
Setelah kontrol, Levin mengantar Queen ke sapon sesuai permintaannya tadi pagi. Di salon Queen ternyata sudah janjian sama Yura dan Yuga. Mereka janjian untuk bertemu di salon langsung. Selesai dari salon, Queen Yura Yuga dan Levin lanjut makan di cafe Cinta yg membuka cabang di mall itu.
"Kalian tunggu di sini ya, gue mau ke office. Kayanya papa di sini. Tadi gue liat ada mobilnya di depan." Kata Levin pada temn temannya.
"Ok." Levin mencium pipi Queen sebagai tanda pamitnya.
"Kalian makin lengket aja ya. Padahal gue pertamanya mengira Levin itu gak bisa romantis lo. Tapi ternyata dia sweet banget. Sumpah jadi pengen punya suami kaya dia." Yura mulai berangan angan.
"Andra kan kaya gitu jug orangnya. Cuek tapi peratian." Jawab Queen.
"Cuek apanya? Andra itu cerewet sekali. cuma depan orang aja dia jaim diem, padahal sumpah suka nyinyir." Jelas Yura jengkel
"Hahahaha, lo pikir Levin itu gak kayak gitu? Levin itu jauh lebih nyinyir. Posesif orangnya, gue sering di kurung dalam kamar dulu pas SMA kalo ketauan jalan tanpa pamit. hp gue di sita kalo ketauan gue chat sama cowok. Kayak sekarang gue gak di kasih hp sama dia." Jelas Queen dengan wajah biasa aja.
"Gila, segitu posesifnya Levin tapi lo biasa aja?" Tanya Yura penasaran.
"Ya seperti itu lah tabiat laki gue. ya gimana lagi orang gue cinta sama dia. Gue juga yakin cinta dia jauh lebih besar dari gue. Dia kaya gitu karena dia gak mau kehilangan gue." Kata Queen dengan mata berbinar.
"Ya gue paham, Cuma apa enggak keterlaluan kalo elo sampek gak di kasi hp sama dia? Terus kalo elo dalam masalah ato dalam bahaya itu gimana?" Yura masih dalam rasa tak percaya.
"Dia bahkan keluarga gak pernah ninggalin gue. Kaya sekarang, gue minta di anterin kemana aja dia sedia nganterin padahal dia ada kerjaan." Kata Queen masih dengan mata berbinar saat menceritakan suaminya.
__ADS_1
"Sungguh beruntung lo Queen punya suami sayang sama lo. Sumpah gue ngiri sama lo. Pengen banget gue punya suami kaya suami lo." Yuga menghayal dengan yg di rasa temannya.
"Rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau biar gimana ke adaannya. padahal rumput di rumahnya juga bisa jauh lebih hijau dan bagus ketika kita merawatnya. Intinya, kalo kita menjaga dan mensyukuri apa yg jita miliki. Pasti kita gak akan melihat yg lebih indah lagi milik orang lain." Jelas Queen
"Ngeri gue denger omongan lo setelah nikah. Sumpah udah kaya emak emak." Yuga menggosok tengkuknya yg tak merasa apa apa.
"Haih lo mah, Eh abis ini kita kemana?" Tanya Queen sambil memakan burger pesenannya.
"Blanja baju yuk, di lantai 3 ada diskonan tu. Lo udah gak manggung lagi?" Tanya Yuga memakan mie gorengnya.
"2 hari lagi sih manggung bareng anak anak di mall deket kampus." Kata Queen dengan pandangan yg tertuju pada orang yg mungkin dia kenal.
"Devan." teriak Queen memanggil cowok ganteng blasteran berdiri di dekat pintu masuk.
"Oh hai my Queen. Lagi ngumpul? Kenapa lo pakek kursi roda?" Tanya Devan terkejut melihat Queen duduk di kursi roda.
"Gue habis kecelakaan. Lo ada apa di Jakarta? Oh iya ini kenalin temen temen gue, yg ini Yura dan dia Yuga." Kata Queen memperkenalkan teman temannya.
"Hai gue Devan teman Queen, senang berkenalan sama kalian. Gue jemput papa meeting sama laki lo." Kata Devan yg duduk di samping Queen.
"Lo tau gue udah nikah?" Tanya Queen kaget.
__ADS_1
"Tau lah, laki lo pernah ngehajar gue gara gara gue ngajak lo jalan." Jawab Devan tak mengatakan sejujurnya.
"Ya ampun masak? Is maafin laki gue ya, Dia itu emang posesif." Kata Queen merasa bersalah.
"Udah gak usah di pikirin lagi, lagian emang hue yg salah kok. Kalo gue tau lo bininye Levin gak bakalan gue deketin lo. Gue baru denger dari papa kalo tu anak posesif tingkat dewa kalo sama lo."Jelas Devan dengan nada menyesal.
" Hahahahaha mamam tu bakanya bung, jangan asal lihat cewek cantik langsung embat. Mentang mentang ganteng." Tawa Yura pecah ketika denger pengakuan Devan.
"Habisnya dia gue deketin gak ada penolakan sih." Kata Devan sambil menyenggol Queen dengan memonyongkan bibirnya.
"Lo sih ngasih kode sama Queen. Gue kasih tau, Queen itu type cewek bloon, Gak peka. Dia itu gak akan mikir negatif sama orang, dia mikir itu semua orang baik. Makanya temannya banyak, mungkin Cowok lain pasti akan baper sama dia karena dia sering di senyumin. Tapi kalo tau aslinya ma nyesel, Dia itu bucin sama lakinye." Jelas Yura yg lebih deket dengan Queen merasa kasian sama Devan.
"Devan sudah lama?" Tanya papanya yg langsung menepuk pundak Devan setelah melihat Levin dengan wajah penuh amarah.
"Eh papa, baru aja dateng iya kan Yura." Senggol Devan ke lengan Yura.
"Iya kok." Yura merasakan hawa membunuh.
"Sini duduk sayang. Tadi Queen yg manggil Devan pas baru masuk cafe." Jelas Queen agak Levin tak merasa cemburu.
"Kita pulang." Levin langsung mendorong kursi roda Queen
__ADS_1