
Tak lama warga sekitar yg melihat kecelakaan itu langsung menolong Rizal dan Cinta. Namun Rizal sudah hilang kesadaran saat sebelum warga datang. Mobil ambulan yg membawa Rizal dan Cinta menuju rumah sakit. Sedangkan di TKP polisi mencoba mengidentifikasi korban dengan berbekal KTP Rizal.
Seorang polisi mendatangi rumah Rizal. Namun tak ada orang di rumah. Mae yg tak sengaja melintas melihat pak polisi dan mencoba menanyainya.
"Selamat siang pak maaf, kenapa ya ke rumah bapak Bram?" Tanya Mae hati hati.
"Selamat siang mbak. Apa tidak ada orang di rumah?"
"Semua ke rumah sakit pak karena menantu pertamanya keguguran. Kalo boleh tau ada apa ya pak?"
"Apa embak kenal dengan bapak Rizal?" Tanya seorang polisi dengan menunjukkan ktp Rizal.
"Iya saya kenal pak, dia adik ipar saya. Ada apa pak sama dia? Tadi dia keluar dengan istrinya." Mae mulai berkaca kaca.
"Maaf mbak tadi pak Rizal kecelakaan bersama istriya di jalan besar. Dan sudah di larikan ke rumah sakit Bintang harapan."
"Baik pak saya mengerti. Saya akan mengabari keluarga saya karena istrinya itu adik saya." Kata Mae sambil berlari dan memanggil orang tuanya.
"Mami papi mami.... " Teriak mae sambil menangis sejadi jadinya.
"Tenang sayang kenapa?" Tanya mama Cinta.
"Cinta ma sama Rizal.... Cinta...."
"Ngomong yg jelas. Jangan buat mama ketakutan." Kata mama Cinta.
__ADS_1
"Cinta kecelakaan ma sama Rizal. Sekarang di rumah sakit Bintang harapan." Kata Mae membuat mamanya syok.
Keluarga Cinta kini sudah di rumah sakit. Saat sedang memcari ruangan Cinta dan Rizal. Keluarga Cinta ketemu keluarga Rizal.
"Jeng Erna kenapa nangis? Rena sudah gak apa apa." Kata mama Rizal.
"Bukan Rena tapi Cinta jeng." Kata mama Cinta yg kembali menangis.
"Cinta keguguran juga?" Kini papa Rizal bertanya.
"Bukan tapi kecelakaan." Kata Mama Cinta kembali.
"Apa!!! Di mana dia sekarang?" Mama Rizal menjadi khawatir.
"Bukan dia tapi mereka tante." Kata Mae memperjelas.
"Cinta dan Rizal kecelakaan motor. Tadi setelah mendengar Rena keguguran dan terus mencari Cinta." Jelas Mae.
Setelah bertanya kepada petugas rumah sakit akhirnya menemukan ruangan Rizal juga Cinta yg terpisah. Rizal sudah di bawa ke ruang rawat namun Cinta masih di UGD karena masih kritis.
Setelah sehari semalam akhirnya Rizal mulai membuka matanya. Ketika kesadaran Rizal sudah penuh. Rizal mencari Cinta.
"Papa, Cinta mana?" suara berat Rizal membuat orang tuanya yg belum menyadari rizal sudah membuka mata pun terkaget.
"Zal, yg tabah ya nak. Istrimu masih dalam keadaan kritis. Kalo sampai besok malam belum sadar juga maka pihak dokter menyarankan untuk memindahkan Cinta ke rumah sakit di kota. Kemarin detak jantung Cinta sempat terhenti. Setelah dokter berusaha sekuat tenaga, Cinta kembali berdetak. Papa mohon yg tabah ya, Pasti istrimu sembuh." Papa Rizal mencoba mengabarkan kondisi Cinta.
__ADS_1
Setelah mendengar itu Rizal meronta dan ingin menemui Cinta. Namun kakinya berat untuk di gerakkan. Rizal membuka selimut yg menutupi kakinya. Rizal semakin histeris melihat kakinya di perban tebal.
"Kaki Rizal kenapa pa?"
"Kakimu luka karena tertimpa motor jadi harus di perban." Jawab papa Rizal.
"Tapi enggak patah kan pa?"
"Enggak tenang saja. Mungkin sekarang masih kebas karena abis di jahit. Lukanya dalam."
Di ruangan yg hanya boleh di masuki oleh 1 orang saja itu membuat keluarga cemas akan kondisi putri sulungnya. Mama Cinta keluar dari ruangan Cinta dan menangis memeluk Mae. Mama Rizal menunggui Rena namun sesekali melihat keadaan Cinta menantunya juga.
"Jeng gimana Cinta?" Mama Rizal memeluk mama Cinta.
"Belum ada perubahan jeng, Rizal gimana?" Tanya mama Cinta.
"Terakhir saya lihat masih belum sadar jeng. Semoga Cinta cepet sadar jeng."
"Gimana kita menjelaskan keadaan Cinta ke Rizal jeng? saya takut Rizal tak terima dengan keadaan Cinta." Mama Cinta kembali menangis memikirkan menantunya.
"Kita doakan yg terbaik ya jeng."
Di ruangan Rizal terus menangis dan meminta untuk di ajak melihat kondisi Cinta. Setelah sehari mendapat penolakan dari keluarganua. Hari ini di ijinkan dokter untuk menemui Cinta dengan 1 syarat. Rizal harus di temani oleh perawat.
Rizal masuk ke ruangan Cinta dengan menggunakan kursi roda. Bertepatan dengan Dokter memeriksa Cinta. Perlahan Rizal menggenggam tangan Cinta yg berisi selang infus.
__ADS_1
"Kunyuk bangun dong, tega banget lo nyuruh gue maen sendiri. Lo itu masih punya utang janji sama gue nyuk. Gue janji kalo gue bakalan ngajarin lo di soal nomer keramat. Bangun ya, lagian mana enak gue maen bareng Nadia sama Rena doang. Suka gak nyambung. Yg ada gue sering di getok sendok sama mereka kalo lagi usilin adek kelas. Cuma lo doang yg ngerti gue nyuk. Lagian kalo lo gak mau bangun gue tidurnya meluk siapa? Masak meluk guling, Mana enak gak bisa gerak gak bisa mukul gue kaya lo." kata Rizal yg membuat dokter dan suster tersenyum kecil.
"Cinta bangun dong sayang, gue janji kalo lo bangun gue bakalan beliin ranjang bayi yg lo mau tadi. gue janji sayang, bangun ya." Rizal merasakan ada gerakan di tangan Cinta yg juga di saksikan oleh dokter yg memeriksa Cinta.