Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Masa lalu Angel


__ADS_3

Queen dan Levin hari ini berencana menemui Angel di rukonya jualan jajan. Ruko yg menjual aneka jajanan dari yg tradisional sampai yg moderen titipan orang. Ruko yg tadinya hanya di urus oleh Angel dan Queen dulunya, kini sudah memperkerjakan 2 orang pegawai. Ruko yg tadinya sepi kini sudah ramai oleh pembeli juga ramai dengan dagangan yg beraneka macam.


Levin memasuki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang, karena membawa Queen yg sedang hamil sangat cerewet. Sedikit sedikit Queen mengeluh capek dan juga panas di kursinya. Queen merasa perjalanan saat ini bener bener perjalanan yang sangat lama dan melelahkan.


Sebenernya bukan perjalanannya yg lama dan melelahkan, tapi jiwa males Queeb lah yg membuat lama perjalanan ini. Di tengah perjalanan Queen melihat ada pedagang rujak tumbuk keliling. Dengan mata jeli seorang bumil, Queen merengek minta di beliin rujak tumbukk keliling yg tempatnya bersebrangan dengan arah mereka saat ini.


"Queen, orangnya udah jauh itu. Lagian kita berlawanan arah." Kata Levin yang engan untuk memotong jalan dan memutar balik.


"Vin, sadar gak sih kalo yang minta itu bukan aku aja. Tapi anak mu Vin, kamu sih gak tau rasanya gimana kepengenya aku makan rujak tumbuk itu. Aku mau Vin, tuh liatin liurku sampai keluar ini." Kata Queen merengek dan sesekali menelan salivanya yang tiba tiba membanjiri rongga mulutnya.


"Ck hmmm." Levin berdecak lalu di ikuti dengan membuang navas kasarnya.


Levin memotong jalan di jalur kanan yg ada tanda panah melengkung yang berarti di ijinkan untuk belok. Levin memutar arah dan mencari dagang rujak bubuk yang sudah berjalan semakin jauh. Levin memberhentikan mobilnya di punggung jalan turun dari jalan aspal dan parkir di lahan kosong dekat taman di mana dagang rujak tumbuk itu mangkal.


Dengan lahapnya Queen memakan rujak nya di bawah pohon beringin yang rindang. Levin membelikan teh hangat untuk Queen agar mereda rasa pedas dari rujak yg di pesan Queen. Levin memandang Queen penuh kasih dengan senyuman hangat seorang Levin.


"Sayang pelan pelan ya ini minum tehnya." Queen yg tersedak langsung meminum teh hangatnya.


"Makasih ya sayang, aku pengen makan cilok itu yang." Queen menunjuk pedagang cilok yang tak jauh dari tempatnya duduk.


"Habisin makanan kamu dulu baru kita beli ciloknya." Kata Levin membuat Queen menileh ke arahnya.

__ADS_1


"Kita? situ aja kali yg beli. Aku capek Levin sayang, beliin ya." Kata Queen dengan mata yg di kedip kedipkan.


"Itu mata kenape? Ayan matanya?" Kata Levin yg enggan mengartikan yg sebenernya dia tau maksud dari Queen.


"Astaqfirullah, dimana mana yg ayan itu kepalanya yg ajep ajep bukan matanya. Lama lama laki gue sarap ini kalo di biarin anginan." Kata Queen ngomong pada piring di tangannya yg mendapat tatapan tajam dari sang Levin Baganta.


"Iya saya belikan Kanjeng Ratu maha benar." Kata Levin beranjak dari tempat duduknya.


Levin datang dengan membawa seplastik kecil cilok bumbu kacang yang di tusuk dengan tusuk sate. Queen langsung mengbil bungkusan yg Levin tersenyum melihat nafsu makan sang istri kembali membaik dari hari hari sebelumnya yang tak tersentuh makanan. Jangankan makanan, air pun kalau melewati mulutnya juga bakalan balik lagi membawa teman temannyanyang sudah lebih duluh masuk kedalam perut Queen. Bahkan tak jarang Queen memuntahkan cairan kuning kehijauan dengan meninggalkan rasa pait dalam rongga mulut Queen.


