Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Toya Devasya


__ADS_3

Setelah 3 jam perjalanan. Sampailah mereka di rumah Nadia di daerah Penelokan kintamani. Tepatnya tak jauh dari tempat mereka berhenti. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Nadia Agung dan Naura putri semata wayangnya.


"Ya ampun ini Naura? Cantik banget ya gedenya." Kata Cinta yg melihat putri sahabatnya itu mengenakan baju kaos dengan bawahan Kamen(Kain yg biasa di pakai orang Bali. Biasanya untuk sembahyang.)


"Tante bisa saja memujinya. Ini bang Levin apa bang Kliene?" Tanya Naura yg masih bingung dengan kedua orang itu.


"Gue Levin Naura cantik." kata Levin sambil mengacak rambut panjang sepinggang milik Naura.


"Oh Abang Levin, pantes keliatanya galak hahahaha. ini pasti Queen dan Billa. Ayo masuk ke kamarku." Naura sudah menggandeng Queen dan Billa teman kecilnya masuk ke dalam kamarnya.


Rumah style Bali dengan ornamen khas Bali telah terukir indah di dinding rumah Nadia. Nadia mengajak sahabatnya itu keliling rumah yg terdiri dari kamar kamar dan teras sebagai ruang tamu. Nadia menunjukkan kamar untuk Levin dan Billa yg terpisah. Nadia masih belum mengetahui jika Levin telah menikah dengan Queen.


Kini Naura bergabung dengan keluarganya dan juga sahabat mamanya itu. Queen dan Billa sedang ke kamar mandi karena terus merasa kepingin kencing akibat cuaca terlalu dingin.


"Disini biasa jam 2 jam 3 sore sudah turun kabut. jadi ya gini terus dingin cuacanya." Nadia keluar dengan membawakan teh hangat dan cemilan hangat buatan pembantunya.


"Wah keren thante. Jadi kepengen buka usaha di sini." Otak bisnis Levin ternyata lebih cepat di banding papanya yg duduk di sampingnya.


"Bener bener putra Rizal ini." Kata Nadia memecah keheningan.


"Levin emang gitu Nad, kalo Kliene dia gak begitu tertarik. Dia bisa cuma minat bisnis kurang. Dia lebih minat jadi dokter." Kata Rizal menerangkan.

__ADS_1


"Oh iya kemana dia? kok gak ikut kalian?" Tanya Agung yg tak melihat Kliene sama sekali.


"Dia ke Cina Gung. Biasa anak muda." Kata Rizal bersamaan dengan kedatangan Queen yg duduk di samping Levin dan Billa duduk di samping papanya.


"Queen makin cantik ya dengan rambut pirangnya. " Kata Nadia saat melihat Queen datang dengan Billa.


"Putriku ya harus cantik dong Nad." Kata Cinta dengan membelai rambut pendek Queen


Naura terus memandang Levin seakan hanya dia mahluk Tuhan paling indah. Ada rasa sedikit risih ketika melihat Queen yg minum dari gelas Levin yg sudah di tiup tehnya. Naura berfikiran positif. Mereka kaya gitu ya karena mereka di besarkan bersama. pikir Naura dengan tetap memandang Levin.


Pandangan Naura ternyata di amati oleh sang ibunda tercinta. Nadia melihat ketertarikan Naura pada laki laki yg minim senyum itu. Nadia menyenggol putrinya yg sontak menundukkan kepala karena malu.


"Levin, kamu mau jalan jalan menikmati pemandangan danau? Naura bisa mengantarkanmu." Kata Nadia membuka peluang untuk putrinya.


"Boleh saja, Mau ke desa Trunyan?" Tanya Nadia menawarkan sebuah objek wisata mistis nya.


"Desa Trunyan? Desa apa itu Tante? kok sepertinya rada rada gak asing tapi lupa tempat apa gitu." Kata Levin sedikit mencoba mengingat ingat.


