Sahabat?

Sahabat?
Bab 94


__ADS_3

"Ya Allah keluargaku kenapa? Kok ya kaya sinetron jadinya. Istri ke dua abangku yg matre. Pas jan pas pokoknya di jadiin judul sinetron. hmmm Ya Allah Ya Gusti pengeran. Lindungi keluargaku di manapun berada. Dan berikanlah tabungan kesabaran bagi hambamu ini. Kalo bisa yg unlimitit Ya Allah." Doa Rizal saat sholat di masjid samping apartemennya.


Seminggu sudah bang Rama berangkat ke luar negri bersama Rena istri pertamanya. Suasana semakin tidak kondusif untuk mereka tetap tinggal di Indonesia. Rizal setiap seminggu tiga kali mengajak papanya untuk terapi ruqiah.


Pak ustad yg meruqiah papa rizal mengatakan adanya gangguan pada keluarga Rizal yg di sebabkan oleh mahluk gaib. Rizal ingin tak percaya karena dia merasa tak saling berhubungan dengan dunia gaib. Tapi Rizal tau kalau manusia itu hidup saling berdampingan dengan mahluk gaib.


"Kenapa jadi horor gini si mas? Cinta itu penakut mas inget itu kan?" Tanya Cinta yg sekarang lebih sering menempel pada suaminya karena takut.


"Yang, kamu gak usah takut seperti itu. Kamu inget mereka ada pun itu sudah cukup. Takut itu pada Allah penguasa seluruh alam. Allah penguasa hati setiap manusia. Mahluk gaib itu menyerang sejatinya karena hati manusia yg di tumbuhi rasa iri dan dengki. Jangan lupa, di setiap diri manusia itu ada sisi gelap dan putih. Ada sisi baik dan sisi jahat. Sisi baik saat kita mau memahami keadaan diri sendiri maupun orang lain. Sisi jahat saat ego kita menguasai hati dan pikiran kita." Kata Rizal sambil mengelus rambut Cinta yg sedang menyusui Kliene karena Levin sudah tertidur.


"Iya mas. Tapi Cinta beneran takut kalo liat yg seperti itu." Cinta menunjuk salah satu jendela yg menampakkan bayangan seklebat putih.

__ADS_1


"Allahhuakbar." Rizal melonjak naik ke atas kasur dan seakan bersembunyi di balik Cinta.


"Mas Cinta takut, kenapa Mas malah sembunyi ke Cinta?" Cinta malah menangis.


"Mas kaget yang, coba mas liat dulu itu nyata apa cuma siluet aja." Rizal berjalan menuju jendela itu dan di ikuti oleh Cinta dari belakang.


Rizal melihat sesosok perempuan menggendong bayi dengan mengenakan baju putih dan rambut terurai. Rizak tak percaya itu mahluk tak kasat mata. Apartemen Rizal yg memang berada di lantai dasar membuatnya lebih jelas bahwa itu sesosok manusia. Bukan mahluk gaib yg sering di muncul di atas pohon.


"Mas ini Queen?" Rizal mengangguk lalu berjalan masuk dan di ikuti Angel.


"Mbak Angel kenapa kesini?" Lanjut Cinta.

__ADS_1


"Cinta, bang Rama kemana? Queen membutuhkannya. Aku juga." Angel sesenggukan.


"Bang Rama sudah bahagia hidup dengan Rena Ngel, dan kamu sudah di cerai tanpa sidang. Bang Rama manalak 3 kamu. Jadi dia gak bisa rujuk sama kamu sebelum kamu menikah lagi. Kamu bisa ngambil surat perceraian langsung ke pengadilan." Terang Rizal.


"Terus anak ini?" Angel menanyakan nasip anaknya.


"Biar gue sama Cinta yg ngurus. Masalah saham yg sudah atas nama kamu bang Rama sudah iklasin untuk kamu bertahan hidup." Kata Rizal.


"Mama di mana?" Tanya Cinta setelah di rasa Angel sudah bisa di ajak bicara.


"Mama seperti orang gila sekarang di rumah. Dia terus menangis habis itu tertawa terus teriak teriak." Jelas Angel.

__ADS_1


__ADS_2