
Di kamar Cinta dan Rizal yang luas merupakan kamar utama. Cinta mencuci muka dengan di lanjut dengan berwudhu kebiasaan sebelum tidur, begitupun dengan Rizal. Di dalam kamar, Cinta mengganti baju dengan gaun malamnya. Meski sudah tidak muda lagi memiliki menantu yang cantik cantik juga baik. Bagi Rizal Cinta masih tetap sama, tetap cantik. Dan saat berduaan di kamar lah yg paling di tunggunya untuk sekedar bercanda atau mendiakusikan apapun yg tak bisa di bagi dengan sang putra maupun putrinya.
"Kalau Rosulullah menyebut Khumairah pada Aisyah sang istri. Apalah dayaku memiliki istri yg cantiknya tak mampu di sejajarkan dengan sang istri nabi. Tapi percayalah sayang kamu tetap belahan jiwaku. kamu bukanlah my wife tapi kamu adalah my life." Ucap Rizal yg memeluk Cinta dari belakang setelang mengganti baju dengan baju tidurnya.
"Gombal aja kamu mas, Cinta malu tau tiap malam di gombalin terus sama kamu." Cicit Cinta yang menyandarkan diri pada Rizal dalam keadaan berdiri masih membelakanginya.
"Apalagi yg akan aku berikan ke kamu yg setia menemaniku dalam keadaan jatuh terdalam sekalipun selain kasih sayang dan cinta yang berlebih? Tanpamu aku mungkin tak akan pernah bisa bangkit waktu itu. Waktu di mana aku harus memperjuangkan semua sendirian tanpa siapapun. Kamu lah yg menemaniku berjalan naik dari titik 0 sampai saat ini. Tetaplah menjadi temanku, sahabatku, istriku, ratuku, belahan jiwaku, hidupku juga memegang teguh kunci surga ku dan menjadi satu satunya bidadari tersayangku." Ucap Rizal dengan senyuman termanisnya.
__ADS_1
"Iya sahabatku, temanku, suamiku, suamiku, belahan jiwaku, hidupku juga terus menjadi imam yg baik agak kita bisa bertemu lagi di surganya Allah." Jawab Cinta dengan membalikkan badannya.
"Tadi aku menyebut kamu Ratuku kenapa gak menyebutku rajamu?" Tanya Rizal heran.
"Mas ku sayang, Ratu memang selalu mendapat yg terbaik. Tapi raja itu tak pernah lepas dari kata selir, karena aku gak mau ada yg lain makanya aku gak mau kamu jadi raja." Jawab Cinta dengan mencium pipi suaminya sebelum beranjak ke tempat tidur.
"Iya juga ya, maaf ya sayang." Kata Rizal kemudian menyusul sang istri.
__ADS_1
"Iya sayang, makasih ya sudah mengingatkan.Terus kemana kita bawa papa? Ke sini apa ke rumah papa bareng bang Rama?" Tanya Rizal bingung karena keluarganya yg terpecah belah entah karena apa.
"Itu di fikir besok aja, kita tanya ke papa langsung. kalo bisa jangan kasi tau ketegangan antara keluarga kita dengan keluarga abang, biar papa gak kepikiran dan setress lagi." Jelas Cinta membuat Rizal mengangguk.
"Iya sayang, mas juga mikir gitu, Semoga Rara gak ngomong apa apa." Kata Rizal.
"Lagian Rena itu kenapa bisa kalah sih sama anak. Heran deh aku, gimana sih cara Rena mendidik anak. Kok jadi bar bar gini Rara, kaya gak pernah di ajari tata krama dan kesopanan aja." Cinta mendengus kesal.
__ADS_1
"Husst jangan ngomong kaya gitu sayang itu gak baik. Lagian kita masih punya anak perempuan belum menikah dan masih labil juga. Jangan menggunjing itu gak baik." Segah Rizal agar tak membicarakan keburukan orang lain lebih dalam lagi yg akhirnya menggibah dan berdosalah kita.
Ini yg kangen dengan gombalan ala Rizal dan Cinta.