Sahabat?

Sahabat?
Bab 86


__ADS_3

"Ok lo bener dan abang emang salah. Tapi lo pikir sekali lagi kalo gue cerein Rena. Emang siapa yg mau sama perempuan mandul hah!!" Nada Rama pun tak kalah tinggi yg membuat hati Rena semakin sakit dan hanya bisa tertunduk dengan air mata yg terus mengalir.


"Ternyata selain lo pengecut mulutmu itu sampah juga ya bang. Nyesel gue Rizal punya abang kaya lo. Sekarang gue tanya sama lo Ren, Lo masih mau hidup dengan orang yg lo cinta tapi hanya mengasihani lo seperti gelandangan yg ngenes hidupnya karena gak ada orang yg mau nampung lo? Ato lo pisah dari suami lo dan mencari kehidupan yg lo mai dan inginkan selama ini? Inget lo calon dokter hebat. Jangan sia siakan hidup cuma jadi sampah kaya gini." Ucapan ucapan kasar dan kotor pun terlontar dari mulut Cinta yg selama ini hanya diam dan tersenyum.


"Terus lo sekarang mau apa? Gue cerein Rena? Yakin lo dengan keputusan ini? Dan lo Rena. Jangan cuma diem, lo mau kita cerai?" Tanya Rama dengan nada yg sedikit melembut terhadap Rena.


"Iya bang. Rena mau cerai." Kali ini Rena membuka suara yg mengagetkan kedua mertuanya dan juga Angel dan Rama tentunya.


"Kenapa Ren? Kalo lo minta cerai gue juga gak mau sendirian." Kata Angel.


"Kasian anak lo Ngel. Bang Rama gak bakalan nyari wanita lain kan lo udah bisa kasi anak buat dia. Sedang gue gak bisa." Kata Rena.

__ADS_1


"Tapi Ren, kamu tau abang sayang sama kamu. Abang cinta sama kamu" Kata bang Rama sambil merengkuh tangan Rena.


"Lepasin bang. Rena janji bahagia tanpa kamu. Suatu saat Rena pasti akan punya keluarga yg bahagia sama kaya abang sama mbak Angel. Jangan hadirkan Rena lain bang. Kasian mbak Angel, Rena akan pulang ke rumah orang tua Rena." Kata Rena.


Tak lama Nadia datang dengan suaminya dengan perut besarnya menjemput Rena. Nadia langsung mengambil koper dari dalam kamar tamu di rumah Rizal. Semua orang kaget dengan persiapan yg Rena lakukan. Orang tua Rizal terlalu marah sehingga pergi tanpa mengucapkan salam. Rama yg terus memandang punggung Rena yg berharap Istri tercintanya itu berbalik dan mempertahankan rumah tangganya. Rama berjalan gontai yg di susul oleh Angel dan keluarga Angel. Rama melihat kepergian Rena hingga mobil yg membawanya pun tertelan gelapnya malam.


Di dalam rumah Cinta dan keluarganya masih ada di ruang tamu. Selain ibunya yg mulai mengemas baju baju si kembar di kamar. Cinta masih di ruang tamu bersama dengan Rendi suami dari kak Mae dan juga papanya. Cinta melangkah menuju kamarnya setelah mengirim pesan pada seseorang.


"Kita pulang. Jangan kamu tinggal di sini lagi. Takut mama sayang." Kata mama Erna sambil memasukkan baju si kembar kedalam koper.


"Ini rumah Cinta kenapa harus takut sih ma." Tanya cinta makin bingung.

__ADS_1


"Mama sama papa masih bisa ngidupin kamu sama kedua cucu mama." Kata mama Erna.


"Emangnya Rizal udah gak bisa ngidupin istri sama putra putra Rizal ma?" Pertanyaan yg berasal dari ambang pintu sontak membuat mama Erna terkejut.


"Bukannya kamu tadi pergi nianggalin Cinta?" Tanya mama Erna.


"Iya pergi ma ke pengkolan depan. Kenapa? Mama gak suka kalo Rizal sama Cinta gak terjadi apa apa?" Tanya Rizal membuat mertuanya hanya melongo.


Melihat ekspresi mamanya Cinta langsung menjelaskan.


" Tadi kami cuma pura pura ma. Kasian Rena dia nangis nangis karena selama ini bang Rama gak bisa adil sama dia. Makanya kita tadi bantuin dikit Rena dengan pura pura. Semua sudah di rencanakan dari jauh jauh hari. Nadia pun ikut andil ma jadi kita gak mau lagi denger ato liat Rena nengis." Cinta menjelaskan agar orang tuanya tak berfikiran negatif

__ADS_1


__ADS_2