Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Billa jatuh cinta


__ADS_3

"Mama papa..... ma.... pa....." Billa teriak teriak mencari orang tuanya di seluruh rumah dan mendapat bentakan dari sang abang.


"Billa, diem!!! Si kembar tiga lagi bobo." Kata Kliene lebih keras.


"Abang yang kenceng kenceng. Mama sama papa mana bang?" Tanya yang sudah memelankan suaranya.


"Di ruman Levin nganterin brownis pesenan Queen. Ngapa nyari mama?" Tanya Kliene duduk di sofa samping adik perempuan satu satunya duduk setelah kecapek an teriak teriak.


"Bang, lu tau kagak keponakannya bu de Mae?" Tanya Billa membuat Kliene mengernyitkan dahinya.


"Ngapa lu nanya nanya ponakannya Bude Mae?" Tanya Kliene masih penasaran.


"Sumpah bang cakep bener, kalo boleh itu orang gue karungin...." Kata Billa langsung di potong oleh Kliene.

__ADS_1


"Lu pikir itu orang kucing dek segala di karungin?" Keplak Kliene tepat di dahi jenong milik Billa yang tertutup poni depannya.


"Yah sakit abang, ilang dah cantiknya Billa." Kata Billa membenarkan rambutnya.


"Sejak kapan lu jadi ganjen gini sih? biasanya kan lu selebor." Kata Kliene sambil menempelkan punggung tangannya di kening adik perempuan satu satunya.


"Bang apa ini ya yang namanya jatuh cinta? rasanya Billa denger suara suara kaya orang teriak teriak nyanyi dan banyak lagi. Terus rasanya seperti ada kompor dalam perut Billa yang membuat mendidi blukutuk blukutuk perut Billa bang." Kata Billa tak menghiraukan abangnya dan terus ngoceh sambil senyum senyum sendiri.


"Lah beneran sarap ni anak." Kata Kliene sambil mengambil ponselnha dari dalam saku celananya.


Di tempat Levin dan Queen, Rizal yang mendapat telfon merasa bingung. Apa yang sebenernya terjadi? Kenapa Kliene mengira dirinya adalah mamanya. Rizal segera mengajak Cinta pulang untuk melihat kondisi anak anak mereka. Baru di depan pintu, kliene langsung berteriak dan menggeret mama papanya mendengarkan cerita Billa.


"Siapa namanya sayang?" Tanya Rizal setelah mendengarkan cerita putrinya.

__ADS_1


"Aku gak tau namanya pa, tadi Bude Mae ngenalin cowok ganteng gak ngasih tau namanya." Kata Billa sambil menunduk me mutar mutar bajunya.


"Ya sudah besok kita temuin cowok itu." Kata Rizal yang langsung mendapat pukulan dari Cinta.


"Kalo ngomong suka ngawur ya Mas, Billa cewek serendah itu mas harga dirinya?" Cinta melontarkan protesnya.


"Sayang lupa ya dulu Khadijah yang melamar Nabi Muhammad?" Kata Rizal meraih tangan Cinta lalu membelainya.


"Mas waktu itu Khadijah sudah berumur dan Nabi Muhammad juga sudah waktunya menikah. Tapi mas lihat Billa, dia jangankan bekerja. Sekolah aja masih belum lulus. Nulis huruf alif aja masih belum bisa tegak mas." Kata Cinta memberi panjelasan pada Rizal bahwa Billa masih kecil.


"Sayang lupa kita dulu juga menikah muda? kita sama kelas 3 menikahnya sayang." Rizal mengingatkan akan pernikahannya dulu.


"pokoknya Billa masih kecil dan aku gak mau kalo Billa nikah sebelum dia tau artinya menjadi seorang istri. Mas lupa betapa beratnya perjalanan kita bisa sampai di titik ini? Cinta gak mau mas kalo misalnya anak anak Cinta merasakan kehidupan yang pernah kita rasakan dulu." Kata Cinta lembut namun penuh penekanan mengingat betapa beratnya dirinya berjuang mewujudkan cita citanya dan juga mimpinya.

__ADS_1


"Yah, bakalan patah hati lu dek." Kata Kliene menggoda sang adik.


__ADS_2