Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Ancaman Frizka


__ADS_3

Flashback on


Tuning


Bunyi hp Billa membuatnya kaget, pasalnya Billa sedang jauh dari Revan dan sedang berbicara denga Clien. Billa melihat isi pesan sekilas, ternyata dari Sandi. Dan saat itu juga Billa melihat Frizka memasukkan sesuatu di gelasnya.


Sandi: Sayang, Revan memasukkan sesuatu di minumannya. kalo dia nanti ngasih kamu, sebisa mungkin kamj tuker gelasnya tanpa meminum minuman itu. Inget, jangan sampai dia tau.


Me: Iya sayang.


Me: Sayang, barusan aku juga melihat Frizka melakukan hal yang sama.


Sandi: Siap siaga.


Sandi dan Billa pun kembali biasa aja ngobrol dengan Clien tanpa menimbulkan kecurigaan. Benar apa yang di katakan Sandi. Revan membawa minuman berwarna kuning dua gelas di tangannya. Yang satu di berikan kepada Billa. Saat ada kesenpatan Billa menukar minumannya. Hal yang sama juga di lakukan oleh Sandi pada Frizka.


"Maaf untuk nona Billa kamarnya sudah di pesankan di kamar 109 oleh bapak Revan." Salah satu resepsionis ketika Sandi dan Billa memesan kamar atas nama Billa.


"Oh ya sudah kalau begitu atas nama Pandu." Kata Sandi memesan atas namanya.

__ADS_1


"Baik pak tunggu sebentar."


ketika petugas hotel itu mendata Sandi, Billa melihat Frizka berjalan sempoyongan dari arah toilet. Billa langsung menghampirinya lalu membantunya berjalan.


"Di mana kamar Frizka sayang?" Tanya Billa pada suaminya.


"Tadi sih kami belum buka kamar, semua keburu buru jadi di kamar Mbah Kung. Eh di kamar kamu yg di pesan Revan saja." Sandi memberi Ide.


"Benar juga, ayo gendong dia sayang gue gak kuat." Ucap Billa yang keberatan menopang Frizka yang semakin hilang kesadaran.


Sandi menidurkan Frizka di kasur berukuran kingzise di kamar itu. Sandi dan Billa meninggalkan Frizka sendiri dan benar benar sendiri. Sandi dan Billa ke lantai 5 di mana kamar mereka berada.


Flashback Off


"Frizka, Revan!!!" Suara Mbah Kung menggelegar hingga membangunkan Frizka.


"Mbah Kung!!" Frizka terlonjak melihat kakek angkatnya berdiri di hadapannya.


"Pakai bajumu, Mbah tunggu di lobi. Dan bangunkan Revan." Mbah Kung meninggalkan kamar itu dengan penuh amarah.

__ADS_1


Setelah sejam Mbah Kung di temani oleh Billa dan Sandi menunggu di ruang tunggu. Akhirnya Frizka dan Revan datang menemui mereka dengan wajah penuh amarah.


"Kapan kalian akan menikah?" Pertanyaan yang langsung membuat Frizka dan Revan shock.


"Saya tidak akan menikahi Frizka karena saya merasa di jebak." Jelas Revan.


"Maaf, siapa yang menjebak anda?" Tanya Sandi geram.


"Yang membawa Frizka ke kamar itu tentunya." Jawaban Revan membuat Sandi semakin emosi.


"Saya dan Billa lah yang membawa Frizka ke kamar itu. karena kami mengira itu kamar Billa sesuai dengan apa yang terdaftar di buku tamu." Ucapan Sandi meninggi.


"Apa yang bapak lakukan di kamar saya jika itu saya? Apa bapak akan melakukan hal yang sama terhadap saya?" pertanyaan Billa membuat Revan mematung.


"Ok anda tidak bisa jawab, maka saya yang akan jawab. Anda ingin memperkosa saya dengan cara memasukkan obat kedalam minuman saya? Tapi sayang yang minum anda sendiri." jawaban Billa membuat Frizka dan Revan terdiam.


"Kalian harus menikah kurang dari satu minggu!!! Dan sekarang kalian ikut Mbah kung pulang!!! Memalukan sekali." Ucapan lelaki tua itu membuat Frizka ingi berontak namun tak bisa.


"Kalau suka bilang, jangan melakukan hal kotor." kata Sandi membuat Frizka geram.

__ADS_1


"Kalian akan menyesal melawan saya!!! Cepat atau lambat kalian akan mendapat pelajaran seperti Aris yang sudah berani menentang saya!!!" Ucapan penuh amarah Frizka membuat Billa dan Sandi kaget.


"Aris???"


__ADS_2