"Sekarang apa lagi? Aku membawakanmu kelapa muda ini untukmu." Levin menunjukkan kelapa muda hijau kulitnya dari belakang duduknya.


"Makasih ya sayang." Queen langsung mengambil sebutir kelapa muda itu yg sudah berlubang bagian atasnya.


Queen dan Levin kembali melanjutkan perjalanan yang tak tak jauh lagi. Jarak yang hanya tinggal 1 KM pun hanya di tempuh dengan waktu 10 menit. Queen tiba di ruko sang mami langsung mengambil nampan kecil yang langsung di isi dengan berbagai macam makanan tradisional seperti lemper, kue lapis dan onde onde. Tak lupa Queen juga mengambil jajan sumping isi pisang dan isi nangka masing masing 2. Pandangan Queen kembali teralihkan pada seonggok pisang rebus yg berada di pojok meja.


"Queen, harusnya kamu itu kan ke mami dulu. Bukan ngambilin jajan kaya gini dong." Protes maminya yang seakan di cuek in sang putri yang sering di usirnya.


"Tenang mi, kali ini Levin bawa dompet isinya duit ijo ijo." Kata Queen yg masih sibuk memilih makanan sedangkan mulutnya penuh oleh pisang rebusnya.


"Assalamualaikum mi, biarin aja dia makan sesukanya mi. Seminggu ini dia hampir gak makan sama sekali." Kata Levin setelah mencium punggung tangan sang mertua.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Angel khawatir. Tidak mau mengakui, bukan berarti tak sayang ya, Angel itu sayang sekali pada putrinya. Hanya tak mau melihat wajah sang putri yg mengingatkan akan kejadian 23 tahun lebih.


"Enggak mami, tapi mami bakalan jadi nenek." Jawab Queen santai dengan memeluk maminya.


"Akhirnya sayang, mami seneng dengernya. Ya sudah kalian pulanglah gak usah di bayar." Kata Angel yg kembali mengusir Queen.


"Siapa yg mau bayar, GR sekali anda hai nyonya Angel Suherman." Kaya Queen dengan nada sombongnya.


"Oh iyakah?" Kata Angel yang mengikuti gaya putrinya.


"Ma, kami sebenernya ada penting sama mami." Kata Levin lembut namun tegas.


"Iyakah? Ya sudah katakan lah mantuku." Kata Angel yang mempersilahkan anak dan mantunya duduk.


"Iya, jadi gini mi. Kemarin papi Toni meminta Levin untuk mengurusin usahanya, ya karena papi memgurusi hotelnya di bali." Kata Queen hati hati.


"Papi?" Angel menjeda ucapannya dengan menutup mulutnya. "Toni? Di mana dia sekarang? Bukannya dia sudah meninggal?" Tanya Angel histeris.


"Mami sabar mi, sebentar lagi papi juga sampai mi. Mami jangan kaya gini, malu mi." Queen menenangkan maminya yg histeris dan di bantu oleh Levin.


"Mi, mami bisa maafin papi kan kalo misalnya papi minta maaf?" Tanya Queen pelan namun masih terdengar oleh Angel.

__ADS_1


"Mami yang bersalah padanya sayang. Gara gara mami dia kecelakaan. Gara gara mami juga dia kehilangan putrinya. Dan gara gara mami juga kamu jadi bulan bulanan Rara putri dari ayah Rama. Mami gak tega lihat kamu di Bully sayang. Makanya mami gak mau kamu lama lama di sini. Mami sayang sekali sama kamu nak, mami gak mau kamu menanggung kesalahan mami yg dulu. Mami sadar mami jahat terhadap hidupmu, meninggalkanmu bersama papa Rizal juga mama Cinta. Mama serakah yg ingin memiliki ayahmu seorang diri sehingga membuat semuanya hancur berantakan." Kata Angel yang masih dengan linangan air mata namu tayapannya kosong kearah depan.


__ADS_2