
"Kliene Levin Salsabila....." Teriak Cinta ketika mendapati dapur berantakan.
Entah apa yg di perbuat oleh ketiga anak dari Cinta dan Rizal. Salsabila adalah putri bungsu yg paling di sayang oleh kakak kakaknya. Selain itu Queen dan Rara yg sering datang juga selalu meramaikan rumah Cinta dan Rizal.
"Apa ma?" Tanya Billa dengan membawa nampan berisi makanan hasil olahannya dan Levin membawa kue bertuliskan happy birthday mama.
Cinta hanya terdiam haru melihat anak anaknya kumpul bersama Queen juga. Cinta meneteskan air mata kebahagiaan. seumur umur hanya saat ini Cinta mendapat kejutan dari anak anaknya.
"Anak anak mama sudah besar. Terimakasih kejutannya. mama benar benar terkejut selain dapur yg kaya kapal pecah." Cinta meniup lilin setelah melakukan permohonan seperti yg di minta putra putrinya.
"Mama sayang kalian." Kata Cinta lagi memeluk Queen dan Salsabila putri kesayangannya.
Jarak 5 tahun tidak menghalangi Queen dan Billa menjalin persahabatan. Queen yg merupakan sepupu dari Kliene Levin dan Salsabila.
__ADS_1
"Leviiiiinnnnn sakiiiitttt. Mamaaaaaa Levin maaaa." Teriak Queen mengadukan kelakuan levin.
"Terserah kalian mau apa, terus saja kalian kaya gitu. Kalian itu sudah bukan anak kecil lagi!!!" Teriak Cinta yg membuat Levin melepaskan cengkraman tangan nya dari rambut Queen.
"Queen duluan ma gangguin Levin ngerjain tugas." Adu Levin yg berada di depan Queen dan Kliene sebagai abangnya
"Kalian itu sudah 17 tahun, tapi kelakuan masih aja kayak anak 7 tahun. heran mama dah." Cinta mendekati meja putra putrinya mengerjakan soal soal ujian.
"Hallo" Queen mengangkat telfon dari seseorang dan membuat dia harus pergi.
"Mama, Levin keterlaluan dah. Sakit kepela Queen ma di jambakin terus sama Levin." Queen mengadu.
"Makanya Lo kerjain ini soal dan jangan pergi kemana mana." Kata Levin posesif.
__ADS_1
"Levin, gue heran sama Lo ya. Tadi gue di situ Lo Jambak di bilang gue ganggu Lo. sekarang gue mau pergi Lo Jambak lagi terus Lo bilang gue harus kerjain soal ini. Sebenernya mau lo apa sih? Heran gue." Protes Queen.
"Gue mau Lo itu masuk 10 pas ujian. malu gue punya kakak kaya Lo begoknya gak ketulungan." Kata Levin penuh amarah.
"Sudah ikutin aja Queen biar gak jadi masalah. Tau Levin itu kejem kalo ngomong masalah nilai." Ucap Kliene yg masih setia dengan pensil dan lembar buram untuk mengerjakan MTK.
"Kliene, Alex udah ada di depan. Gue bilang apa dong? Gue yg minta ke sini buat anterin ke perpus kota." Kata Queen yg kini sedang merayu Kliene.
"Suruh dia balik, gue yg anterin Lo ke perpus kota sekalian ke cafe papa." Kata Levin yg membuat Queen makin jengkel
"Kasih dia kebebasan Vin, kasian dia kalo Lo posesifin terus. Gak Queen Rara sama Billa semua Lo posesifin. Kasi mereka ruang biar mereka menikmati masa masa mudanya." Kata Kliene lembut pada adiknya.
"Abang emang bener, Tapi kalo sudah di kasi kebebasan terus kebablas? Siapa yg akan tanggung jawab? Gue kayak gini juga demi merek bang." Jawab Levin sambil memakai jaketnya.
__ADS_1
"Levin ucapan Abang bener, tapi kamu juga gak salah. hanya saja jangan terlalu keras sama mereka. yg ada nanti mereka bohong ke kamu terus kamu yg akan rugi sendiri kehilangan mereka yg merasa tak nyaman dekat dengan kamu." Mama Cinta ikut mengingatkan namun tak di hiraukan Levin.
Levin menarik tangan Queen agar mengikuti jalannya. Queen hanya bisa menurut sebelum kemarahan Levin membuatnya tak bisa kemana mana karena Levin mengurungnya ke dalam kamarnya.