Sahabat?

Sahabat?
Bab 74


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit. Rizal langsung menuju UGD membawa Cinta. Tak lama dokter yg memeriksa Cinta keluar dan Rizal langsung menanyainya.


"Dokter gimana keadaan Istri saya?" Tanya Rizal yg khawatir.


"Istri bapak mengalami Kleine-Levin." Terang dokter yg memeriksa Cinta.


"Penyakit apa itu pak?" Tanya Mama Erna.


"Itu sebuah Syndrome."


"Syndrom? Syndrom apa dok?" Tanya Rizal


"Syndrom sleeping beauty. Pasien bisa tidur berhari hari bahkan berminggu minggu." Jelas dokter.


"Tapi istri saya sedang hamil dok. Apa gak akan berpengaruh?" Tanya Rizal khawatir.

__ADS_1


"Kami akan terus memantau pasien agar tidak terjadi aapa apa pada janin. Dan semoga pasien cepat terbangun." Kata dokter sedikit membuat tenang Rizal.


Cinta telah di pindah ke ruang rawat yg bertempat di paviliun bougenvil. Rizal menemani selama Cinta di rawat. Seminggu sudah Cinta di rawat di ruangan itu. Dengan telaten Rizal merawat Cinta. Dari mengelap badan sampai memakaikan bajunya.


Selama di rawat di rumah sakit, teman temannya banyak yg mengunjungi Cinta. Termasuk Maya dan Lina. Maya yg tak bisa berbuat apa apa lagi setelah keluarganya dan Rizal mencapai kesepakatan bahwa cafe Cinta menjadi milik keluarga Maya beserta karyawannya.


"May, yg tabah ya. Di saat kesempatan terbuka lebar, tapi keluarga lo malah mengambil keputusan sepihak tanpa minta persetujuan lo." Bisik Lina membuat Maya terduduk lemas.


"Angel!!!" Pekik Maya saat melihat Angel dengan perut besar bergelayutan di lengan kanan Rama dan tangan kiri Rama menggenggam tangan Rena.


"Jadi lo cuti dari kampus gara gara ini Ngel?" Tanya Momo tak percaya.


"Iya, gue istri ke dua dari Rama dan Rena istri pertama." Jelas Angel yg di peluk oleh Rena.


"Kenapa? Kalian gak suka!!!" Kata Rena menegaska.

__ADS_1


"Gua gak percaya aja di keluarga Rizal ada juga yg poligami. Tapi Rizal sendiri sok suci. Gue yakin Rizal juga gitu." Kata Maya sambil menunjukkan foto Rizal dan seorang cewek berkerudung duduk berdua dan terlihat Rizal seakan mencium Cewek itu.


Rizal melihat hanya tersenyum dan kembali melanjutkan ngajinya. Selama di rumah sakit Rizal tak henti hentinya melantunkan ayat ayat Alqur'An. Setelah mengaji selama sejam Rizal menyudahi dan menarik hp Maya.


"Lo pengen tau siapa perempuan soleha itu?" Tanya Rizal.


"Yg jelas lo sudah main gila tapi masih sok suci." Jelas Maya dengan nada meremehkan.


"Coba lihat baik baik siapa dia?" Rizal menunjukkan layar depan yg menampilkan foto dirinya dengan seorang gadis memakai kerudung warna senada dengan yg ada di hp Maya.


"Dia istriku yg paling aku sayang dan aku cinta yg saat ini sedang tertidur dengan membawa buah hatiku." Terang Rizal membuat semua tercengang.


"Ini Hp Cinta dan ini Hp gue." Rizal menunjukka hp satu lagi dengan gambar Rizal mencium kening Cinta yg seperti orang tak memakai baju.


"Dialah sahabat ku teman hidupku yg setia mendampingiku dalam suka maupun duka sepanjang hidupku. Hanya dia satu satunya wanita yg tak pernah risih dengan kebiasaanku. Hanya dia yg selalu membelaku dalam keadaan salah atau benar. Hanya dialah Wanita yg aku inginkan untuk mendampingiku selama hidupku"

__ADS_1


__ADS_2