
"Sejak kapan kamu gak mau makan Queen?" Tanya Nadia setelah memeriksa keadaan Queen menantu dari sahabatnya itu.
"Dua harian tan, kenapa?" Jawab Queen kembali menanyakan apa yg di katakan Nadia.
"Tega sekali kamu menyiksa bayimu." Pernyataan Nadia membuat Queen tak bisa berkata apa apa selain kata "Hah?"
"Jangan bilang kamu gak tau Cin kalo menantumu itu hamil 12 minggu." Ucap Nadia membuat Cinta semakin membelalakkan matanya.
"12 Minggu artinya 12 bagi 4 itu sama dengan 3. Tante terangin kenapa. Levin beneran jadi **** ini." Levin galau antara senang dan sedih.
Senang istrinya hamil, sedihnya kenapa dia begitu bodoh karena tak menyadari istrinya hamil. Lagian juga kenapa Queen bisa gak sadar kalo gak datang bulan secara rutin. Bahkan ini sampai 3 bulan telat hanya diam saja.
"Istrimu hamil 3Bulan Levin Baganta putra Alfan Ahrizal dan Cinta lashifa. Aduh, kenapa jadi pada **** semua sih Queen hamil? Kamu lagi Cin, kamu itu dokter tapi kok ya gak sadar sih. Haduh Cinta Cinta, gitu Rizal kok ya bucin sama kamu." Kata Nadia yg menertawakan kebodohan sang sahabat.
"Putriku hamil?"
__ADS_1
Rizal tiba tiba muncul dari balik pintu dengan mengenakan baju formalnya tanpa dari yg terikat dengan benar. Rizal berjalan ke arah sang menantu yg tertidur lemas di sofa depan tv yg di kelilingi oleh Cinta Nadia dan keluarganya. Sedangkan Levin memangku kepala Queen memberikan kenyamanan untuk istrinya yg sedang hamil meski baru dia ketahui.
"Selamat ya sayang, inget jangan kecapek an dan juga jangan setres. Levin, selama Queen lemes kamu papa bebas tugaskan. Dan lagi, jangan gendong gendong si kembar tiga ini. Mereka boleh main tapi kamu gak boleh gendong mereka. Mengerti Queen." Rizal memberikan intruksi yg sangat sangat tegas.
Rizal bahagian dengan kabar yg ia dengar pagi ini. Rizal tak henti hentinya membelai perut sang putri yg kini menyandang sebagai menantu. Meski Levin tau kalo Rizal membelai Queen karena bahagia sebagai seorang papa. Tapi rasa cemburu Levin tak bisa di tahan lagi karena Rizal seperti orang yg sedang kegirangan setelah mendapat lotre 5 juta.
"Papa, jangan elus elus terus perut Queen, papa lupa dia sekarang istri Levin? Bukan lagi putri papa. Hargai Levin sebagai suaminya. Emang boleh perut mama di pegang pegang ayah Rama?" Omel Levin pada papanya yg membuat seisi rumah tertawa terbahak termasuk Rizal.
"Hahahaha sebelum kamu, papa lebih dulu mandiin Queen Vin. gendong gendong juga bahkan papa lebih dulu ciumi Queen sebelum kamu." Goda papa Rizal pada sang anak yg sudah terbakar api cemburu.
"Itu dulu pa, waktu Queen masih kecil. Dan sekarang Queen udah gede udah jadi istri Levin, Jadi ya cuma Levin yg boleh pegang pegang, elus elus Queen." Omel Levin semakin meninggi karena terus di buat jengkel oleh papanya.
"Iya, inget aku Nad. Bahkan Cinta juga cemburu pada teh yg aku bilang lebih butuh teh." Kata Rizal kembali mengingat kecemburuan kecemburuan sang istri saat hamil si kembar Kliene dan Levin.
"Saat itu kan emang kamu lagi di kejar kejar sama Maya mas, Jadi aku ya makin cemburu ke semua." Jawab Cinta malu malu sambil menunduk dan mengelus perut sang menantu.
__ADS_1
"Hahahaha sekarang nurun ke anaknya. Eh iya liat Queen dengan rambut Coklatnya makin mirip Toni ya." Nadia mengalihkan pembicaraan.
"Toni Angkasa Dharma?" Tanya Agung yg seperti familiar dengan wajah Queen.
"Kok kamu kenal sayang?" tanya Nadia kaget sang suami menenal lelaki yg di bilang sudah meninggal itu.
"Dia kan rekan bisnis aku sayang. Aku baru inget wajahnya Queen bener bener mirip sama Toni. Pantesan tiap ketemu Toni serasa familiar sekali. Gak taunya mirip sama anak mantu." Ucap Agung tanpa merasa berdosa. Ya memang gak dosa, kan mereka gak tau.
"Dia masih hidup?" Tanya Rizal penasaran.
"Iya, dia juga belum menikah katanya karena pernah melakukan kesalahan sampai punya anak. Pernah katanya dia mencari anaknya terus kecelakaan parah dan dia harus di rawat di Singapura selama hampir setahun. Dan saat kembali dia milih buka usaha hotel di bali dengan nama Hotel Q." Jawab Agung sesuai cerita dari Toni.
"Bisa antarkan saya ketemu dengannya om?" Tanya Queen yg sudah menangis.
"Enggak sekarang, kondisi kamu sangat sangat lemah Queen." Cegah Nadia sedikit memahami situasi saat ini.
__ADS_1
"Dia di Jakarta sekarang. Apa ada hubungannya dengan kalian?" Tanya Agung tak mengerti apa yg terjadi.
"Dia teman kulian ku, kalo bisa suruh dia kesini kapan dia punya waktu luang." Jawab Rizal dengan raut wajah tak mampu diartikan siapapun termasuk Cinta sendiri.