
Setelah mendapatkan maaf dan berjanji menanggung biaya untuk pengobatan Devan sampai sembuh. Levin, Mario dan Ruli pamit untuk pulang beristirahat. Setelah mengantarkan Mario, Ruli mengantarkan Levin sampai ke Villa berlantai 1 dengan view taman dan bukit buatan yg di tanami rumput hijau terawat.
"Gila luas juga tamannya, itu Sampek mana bukit buatan itu?" Tanya Ruli yg takjub dengan pemandangan yg di laluinya menuju ke rumah model kuno, sederhana namun nyaman.
"Cuma Sampek pohon Pinus itu habis aja." Jawab Levin santai.
"Luas banget berarti dong ya."
2 hektar persegi katanya dari depan ke belakang dari kiri ke kanan." Kata Levin membuat Ruli memberhentikan mobilnya secara mendadak.
"Lo mau bunuh gue!!!" Teriak Levin.
"Sorry sorry gue kaget aja." Kata Ruli melanjutkan
Kini mereka sudah sampai di depan pintu yg sudah di sambut oleh Queen. Dengan raut wajah khawatir, Queen berjalan cepat menuju mobil yg baru saja tiba. Queen langsung memeluk Levin yg baru saja turun dari mobil.
__ADS_1
"Semalem kemana aja? Kenapa gak pulang. Lo gak anggep gue ada hah!!! Lo lupa kalo Lo bawa gue? Terus aja kaya gitu bisa turun gue ke jalan. " Cerocos Queen dengan tangisan yg tak mampu di bendung lagi.
"Lo mau ngapain turun ke jalan?" Tanya Levin mengusap rambut Queen yg sudah menempel di dadanya.
"Ya gue nyari Lo, takut Lo lupa jalan pulang ke sini. gue takut Lo jadi gembel, kan Lo gak bawa mobil sama dompet." Jelas Queen dengan masih terisak.
"Gue gak bawa dompet tapi gue bawa uang sama hp Queen. dan lagi, gue bukan lo, yg di tinggal di jalan depan aja udah kesasar mau pulang." Kata Levin dengan senyumnya.
Ruli kaget Levin bisa tersenyum. ya karena selama di perjalanan mereka hanya berbicara sedikit dan tanpa expresi. Jadi, jangankan dia tersenyum, Levin marah saja dia tidak tau. Karena Levin terus terlihat seperti orang marah. beda 180° saat sekarang dengan tadi.
"I i iya," Jawab Ruli terbata bata tak percaya seorang Levin mampu tersenyum.
"Lo udah sarapan?" Tanya Levin pada Queen yg terus memeluk Levin.
"Neng Queen belum makan dari semalem den." Jawab Bu Nurma selaku pengurusnya.
__ADS_1
"Bener itu? Sekarang kamu makan dan istirahat matamu bengkak itu. Gimana nanti mau tampil?" kata Levin lembut.
"Ya ampun, kalian ini bikin nata gue sakit. lagian mau mesra mesraan gak liat ada jomblo abadi di depan kalian." gerutu Ruli jengkel.
"Sorry lah, ya sudah makan dulu." Ucap Levin kembali datar
"Is ok."
Selesai sarapan Ruli pamit pulang. dari pada semakin ternodai mata gue, mending cepet pulang. Batin Ruli terus meronta.
"Gue pamit ya, sampai nanti jam 3 di kampus." pamit Ruli sambil menyalami Levin dan Queen.
"ati ati brow di jalan."Kata Levin melambaikan tangan ketika mengantar sampai depan pintu.
Tin tin
__ADS_1
Ruli berpamitan lagi membunyikan klaksonnya. Queen dan Levin masuk ke dalam rumah. Queen berjalan ke arah dapur dan mencari ketimun untuk mengompres mata bengkaknya. Sedangkan Levin sudah di dalam kamar dan bersiap untuk mandi karena dari kemarin dia belum mandi