Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Amarah Levin


__ADS_3

Di kelas IPA 1 Kliene dan Levin selalu membahas soal bersama. Kliene memiliki sifat penyayang sabar dan baik selain pintar. Sedang Levin memiliki sifat tegas, dingin, berani dan pintar tentunya. Dan yg paling menonjol adalah sifat posesif terhadap adik dan kakaknya.


Kliene memiliki wajah yg tampan yg menyejukkan. Sedangkan Levin yg memiliki wajah yg sama tampannya dengan kakaknya. Dengan beda di mata Levin yg tajam dengan tatapan mautnya. Levin terlihat lebih garang dari Kliene. Kalo Kliene memiliki bola mata berwarna coklat sedangkan Levin memiliki bola mata berwarna hitam legam.


"Levin, kantin yuk." Ajak Ayu seorang cewek di kelas Levin yg lagi dekat dengan Levin.


"Bang mau ikut?" Tanya Levin pada abangnya yg menadakan Levin menyetujui ajakan si gadis cantik itu.


"gak usah, mama sudah bekelin Abang roti tawar sama buah." Kliene mengeluarkan bekalnya.


"Ya sudah yok Yu." Ajak Levin pada Ayu.


Levin selalu lembut jika sudah berhadapan dengan Ayu. Si gadis cantik incaran para Siswa di sekolahnya. Levin memang sering mencuri pandang dari dulu kelas 1 SMA sampai sekarang kelas 3 SMA. Ayu tau itu, tapi dia juga cukup tinggi memelihara gengsinya untuk sekedar menanyakan arti pandangan itu. Sikap cuek yg di miliki Levin membuat keduanya memilih untuk jalan tanpa ikatan.


"Bill, Lo liat itu Abang Lo. Kalo dia boleh gitu pegangan tangan sama cewek terus keluar sama cewek. Sedangkan kita apa!!! Eneg gue terus di posesifin sama tu orang." Queen sudah jengkel dengan kedatangan Levin yg bergandengan dengan cewek tanpa ada rasa bersalah sudah melarang dirinya jalan bareng pacarnya.


Queen langsung pergi dari kantin saat Levin dan ayu duduk dengan membawa makananya. Levin melihat Queen pergi dari kantin masa bodo. Ayu dan Levin memang sering berduaan di sekolahan. Tapi Levin melarang keras Queen ato Billa dekat dengan cowok.


"Sabar lah, nanti kita balas." Bisik Billa dengan sejuta akal licik untuk abangnya yg posesif itu.


Setelah pulang sekolah, Billa dan Queen langsung berangkat ke mall dengan menaiki mobil Alex. Setelah menemani makan siang di cafe milik Rizal yg ada di mall itu, Alex pamit untuk pulang. Sepulangnya Alex, Queen dan Billa langsung ke salon langganannya.


"Mbak potong sebahu naik dikit ya." Jelas Queen pada pegawai salon itu.

__ADS_1


"Gila Lo Queen? Rambut Lo itu udah panjang. kenapa di pangkas habis sih?" Billa kaget Queen mau memotong sangat pendek rambutnya yg sudah sepinggang.


"Rontok setiap hari Bill, gara gara Levin Jambak Jambak rambut gue Mulu." Terang Queen jengkel.


"Mbak potong dulu segini dan tolong jangan di lepas ikatannya, mau saya bawa pulang." Kata Queen pada pegawai salon setelah menyisir dan mengikat rambutnya sebahu.


Setelah di potong, rambutnya langsung di masukkan kedalam tas. Setelah selesai perawatan. Dan rambut Queen sudah di rapikan sesuai keinginannya. Queen dan Billa pun pulang kerumah masing masing. Queen ke rumah Rama dan Billa pulang ke rumahnya dengan menangis membawa rambut Queen.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Cinta hawatir.


"Mana Levin ma?" Bukannya menjawab Billa malah balik bertanya.


