Sahabat?

Sahabat?
Adik cewek


__ADS_3

Malam menyerang dengan membawa hawa kantuk yg sangat luar biasa. Rizal dan Cinta benar benar sudah tidak mampu lagi menahanya. Namun si kembar kliene dan Levin masih asik bermain. Rizal yg sudah tak mampu lagi menahannya kini sudah kehabisan kesabaran.


"Abang adek ayo bobok, udah malem ini. Besok sekolah biar gak telat" Ucap Rizal menahan emosi.


"Papa sama mama ini aneh, Siang pas main di suruh tidur siang. Malem juga di suruh tidur cepet. Mama sama papa itu inget gak sih kalo anak anak itu dunianya main bukan dunianya tidur." Jawab Kliene yg membuat Rizal tak mampu menjawab omongan putra bungsunya.


" Ya karena besok kan sekolah, jadi cepet bobok biar besok gak kesiangan bangun. " Jelas Cinta.


" Mama sama papa itu aneh deh, besok itu kan minggu. Lagian mama sama papa mau ngapain kalo kita cepet cepet bobok? Main?" Tanya Levin mengagetkan Cinta.


"Bukan begitu sayang, liat papa udah ngantuk banget itu. Mata papa sudah merah sekali." Jelas Cinta sambil menunjuk papanya yg memang sudah tak mampu lagi menahan kantuk.


"Lagian papa gak usah manja deh, masak bobok harus di temenin mama sih? Papa lupa kalo papa itu laki laki?" jelas Levin.

__ADS_1


"Papa bukannya takut sayang, tapi papa mau bikinin kalian adik cewek. Kalian maukan punya adik cewek?" Tanya Rizal yg mendapat cubitan di pinggang dari Cinta.


"Adik cewek pa? Kliene mau pa." Jawab Kliene bersemangat.


"Tapi janga yg cerewet seperti Queen ya pa ma. Males kalo harus di seret seret terus kemana mana minta di anterin." Levin berjalan ke arah kamarnya yg di temani oleh Rizal dan Kliene yg memang tidur di kamar yg sama.


"Wajar lah, Queen kan cewek jadi harus di lindungi dan di sayangi oleh kita para cowok." Jelas Rizal sambil menaikkan selimut untuk putra putranya.


"Yang, jangan terlalu malam tidurnya. Mas beneran sudah tak sanggup lagi menahan kantuk yang. Mas gidur duluan ya." Tanpa menunggu jawaban dari Cinta. Rizal sudah tertidur.


20menit sudah berlalu, Cinta pun menyudahi aktifitasnya lalu menyusul suaminya yg sudah terlelap. Cinta mencium kening suaminya lalu memandanginya dengan senyum yg terus mengembang. Rasa tak percaya Cinta yg menjadi istri dan ibu dari putra kembar sahabatnya itu. Rizal dan Cinta memang besar bersama. Mereka sudah mengenal satu sama lain meski kadang masih ada hal yg tak Cinta mengerti dari diri Rizal. Begitupun sebaliknya, Rizal tak mengerti akan Cinta.


Cinta dan Rizal tak pernah mencari kesempurnaan. Karena mereka menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi sebisa mungkin Rizal dan Cinta memberikan yg terbaik untuk hubungan yg mengikat mereka. Mereka tak pernah mencari kesalahan satu sama lain, karena mereka tau dalam diri masing masing pasti memiliki kesalahan.

__ADS_1


Rizal dan Cinta selalu membicarakan apapun yg akan maupun yg sedang terjadi. Tak pernah ada kata rahasia di antara mereka. Kominikasi yg selalu di jaga baik oleh mereka pun juga membuahkan hasil. Sebuah kepercayaan dan kesetiaan yg selalu di junjung oleh keduanya. Rasa cemburu yg sesekali hadir pun tak membuat mereka menyerah.


Cinta dan Rizal percaya. Tak pernah ada masalah yg tak membuatnya lebih dewasa. Dari stulah kedewasaan Cinta dan Rizal tumbuh. Semakin banyak masalah yg datang, membuat Cinta dan Rizal semakin berserah kepada sang kuasa.


Rizal dan Cinta juga pernah mengalami seperti anak anak yg lain. Pernah di kejar tetangga karena mencuri mangga. Pernah di hukum saat tidak mengerjakan PR. Bahkan mereka pernah merasakan yg namanya membersihkan toilet atau menyapu halaman sekolahan di bawah terik matahari karena terlambat. Semua itu mereka lakukan bersama, karena memang Rizal dan Cinta itu sepaket. Di mana ada Rizal di sana ada Cinta.


Seiring perbjalannya waktu, Cinta dan Rizal menyadari perasaan mereka. Ya walaupun melalui drama perjodohan Rizal dengan Michel. Tanpa di sadari rasa saling memiliki yg tumbuh di dalam hati mereka telah mengalahkan semuanya. Cinta memang sayang sama Rizal, begitupun sebaliknya.


Pernikahan yg di adakan secara dadakan pun telah merubah segalanya. Kedewasaan yg jauh dari merekapun akhirnya datang dan tak mampu di hi dari oleh mereka. Hingga kebahagiaan senantiasa mewarnai rumah tangga mereka.


Kami Dari keluarga Rizal dan Cinta mengucapkan terimakasih sudah setia menemani kami. Dari susah maupun suka, kalian tak pernah bosan dengan kisah kami. Rizal hanya tokoh fiktif karangan Author yg terinpirasi dari koment para pembaca. Cinta yg juga tokoh fiktif yg pengen menjadikan pembaca lebih menghargai suami juga persahabatan.


Tak ada kata yg lebih berarti dari kata terimakasih dan maaf jika banyak typo di setiap penulisannya. Saya selaku Author juga menyampaikan terimakasih sudah pernah membawa Sahabat di peringkat 14. Kalian selalu di hati author. Koment kalian lah yg membuat author terinspirasi untuk menulis.

__ADS_1


__ADS_2