Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Mengawali karir


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama liburan panjang sebelum kembali ke bangku terbarunya. Yaitu bangku kuliahan. Queen tetap melanjutkan kuliah dengan tawaran manggung setiap Jum at Sabtu dan Minggu di cafe milik Rizal. Levin yg sudah mendapat lampu hijau untuk hobinya dengan syarat no grugs no alcohol dan yg paling penting no woman.


Levin mengambil jurusan management dan Levin mengambil jurusan kedokteran. Ayu mengambil jurusan perawat sedangkan Queen mengambil seni musik. Rizal memberikan apartemen miliknya yg di kota untuk Queen dan maminya tinggal. Untuk membantu meringankan beban Angel, Rizal dan Cinta memberikan pinjaman modal untuk membuka toko kue.


"Vin, Lo nanti malem tampil?" Tanya Queen yg kini duduk di sampingnya dengan membawa sepiring makanan.


"Iya, kenapa? Mau ikut?" Tanya Levin sambil memakan makanan yg di suapkan oleh Queen.


"Emang boleh? Tapi nanti malem juga aku pertama kali tampil di cafe papa." kata Queen bimbang.


"Nanti malem gue tungguin Lo tampil. kita berangkat jam 10 ke klub jam 11 gue baru mulai tampil." Kata Levin menjelaskan pada kekasihnya setelah tukaran dengan sang Abang.


"Ajak Abang sama Ayu juga, takut gue Vin." Levin mengangguk seraya mengerti ke hawatiran Queen.

__ADS_1


Setelah manggung, Levin dan Queen Segeran menuju ke klub malam tempat Levin bekerja. Levin hanya bekerja di malam Minggu saja. Setibanya di sana Kliene dan Ayu sudah menunggu di meja dengan memesan minuman non alcohol. Malam semakin larut dan suasana semakin ramai. jam sudah menunjukkan di angka 2 malam. Levin berganti dengan temanya. Levin mengajak Queen Kliene dan Ayu pulang.


Queen melihat Kliene menggendong Ayu yg terlihat ngantuk. Queen menempel pada Levin. Dengan menarik jaket Levin, Queen berharap mendapat perlakuan yg sama. Namun Levin malah menarik kerah baju belakangnya seperti dia sedang mengambil anak kucing.


"Berfikir bisa romantis romantisan sama Lo itu cuma nguras isi kepala saja." Kata Queen yg berusaha melepaskan diri dari Levin.


"Emang kepalamu ada isinya?" Tanya Levin membuat Queen jengkel.


"Ada airnya, biasanya di isi es di tambah gula dikit dan di isi daging buahnya baru di hidangkan." Kata Queen menjawab asal.


"Tumben baik sayang. peka kalo calon istrinya kedinginan." Queen berbunga bunga yg seakan lupa akan kejadian barusan.


Queen kaget setelah dirinya memakai jaket yg sudah basah oleh keringat itu. Ternyata Levin mengeluarkan jaket bersih dari dalam kantong yg di bawanya.

__ADS_1


"Sialan, Lo nyuruh gue pakek jaket basah. Tapi Lo pakek jaket bersih wangi dan hangat. Lo itu kapan sih bisa peka sama gue? Kayanya ide tukeran pasangan itu bener bener buruk deh." Kata Queen membuat Levin membulatkan mata tajamnya.


"Kenapa jadi Lo nyesel gini sih? Gini ya gue kasih tau, kalo gue yg basah itu bisa masuk angin terus gak bisa jagain Lo. lagian kan itu Lo udah double Loh sayang." rayu Levin sambil memakaikan helm di kepala Queen.


"Terserah kamu AE wes, sak penakmu sayang. Aku capek mau pulang. Besok gak usah ke rumah, gue mau tidur seharian." Kata Queen dengan menaiki motor Levin.


"Ceritanya ngambek ni?" Goda Levin.


"Enggak, gue ngantuk banget jam segini gue belum tidur. Gue mau tidur gak ada gangguan doang Vin," Jelas Queen.


"Ya sudah, kita ke Villa saya. Di sana kita bisa tidur sampai puas tanpa gangguan. dan yg jelas gue gak bakalan nahan kangen." Kata Levin yg sudah mengendarai motornya menuju Villa.


"Janji gak macem macem."

__ADS_1


"Brisik."


__ADS_2