"Belum pulang, katanya tadi mau nonton dulu sama ayu katanya." Jawaban Cinta malah membuat Billa tambah kenceng menangisinya.


Setengah jam berlalu dan Levin baru pulang bareng dengan papanya. Cinta yg bingung cemas dan hawatir dengan kedua putrinya itu langsung menghampiri Rizal.


"Mas, Billa tadi pulang sendiri. Dia menangis terus nanyain Levin mama bilang belum pulang dia malah tambah nangis mas. Levin jangan jangan kenapa kenapa lagi mas." Kata Cinta yg belum mengetahui kalo Levin pulang bareng papanya.


"Levin ada di luar lagi ngeluarin mesin kopi mas. Emang kenapa nangis? Queen mana?" Tanya Rizal yg mendengar putri bungsunya pulang sendiri.


"Gak tau mas, Kamarnya Billa di kunci terus di bujuk sama Kliene pun gak mau keluar dia mas. Queen nomernya gak aktif." Cinta makin menjadi.


"Kenapa ma? Hp Queen ada sama Levin tadi habis batrenya." Jawab Levin santai.

__ADS_1


Levin membawa mesin kopi ke ruang tengah dan meletakkan di meja. Setelah itu Levin langsung ke kamarnya. Saat membuka pintu kamar Levin di kejutkan sama rambut yg tergeletak di atas tempat tidurnya. Levin mengenali ikat rambut itu karena dialah yg membeli. Dengan langkah panjang Levin yg masih memakai seragam langsung menuju rumah pak de nya.


Tanpa permisi Levin memasuki rumah Rama. Melihat wajah merah karena marah, Rena tidak berani menegur remaja itu yg berjalan naik tangga menuju kamar putrinya. Rena menyadari bahwa putra dari adik iparnya itu tengah marah. Perlahan Rena mengikuti Levin dari belakang.


"Buka pintu!!!" Teriak Levin penuh amarah dengan menggenggam rambut Queen di tangan kirinya.


"Lo mau buka ati gue dobrak pintunya." teriak Levin lagi yg saat ini sudah ada Rena Rama, Rizal, Cinta dan Kliene di belakang Levin agak jauh.


"Iya gue buka!!!" jawab Queen dengan teriakan dari dalam kamar.


Tak lama bunyi kunci di putar, Quen membuka pintu dan Levin masuk ke dalam kamar secara paksa lalu mengunci kembali pintu kamar Queen. Semua orang yg tadinya ada di belakang Levin berjalan mendekati pintu dan mendengarkan pertengkaran antara Queen dan Levin.


"Maksudnya apa ini hah!!!" Levin dengan suara kerasnya seraya menunjukkan rambut di tangannya.


"Itu? Itu hadiah buat Lo biar gak terus Jambak rambut gue. Lo tau selain sakit kepala gue Lo Jambak terus, rambut gue jadi rontok. Jadi dari pada rambut gue yg indah ini berakhir dengan kebotakan jadi ya gue potong aja." Jawab Queen santai.


"Lo bisa telfon gue, dan Lo juga bisa minta pendapat gue dulu. Enggak dengan memangkas habis rambut Lo kaya gini." Levin makin marah.


"Lo itu sadar gak sih? Dari seminggu yg lalu hp gue Lo sita. Dari mana gue bisa ngehubungun Lo?" Jawab Queen yg membuat orang di balik pintu itu kaget. Kenapa bisa hp Queen di sita levin? Pikir Cinta.


" Makanya Lo jangan pacaran aja. Lo itu gak bisa konsentrasi belajar kalo ada hp." kata posesif Levin membuat Rizal geram.


"Levin buka pintunya!" Satu kata yg keluar dari mulut Rizal membuat Queen maupun Levin terdiam dan menurut.

__ADS_1


Levin membuka pintu kamar Queen dan mempersilahkan masuk papanya dan juga semua yg ada di balik pintu tanpa Levin dan Queen ketahui.


__ADS_2