sepele, tapi malah meninggalkan saya. Kalau kalian mau curang sama saya, itu bukan dengan saya urusannya. Tapi sama Allah yang maha mengetahui. Rejeki itu memang kita cari namun jika dengan cara yang gak bener juga bakalan jadi apa? Gak bisa membuat puas." Kata Pak Joko lagi.


"Iya pak di sini bapak tanda tangan, dan bapak akan mendapat 50% dari hasil bersihnya. Keuntungan akan di bagi dua karena proyek ini kami hanya bekerja sama dengan bapak. Apartemennya juga bertempat di pusat kota. Apartemen minimalis yang kami cocokkan dengan gaji pegawai kecil juga para mahasiswa yang ingin mandiri. Fasilitas yang kami tawarkan juga tidak tanggung tanggung, nanti kami juga akan membangun sebuah Cafe di rooftop dengan konsep anak muda sekarang. Ya mengingat lokasi dekat dengan kampus." Kata Levin menjelaskan secara garis besarnya.


"Syarat apa yang bapak ajukan? Jika kami mampu, pasti kami akan penuhi." Jawab Billa singkat.


"Panggil saya mbah kakung, Sayang kepingin merasakan memiliki cucu. Dan saya percayakan semua yang saya miliki pada kalian berdua." Perkataan pak Joko membuat Billa dan Levin saling berpandangan.

__ADS_1


"Mbah Kung, kami akan memanggilmu dan menganggap anda kakek kami. Tapi kami tidak mau apapun dari Mbah Kung." Kata Levin tersenyum hangat.


"Kenapa?" Tanya pak Joko heran.


Orang seambisius Levin dan Billa menolak harta benda dan kekuasaan seorang Joko Pamungkas yang terkenal kaya raya. Bahkan jikan untuk menghidupi anak dan cucunya tujuh turunan pun gak mungkin habis.


"Itu bukan hak kami. Pantang bagi kami mengambil sesuatu yang bukan hak kami." Kata Levin tegas.


"Anak dan cucu Mbah Kung lebih berhak atas apa yang Mbah Kung miliki sekarang." Kata Billa menambahkan.


"Tapi mereka meninggalkan saya sudah lama." Kata Pak Joko kekeh.


"Darah tidak bisa di ganti dengan air sirup Mbah Kung. Mantan istri itu banyak berkeliaran tapi saya belum pernah menemukan namanya mantan anak kandung." Jawab Billa dengan sedikit senyuman.

__ADS_1


"Kalian ini memang pinter nolak juga pinter merayu. Argumen kalian itu membuat Mbah Kung merasa benar benar memiliki semangat baru. Mbah Kung juga akan berusaha lagi mencari putra putri Mbah Kung. Siapa tau, Mbah Kung ketemu cucu kandung Mbah Kung." Kata Pak Joko dengan tawa lepasnya yang selama 20 tahun terpendam. Terutama dengan perumpamaan Billa yang menyebut Air sirup dalam menerangkan.


"Benar benar kalian ini. Sini peluk Mbah Kung yang sudah tua ini." Levin dan Billa memeluk tubuh renta sang kakek di depannya.


__ADS_2