"Desa Trunyan itu tempat pemakaman tanpa di kubur atau di aben( pembakaran mayat adat Bali). Jadi mayat di sana juga gak sembarangan. yg boleh di semayamkan di sana. Jadi di sana ada pohon Cendana besar yg menebarkan bau harum semerbak yg menetralkan bau mayat di sana. mayat di sana kebanyakan hanya di geletakkan dekat pohon itu. jadi jangan heran kalau ke sana menemukan tengkorak manusia betebaran." Ucap Nadia lagi.


"Horor lah Tante. gak ah, gak berani tidur entar." Jawab Levin sambil bergidik ngeri namun malah di tertawakan oleh Naura.

__ADS_1


"Ya sudah kamu ajak jalan jalan ke bawa sana Naura. kali saja mau ke pemandian air panas di bawah." kata Nadia menawarkan objek wisata lainnya.


"Kalau itu mau kayaknya. yuk Queen Billa." Kini Levin mengajak Queen dan Billa


"Ya sudah sana kalian. sayang suruh Levin yg bawa mobilnya." Titah Nadia yg di angguki oleh sang putri


Karena Naura yg menjadi pemandu wisata saat ini. Naura duduk di samping Levin yg mengemudikan mobil Brio Satya milik Naura. Dengan menuruni turunan tajam di samping Batur lake view tempat mereka tadi berhenti. Levin membawa mobilnya terus menuruni jalan yg berkelok. dengan pemandangan danau yg semakin dekat. Levin dan rombongan masih terus menyusuri jalan dengan melintasi pemandangan yg berupa bongkahan batu batu besar dan tanaman gersang.


"Batu batu itu merupakan batu semburan saat gunung Batur meletus. Tanah di sini hitam karena itu merupakan muntahan lahar dingin dari gunung Batur. udara di sini dengan di atas jauh berbeda. kalau di atas yg sangat dingin maka di sini agak sedikit lebih hangat." Terang Naura yg sudah mahir dalam menerangkan tentang objek wisata di tempat tinggalnya itu.


"Hebat lo Naura. Pasti lo udah sering bawa tamu ya?" Tanya Queen kagum.


"Ya begitu lah Queen. eh itu Vin kita sudah sampai." Kata Naura dan Levin memarkir mobil nya.


Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 60.000 perorang. Levin Queen Billa dan Naura sudah bisa menikmati pemandian air panas dengan view danau dan pegunungan langsung.


Di tempat ini juga di sediakan cafe yg sangat nyaman. Selain menyediakan pemandian air panas, di sini juga menyediakan pemandian air dingin. Tempat yg di kenal dengan nama Toya Devasya ini lumayan terkenal di kintamani. dengan tamu yg tak bisa di bilang sedikit ini juga menyuguhkan layanan sewa handuk bagi pengunjung yg tidak membawa handuk seperti Levin Queen Billa juga Naura.


"Sumpah ini keren banget. Vin ayo kita ke sana." Ajak Queen yg sudah mengenakan baju sexy dan Levin hanya memakai celana boxernya.


Billa dan Queen mengenakan baju sexy yg di belinya di atas saat ke pemandian. Dengan baju mirip dress dengan gantungan kecil dan menunjukkan punggung mulusnya. Dengan corak bunga bunga warna oranye dan hijau. Kini Queen dan Billa juga Levin sudah berada di dalam air hangat. Naura sendiri memakai baju yg sama hanya beda warna.

__ADS_1


Naura mendekati Levin dan menawarkan untuk berfoto dengannya. Tanpa berfikir panjang lagi Levin menyetujuinya. Queen dan Billa tidak memiliki pikiran negatif ya karena memang mereka dulunya teman kecil sebelum kepindahan ibunda dari Naura dan ayahnya ke Bali. Queen asik menikmati pemandangan ketika ada seseorang laki laki yg mendekati Queen. Levin yg merasa geram langsung mendekati Queen lalu memeluknya dari belakang.



__ADS_2