Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kedatangan Rara


__ADS_3

Pagi hari di hari minggu kali ini Billa enggan untuk kemana mana, bahkan dia kini hanya duduk termenung di teras belakang kamarnya. Billa mengingat kembali keadaan Rara yang sangat memprihatinkan. Billa tak sanggup membayangkan bagaimana jadinya jika ibu ibu tadi masih tidak menmberi ampun pada Rara dan menyeret Rara kembali ke depan umun lagi.


Tanpa terasa air mata Billa kembali menetes. Billa mengingat kembali masa kecil yang di lalui bersama Rara. Rara Queen dan Billa merasa sangat tertekan dan mencari celah kelengahan pengawasan Levin yang sangay posesif. Di hukum bersama oleh Levin mengerjakan soal matematika dalam kamar yang di kunci dari luar oleh Levin.


"Sudah sayang, papa sama Levin sudah mencari Ayah. Sekarang kamu makan ya." Cinta menyuapi Billa yang tengan duduk termenung dengan linangan air mata yang semakin deras.


"Billa gak salah untuk masalah ini, jangan menyalahkan diri sendiri ya." Ayu datang bersama ketiga putranya dalam roller.


"Ma, Kenapa keluarga kita jadi seperti ini? Billa yang menghantar mereka pada kehancuran. Billa yang menyerahkan uang itu pada mereka ma." Billa kembali sesenggukan dalam pelukan Cinta Mamanya.


"Sudah sudah sayang, Abang Kliene sekarang sedang ke kantor polisi untuk membuat pengaduan. Kita tidak akan tinggal diam Billa." Kata Cinta membelai lembut punggung Billa.

__ADS_1


"Aris, ma Billa meninggalkan Rara di rumah Sandi dan Aris juga Frizka." Kata Billa mengingat bahwa dirinya kemarin meninggalkan mereka dalam keadaan menangis.


"Ya sudah kamu susulin Rara sama Ayu sana, ajak ke sini. Agas, Bagas sama Aska mama yang ngajak." Cinta menggendong Agas cucu tertuanya.


"Queen katanya mau kesini sebentar lagi ma, ya sudah Ayu siap siap dulu ma." Ayu


Ayu sudah siap dan Billa masih terlihat duduk termenung di deras dengan posisi yang sama. Billa seperti terpukul akan kehancuran Rama beserta keluarganya. Queen menghampiri Billa lalu memeluknya sesaat kemudian terdengar tangisan mereka pecah.


"Billa."


"Friz maaf ya kemarin." Billa memeluk Frizka ketika sudah menemui gadi cantik itu di ruang tamu.

__ADS_1


"Lu sapa? jelek banget? Baju compang camping kek gembel. Ngaku pengusaha tapi beli baju maratus rebu aja lu gak sanggup." Ejek Frizka yang memang terlihat selalu cantik dan wangi.


"Tu dengerin dek, lu itu cewek harus dandan. Masak setiap hari pakek baju kedondoran kaya gitu." Ayu menimpali ucapan Frizka.


"Rara kamu capek? kekamar yuk gue kangen sama adek gue yang suka minjem baju baju gue." Kata Queen tak mampu lagi menyembunyikan tangisannya ketika melihat adiknya dengan keadaan berantakan.


"Lu gak benci sama gue Queen?" Ucap Rara menyeka air mata di pipi Queen namun sendirinya juga menangis.


"Gue masih benci sama lu kalo lu masih belum mau manggil gue kakak." Jawab Queen sambil memeluk Rara melepas rasa rindu yang selama ini tertahan karena perselisihan.


"Maaf kakak huhuhu Rara minta maaf. Rara gak seharusnya berbuat seperti itu. Maafin Rara sudah kurang ajar pada kakak. Maafin Rara yang mau lebih dari kakak. Rara menyesal, Rara gak akan mengulang kesalahan yang selama ini Rara buat. Rara sangat sangat menyesal." Rara tak mampu menguadai diri lagi hingga kehilangan kesadaran.

__ADS_1


Dengan sigap Aris dan Sandi menangkap Rara bersamaan. Tanpa sadar Billa memegang ujung baju Aris saat menggendong Rara ke kamar paling dekat. Mau tak mau Queen yang menangis harus tertawa karena ulah Billa. Ayu yang masih belum menyadari hanya mengangkat alisnya untuk rasa penasarannya pada Queen.


"Liat Billa, bisa gitu dia pegangin baju cowoknya dari belakang." Ayu ikut tertawa ketika melihat langsung si Billa masih memegangi ujung belakang baju Aris.


__ADS_2